Elohim Ministry anak “MEMUJI DIRI SENDIRI”

“MEMUJI DIRI SENDIRI”



Renungan Harian Anak, Rabu 19 April 2023

Halo adik-adik ELOHIM kids. Bagaiman kabarnya hari ini? Semoga hari adik-adik penuh sukacita dan semangat yang baru karena Tuhan selalu beserta dengan kita.

Siang hari setelah pulang sekolah, Dona berdiri di depan cermin sambil mengagumi dirinya sendiri. “Wadidaw, ternyata aku cuantik banget ya. Ngak ada lawan deh yang bisa nandingin. Selain itu, aku juga berbakat dalam bernyanyi, menari, juga pintar dalam semua pelajaran. Kalau ada lomba sekolah, pasti aku yang dipilih, dan pasti juara satu.” Dona memang terkenal sebagai anak yang suka memuji dirinya sendiri. Kelakuan ini bukan hanya di rumah saja, dia melakukannya juga di sekolah, di gereja, maupun dimanapun ia berada. Memang di sangat jago dan ahli dalam banyak bidang. Namun, dia lupa bahwa dan mungkin iddak menyadari jika tindakannya itu bertentangan dengan firman TUHAN, yang melarang kita menjadi sombong dengan kelebihan yang kita miliki.

Friman TUHAN hari ini Amsal 27:2 berkata “Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri.”

Alkitab menulis demikian, berarti ada bahaya dari kebiasaan untuk memuji diri sendiri. Memuji diri sendiri memang perlu untuk meningkatkan kepercayaan diri. Tapi tetap saja, segala yang berlebihan pastilah tidak baik. Paling tidak ada dua alasan mengapa sebaiknya kita tidak terlalu memuji diri sendiri secara berlebih.

  • Pertama, kita akan mudah jatuh dalam dosa kesombongan.
  • Kedua, kita akan merasa bahwa diri kita selalu benar atau paling hebat dan merasa orang lain tidak sehebat kita.

Jika kita bisa melakukan sesuatu dengan sangat baik, semuanya karena TUHAN yang membrikanya, bukan karena kehebatan kita. Kalau semua yang kita miliki dan semua yang bisa kita lakukan adalah pemberian dari TUHAN, bukankah tidak pantas jikalau kita menyombongkan diri?

Adik-adik, melalui kelebihan dan talenta kita dalam melakukan sesuatu, TUHAN mau agar kita memakainya untuk memuliakan TUHAN. Ketika adaorang yang memuji, kita bisa berkata: “Terima kasih pujiannya. Saya bisa seperti ini karena TUHAN, bukan kehebatan saya.” Asal kita bisa melakukannya dengan tulus, hati kita pasti akan dijaga TUHAN agar jauh dari dosa kesombongan akibat memuji diri sendiri secara berlebihan.

Ayat Hafalan

Amsal 27:2 “Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri.”

Komitmenku hari ini

Aku mau menjaga hatiku supaya tidak sombong dan menyadari bahwa semua hal yang ada dalam hidupku adalah anugerah Tuhan

Tuhan Yesus memberkati

MEK – GCT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *