Renungan Harian Jumat, 17 Februari 2023
Gempa di Turki pada minggu dini hari ini mengguncang hingga 100 kilometer dari garis patahan, menyebabkan kerusakan serius pada bangunan-bangunan di sekitar patahan. Akibatnya 5000 dikabarkan tewas dikarenakan bencana alam.
Teyfik Kamber, seorang koki di restoran Turki Eda di Glasgow ( kota terbesar di Skotlandia ), mengatakan dia telah kehilangan tujuh anggota keluarga di kota Elbistan, Turki.Seperti apakah kesedihan yang dirasakan oleh Teyfik kamber ? Sungguh tak terbayangkan, sungguh menyesakkan, sungguh melelahkan jiwa
Lelah hayati? Istilah tentang kondisi jiwa raga yang hilang semangat, yang disebabkan oleh tekanan hidup terus-menerus, seolah kehabisan tenaga bahkan kehilangan arah, tujuan hingga berakibat putusnya asa. Dan hal ini menyerang begitu banyak manusia
Banyak orang yang tidak mampu melalui kelelahan panjang pada masa yang berat, dan memilih untuk mengakhiri hidup. Statistik WHO menyatakan bahwa awal pandemi masalah lelah hayati atau depresi ini merenggut lebih dari 850.000 jiwa dalam satu tahun !
Lelah hayati ini bisa menyerang siapa saja, Orang hebat pun dapat terserang akan hal ini. Bahkan Nabi Tuhan sekalipun dapat diserang oleh lelah hayati ini.
Alkitab mencatat ada SEORANG NABI yang pernah alami lelah hayati, yaitu NABI ELIA
Alih-alih berada dalam euforia kemenangan karena telah menaklukkan dan membunuh 450 nabi Baal di gunung Karmel, namun Elia malahan terpuruk dan ingin mati setelah mendapat ancaman dari permaisuri raja Ahab, yaitu Izebel (1 Raja-raja 19:4).
- Elia hanya mendengar ancaman dari Izebel
- Elia bukan bertemu langsung dengan Izebel
- HANYA sebuah kabar ANCAMAN
Elia hanya mendengar kabar, bahwa ia akan dibunuh, Seorang wanita dengan track record telah membunuh begitu banyak nabi nabi Tuhan pada masa itu, Padahal Elia baru saja berhadapan langsung dengan 450 orang nabi baal dan sanggup membunuh mereka semua di sungai Kison.
KETAKUTAN jauh lebih besar dari FAKTA MASALAH
BAYANGAN yang dihasilkan, pasti lebih besar dari OBJEK yang sesungguhnya.
LELAH HAYATI,… ELIA, sedang LELAH HAYATI.
Elia tidak menerima perintah Tuhan untuk tetap tinggal di Yizreel. Maka secepat mungkin Elia pergi ke Gunung Horeb, menjauhkan diri dari Yizrel, karena tetap tinggal di Yizrel berarti menyerahkan dirinya untuk dibunuh Izebel. Keadaan ini memperlihatkan bahwa Elia tidak hanya ketakutan, tetapi juga kehilangan kemampuan berpikir secara nalar dan geografis untuk menganalisa pernyataan Izebel.
Walaupun ia sudah sampai ke Bersyeba (wilayah Yehuda yang jauh dari Yizreel wilayah Israel) (jaraknya sekitar 95 mil/ lebih dari 150 km), namun ia masih merasa perlu meninggalkan bujang nya untuk masuk ke padang gurun sehari perjalanan jauhnya.
Ketakutan dan putus asa yang dialami Elia menunjukkan bahwa ia mengalami krisis rohani yang sangat berat dan hebat, sehingga pengenalan dan imannya kepada Allah sebagai sumber dan pusat dari segala sesuatu, sirna begitu saja. Krisis rohani membuat dia terputus dengan Sumber segala kehidupan. Karena itu tidak heran jika kemudian ia ingin mati saja.
Elia perlu RE-TREATMENT
BANGUNLAH dan MAKANLAH
“…Tetapi tiba-tiba seorang malaikat menyentuh dia serta berkata, “Bangunlah, makanlah!” (1 Raja-Raja 19:5b)
Bangunlah, berbicara tentang sebuah kesadaran penuh. Makanlah, adalah kebutuhan jiwani
“One cannot think well, love well and sleep well if one has not dined well“. (Virginia Woolf, seorang novelis kelahiran London pada 25 Januari 1882)
(Seseorang tidak bisa berpikir dengan baik, mencintai dengan baik, dan tidur nyenyak jika belum makan dengan baik)
SERAHKAN seluruh KELELAHANMU
1 Raja raja 19 : 9-10 Di sana masuklah ia ke dalam sebuah gua dan bermalam di situ. Maka firman TUHAN datang kepadanya, demikian: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?” Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup dan mereka ingin mencabut nyawaku.”
1 Raja raja 19 : 13-14, Segera sesudah Elia mendengarnya, ia menyelubungi mukanya dengan jubahnya, lalu pergi ke luar dan berdiri di pintu gua itu. Maka datanglah suara kepadanya yang berbunyi: “Apakah kerjamu di sini, hai Elia?” Jawabnya: “Aku bekerja segiat-giatnya bagi TUHAN, Allah semesta alam, karena orang Israel meninggalkan perjanjian-Mu, meruntuhkan mezbah-mezbah-Mu dan membunuh nabi-nabi-Mu dengan pedang; hanya aku seorang dirilah yang masih hidup, dan mereka ingin mencabut nyawaku.”
KERJAKANLAH dan KAMU TIDAK SENDIRI
1 Raja raja 19 : 15-16 Firman TUHAN kepadanya: “Pergilah, kembalilah ke jalanmu, melalui padang gurun ke Damsyik, dan setelah engkau sampai, engkau harus mengurapi Hazael menjadi raja atas Aram. Juga Yehu, cucu Nimsi, haruslah kauurapi menjadi raja atas Israel, dan Elisa bin Safat, dari Abel-Mehola, harus kauurapi menjadi nabi menggantikan engkau.
1 Raja raja 19 : 18, Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia.”
Yesaya 40 : 29-31, Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya. Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.
Mazmur 103 : 5, mengatakan bahwa Allah akan memperbarui kita dengan memuaskan hasrat kita dengan segala yang baik
Pdt. Budi Wahono – EFF 09022023