Elohim Ministry umum Pelatih Terbaik

Pelatih Terbaik



Renungan Harian Kamis 09 Februari 2023

Bacaan : Mazmur 144

Ayat Pokok : Mazmur 144:1, “Dari Daud. Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang.”

Shalom…. Selamat Pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. 

                Pernahkah kita mengalami pengalaman dalam hidup ini dimana masalah datang silih berganti, bagaikan seseorang yang terus menerus mengejar kita dan membuat kita merasa lelah dan merindukan waktu untuk beristirahat sejenak.  Mazmur 144 ini merupakan sebuah sikap doa yang diperkirakan ditulis Daud saat dia terus menerus dikejar Saul dan musuh-musuhnya yang lain. Berbagai pengejaran itu tentunya membuat Daud harus berulangkali bersembunyi dari bukit ke bukit atau gua ke gua. Hal ini tentunya bukan kondisi yang mudah, Daud mengalami lelah baik secara fisik maupun mental. Selain harus melindungi dirinya, Daud juga bertanggung jawab harus melindungi pasukannya (lebih dari 400 orang).

                Apabila kita mengingat kisah perjalanan kehidupan Daud. Ketika itu dia telah diurapi Tuhan melalui Nabi Samuel untuk menjadi Raja, situasi ini tentunya berbanding terbalik dengan kondisi yang kita bayangkan. Pengurapan yang melambangkan tanda perkenanan Tuhan, pemilihan, otoritas atau kuasa yang diberikan Tuhan seharusnya akan memberi Daud seluruh kemampuan terbaik untuk menjalani hidup seolah-olah bakal tanpa masalah, sama seperti ada banyak hamba Tuhan yang berkata bahwa pengurapan dan perkenanan Tuhan akan selalu membuat kita seolah-olah menang “mudah” terhadap berbagai tantangan atau persoalan.

                Bapak, ibu dan saudara yang terkasih. Kita sangat meyakini bahwa saat kita percaya kepada Kristus (yang diurapi) yang telah menebus setiap ketidakbenaran, dosa dan ketidakmampuan kita, maka kita juga menerima perkenanan Tuhan dan juga pengurapan atau kuasa sebagai anak Tuhan. Hanya kita kerapkali tidak siap dengan proses yang terjadi dalam hidup kita. Ketika kita menghadapi realita hidup sehari-hari, kita bisa seperti Daud yang kerap merasa diperhadapkan dengan berbagai “musuh kehidupan” atau persoalan yang silih berganti dalam banyak situasi  hidup kita.

Firman Tuhan mencatat bahwa cara pandang diri kita beda dengan cara pandang Allah.

Bagi Allah yang paling penting adalah “mengubah hidup” kita lebih dari sekedar menyelesaikan permasalahan yang ada.

Dalam anugerah-Nya, Daud mampu melihat bahwa fokus Allah adalah memakai berbagai persoalan untuk melatih hidupnya menjadi pribadi tangguh dan terampil hadapi masalah.   

Sama seperti Daud dalam persekutuan dengan Tuhan bisa melihat persoalan sebagai sebuah kesempatan perubahan kualitas diri, maka marilah kita mengijinkan Tuhan dalam kasih-Nya menolong kita supaya kita juga bisa memahami fokus Allah.

Dia mengubah kita melalui proses latihan menghadapi berbagai persoalan hidup dari pribadi yang merasa tidak berdaya menjadi pribadi yang berdaya.  Amin.

Tuhan Memberkati

DS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *