Renungan Harian Youth, Selasa 28 Februari 2023
Syalom rekan-rekan Youth semuanya… Atas anugerah Tuhan kita ada sampai hari ini. Dan mari kita mau sama-sama semakin percaya bahwa anugerah Tuhan sudah cukup bagi kita untuk melalui segala yang ada.
suatu kali ada seorang gembala domba yang ingin mengetahui kepekaan dari domba-dombanya ketika ia memanggil kawanan domba yang ia pelihara. Gembala domba ini memiliki begitu banyak domba. Suatu saat dia memanggil temannya, seorang gembala ternak yang lain, dan meminta untuk memanggil kawanan dombanya. Lalu teman dari sang gembala itu pun memanggil-manggil kawanan domba tersebut, tetapi domba tersebut tidak datang. Lalu untuk kedua kalinya dia memanggil ulang domba-domba tersebut, namun domba-domba itu juga tidak datang, dan untuk ketiga kalinya dia memanggil ulang para kawanan domba itu, dan hasilnya juga sama, domba-domba itu tak kunjung datang menghampirinya.
Teman dari sang gembala domba ini merasa bingung, mengapa para kawanan domba itu tidak mau datang kepadanya. Lalu sang gembala domba yang asli memanggil domba-dombanya, dan hanya dalam hitungan menit para domba-domba itu datang menghampiri gembalanya, dan teman dari sang gembala tadi takjub mengapa ketika gembala itu yang memanggil para kawanan domba bisa datang, lalu dia menjawab, sebab domba-domba peka terhadap suara gembalanya sendiri, domba-dombanya mengenal dengan pasti suara gembalanya.
Rekan-rekan youth, dalam kehidupan kekeristenan kita, kita digambarkan sebagai domba-domba itu, dan gembala itu adalah Tuhan Yesus sendiri.
Betapa penting dalam kehidupan kita untuk bisa peka terhadap suara Tuhan. Karena hal itu akan menolong kita untuk melewati segala hal yang akan terjadi didalam kehidupan kita.
1 Samuel 3:10, Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.”
Nama Samuel adalah ekspresi dari Bahasa Ibrani yang berarti “TUHAN MENDENGAR” . Ini ekpresi sukacita Hana, karena Tuhan telah menjawab pergumulan doanya. Samuel merupakan jawaban doa Hana yang terus menerus dinaikkan kepada Tuhan ditengah kesusahan hatinya yang mendalam. Ia dahulu tertutup kandungannya, mustahil punya keturunan, namun tidak ada perkara yang mustahil bagi Tuhan. Dan kita tahu bersama, bahwa Hana mengandung dan melahirkan Samuel, seorank anak yang luarbiasa dipakai Tuhan untuk membawa bangsa Israel kepada Tuhan.
Samuel memulai pelayanannya sejak masih kecil sesuai janji ibunya untuk menyerahkan anaknya kedalam pengasuhan imam Eli. Sejak itulah Samuel berada di lingkungan pastori dan belajar melayani Tuhan dibawah pengawasan Imam Eli. Setiap hari Samuel muda dibimbing Imam Eli untuk tugas sucinya dan dilatih mendengar suara Tuhan. Karena keterbatasan pengetahuannya, pada awalnya Samuel tidak mengenal suara yang berbicara kepadanya, sebab pada saat itu Tuhan jarang berbicara kepada umatNya. Alkitab mencatat Tuhan memanggil Samuel sebanyak tiga kali, namun ia belum menanggapinya karena ia belum mengenal suara Tuhan. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya Samuel bisa mengenal suara Tuhan, sehingga Tuhan memberikan tanggungjawab pelayanan yang lebih besar kepada Samuel, karena Samuel memiliki kepekaan terhadap suara Tuhan.
Melalui perjalanan hidup Samuel, hal yang dapat kita pelajari bagaimana Samuel bisa peka mendengar suara Tuhan adalah bahwa
“Peka suara Tuhan tidak terjadi secara instan, tapi melalui proses bergaul karib denganNya setiap waktu”.
Langkah kesetiaan kepada Tuhan itu, diawali dengan hal hal kecil. Samuel tetap setia membangun dirinya dengan hal-hal yang kecil untuk bisa peka terhadap suara Tuhan. Pertumbuhan rohani Samuel ini akhirnya menjadi suatu kesaksian yang luarbiasa baik bagi seluruh umat Israel.
1 Samuel 3:20 “Maka tahulah seluruh Israel dari Dan sampai Bersyeba, bahwa kepada Samuel telah dipercayakan jabatan nabi TUHAN”.
Dari kesetiaan Samuel untuk belajar peka terhadap suara Tuhan, akhirnya Tuhan mempercayakan banyak hal kepadanya, mulai dipercayakan menjadi hakim, menjadi nabi dan menjadi penasihat bagi para orang-orang Israel.
Menjadi peka dengan Suara Tuhan bersumber dari keterbukaan hati kita dengan Firman Tuhan yang tertulis yaitu Alkitab.
Ijinkan Alkitabmu terbuka setiap hari, bacalah dan temukan suara Tuhan yang akan mengingatkan diri kita akan kebenaranNya dan apa yang harus kita lakukan atau kita tanggalkan.
Rekan-rekan, untuk bisa peka suara Tuhan, kita butuh proses dan waktu, tidak bisa terjadi hanya dalam waktu yang singkat saja. Kita perlu dengan setia membangun hubungan yang erat dengan Tuhan. Untuk itu marilah kita mengambil komitmen bersama, untuk terus setia membangun hubungan yang erat dengan DIA, sehingga kita menjadi orang yang peka terhadap suaraNya. Sehingga Tuhan pun akan mempercayakan tanggung jawab yang lebih lagi bagi hidup kita.
TUHAN YESUS MEMBERKATI
YG – DOT