Elohim Ministry anak “Berdamai dan Berjabat Tangan”

“Berdamai dan Berjabat Tangan”



Renungan Harian Anak, Rabu 22 Februari 2023

Mazmur 133:1 “Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun!”

Halo adik-adik ELOHIM kids. Bagaiman kabarnya hari ini? Semoga hari adik-adik penuh sukacita dan semangat yang baru karena Tuhan selalu beserta dengan kita. Tak lupa juga, Tuhan selalu ada untuk kita baik kemarin, hari ini, besok bahkan sampai selama-lamanya. Yuk hai ini sama-sama kita mau belajar firman Tuhan lewat renungan hari ini.

Adik-adik kalau bertemu dengan seseorang, apa yang akan dilakukan terlebih dulu? Tentttunya kita akan menyampa mereka dan berjabat tangan atau bersalaman. namun, selama pandemi kemarin, kebiasaan bersalaman ini sempat hilang karena adanya virus yang bisa menyerang kita kapan saja termasuk saat melakukan kontak fisik terhadap orang lain. Tapi apa adik-adik pernah terpikirkan pertanyaan ”Mengapa saat bertemu orang yang kita kenal kita sering berjabat tangan atau bersalaman?” Darai mana asal-usul dari kebiasaan ini? Ternyata bersalaman ini pada zaman dahulu mengandung makna yang dalam. Pada zaman itu di kalangan suku orang-orang primitf, tangan dianggap sebagai lambang kekuasaan dan kekuatan. Tangan digunakan untuk melawan musuh, membuat senjata, berburu, dan sebagainya. Oleh karena itu kalau seseorang melakukan jabat tangan, maka orang tersebut dinyatakan mempunyai niatan yang baik. Did daerah lain juga berlaku tradisi cium tangan untuk menghormati orang lain. Namun bagi mereka yang rendah hati, untuk mencegah agartangannyatidak dicium, maka mereka akan segera bersalaman atau hanya berjabat tangan supaa orang itu tahu kedudukan mereka sama atau tidak lebih rendah.

Di Alkitab sendiri mencatat beberapa peristiwa tentang bersalaman. Di dalam pembacaan hari ini, saat Paulus diutus oleh para rasul supaya pergi kepada orang-orang yang bersunat maupun yang tidak bersunat.

Galatia 2:9 Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat;

Untuk menyatakan persekutuan yang mereka lakukan, mereka saling berjabat tangan. Persahabatan Paulus dan para rasul sangat berdampak karena melalui melalui kerukunan yang mereka tunjukkan, mereka menuai banyak jiwa baru di daerah tersebut, baik itu orang bersunat maupun tidak bersunat, baik itu bangsa Yahudi maupun bukan Yahudi. Di zaman sekarang, kegiatan berjabat tangan dilakukan untuk menunjukkan sikap baik kita kepada seseorang.

Adik-adik, hidup didalam persekutuan dengan Tuhan itu sangat indah, lho! Bersekutu dengan teman-temanmu juga sangat baik, karena kalian bisa bekerja sama untuk melakukan berbagai perkara dan hasilnya pasti jauh lebih baik. Apakah saat ini kamu sedang memusuhi seseorang? Segeralah berdamai dengan orang tersebut dan jangan lupa untuk saling bersalaman

Ayat Hafalan

Markus 9:50b Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”

Komitmenku hari ini

Aku mau hidup dalam damai dengan orang lain, hidup dalam kasih dan kebersamaan

MEK – GCT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *