Renungan Harian Anak, Kamis 20 Juli 2023
Selamat pagi adik-adik semua. Bagaimana kabarnya hari ini. Yuk sama-sama kita belajar Firman Tuhan pada hari ini. Jangan lupa dibaca yah ayat renungannya hari ini, berdoa minta Roh Kudus memberikan pengetahuan untuk membantu kita memahami Firman Tuhan pada hari ini.
Beberapa serigala menyalak keras. Si Kura-Kura langsung memasukkan kepala dan kakinya dalam rumah batoknya. “Jangan takut, kami serigala yang baik kok. Ayo, keluarkan kepalamu dan bermainlah bersama kami,” kata salah satu serigala. “Iya benar, kami tidak suka memangsa mahkluk lemah,” serigala yang lain ikut bicara. Namun Kura-Kura tahu mereka berbohong. Jadi, ia tetap bersembunyi dalam cangkangnya. Karena Kura-Kura tidak mau ke luar juga, maka para serigala membanting, menginjak-injak, dan menendang cangkangnya. Beruntung batok Kura-Kura sangat keras sehingga ia tetap aman. Akhirnya, serigala-serigala itu menyerah. Mereka meninggalkan Kura-Kura.
Adik-adik, pernahkah kamu dibujuk oleh teman-temanmu untuk melakukan hal yang tidak benar? “Sudahlah tidak usah belajar, menyontek lebih mudah. Besok membolos saja, karena ada banyak ulangan. Kalau kita tidak masuk, kita tidak perlu mengerjakan soal-soal itu.” Apa jadinya ya kalau kita mengiyakan bujukan itu? Dunia disekitar kita memang makin hari makin aneh. Ada banyak orang yang bisa mempengaruhi kita untuk berbuat salah dan jahat. Jadi, berhikmatlah. Pikir dulu sebelum bertindak, apakah itu benar, apakah itu harus diikuti, atau tidak. Sehingga kita tak menyesal di kemudian hari.
Dalam 1 Raja-Raja 12:1-17 kisah Raja Rehabeam, kita belajar tentang pentingnya waspada terhadap bujukan dan saran dari teman-teman yang tidak bijaksana. Raja Rehabeam menghadapi sebuah situasi yang berat ketika bangsa Israel meminta pengurangan beban kerja dan pajak yang berat. Ketika Rehabeam meminta saran kepada orang-orang tua yang telah berpengalaman, mereka menyarankan kepadanya untuk memenuhi permintaan rakyat dan menjadi pelayan yang baik bagi mereka.

Namun, Raja Rehabeam juga mencari nasihat dari teman-teman sebaya yang belum berpengalaman dan mereka memberikan saran yang sangat berbeda. Mereka menyarankan Rehabeam untuk menunjukkan kekuasaan dan kekerasan, bahwa dia harus lebih berat dan menekan rakyat dengan peraturan yang lebih ketat. Sang raja akhirnya memilih untuk mengikuti saran teman-temannya yang tidak bijaksana, yang menyebabkan kerusuhan dan perpecahan di antara bangsa Israel.
Ayo jadi anak bijaksana, Saat kita menghadapi keputusan penting dalam hidup ini, kita harus mendengarkan nasihat dari orang tua, guru atau kakak yang dapat memberikan pandangan dan wawasan yang bijaksana. Dengarkan dan pertimbangkan saran mereka sebelum mengambil keputusan.
Ketika teman-teman kita memberikan bujukan atau tekanan untuk melakukan sesuatu yang kita tahu salah, kita harus teguh dalam prinsip dan nilai-nilai kita. Kita tidak boleh terpengaruh oleh tekanan teman untuk mengikuti jalan yang salah atau menyimpang dari kebenaran.
Ayat hafalan
Amsal 3:21 Hai anakku, janganlah pertimbangan dan kebijaksanaan itu menjauh dari matamu, peliharalah itu
Komitmenku hari ini
Aku mau waspada dengan bujukan teman yang salah, menjadi bijaksana dengan menendengarkan nasehat yang benar dan tentunya sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan.
YNP – RS