Renungan Harian, Senin 14 Agustus 2023
Makarios : berbahagialah saudara yang di berkati Tuhan
Ibrani 9:27 “Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja, dan sesudah itu dihakimi.”
Telah ditentukan oleh Tuhan untuk manusia itu mati 1x lalu dihakimi didalam penghakiman Allah.
Wahyu 1:13-17 “Dan di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. Kepala dan rambut-Nya putih bagaikan bulu yang putih metah, dan mata-Nya bagaikan nyala api. Dan kaki-Nya mengkilap bagaikan tembaga membara di dalam perapian; suara-Nya bagaikan desau air bah. Dan di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang dan dari mulut-Nya keluar sebilah pedang tajam bermata dua, dan wajah-Nya bersinar-sinar bagaikan matahari yang terik. Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata: “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir,”
Yohanes 5:22 ”Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan PENGHAKIMAN itu seluruhnya kepada Anak.”
- HAL Penghakiman
- Ibrani 10:30 “Sebab kita mengenal Dia yang berkata: “Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.” Dan lagi: “Tuhan akan menghakimi umat-Nya.“
- Matius 12:36 ”Namun, Aku mengatakan kepadamu bahwa setiap kata yang sia-sia, yang diucapkan orang, mereka akan mempertanggung-jawabkannya pada hari penghakiman.”
Yang mengucapkan ayat ini adalah Yesus ketika Dia ada dimuka bumi.
Roma 14:12 “Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang DIRINYA SENDIRI kepada Allah.
Setiap orang akan mempertanggungjawabkan dirinya sendiri kepada Allah bukan kepada pendeta ataupun gembala siding. Didalam hubungan suami istri, keduanya terpisah atau kata lain suami terlepas dari istri begitu juga sebaliknya. Semua harus memberikan pertanggungan jawab untuk apapun yang dikerjakan ataupun dilakukan.
Seperti Tape Recorder, demikianlah setiap perbuatan kita direkam oleh Allah.
Lukas 12:2-3 “Tidak ada sesuatu pun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.”
Diayat ini menjelaskan bahwa kita tidak bisa untuk sembarangan berucap kata.
Pengkhotbah 12:14 “Karena Allah akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan yang berlaku atas segala sesuatu yang tersembunyi, entah itu baik, entah itu jahat.”
Firman Allah wajib dibaca dan didengar, sebab kalau tidak diberitakan akan jadi salah besar untuk kita semua yang tahu dan paham akan kebenaran Firman Allah. Karena itu, mari renungkan Firman Tuhan. Masing – masing kita harus memberikan tanggung jawab untuk apapun yang diucapkan dan diperbuat sebab Allah yang menghakimi.
Ibrani 4:13 “Dan tidak ada suatu makhluk pun yang tersembunyi di hadapan-Nya,
sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita
HARUS memberikan pertanggungan jawab”
Ingat, Kita harus memperhatikan ayat ini, sebab apapun kata yang diucapkan, perbuatan setiap hari dan langkah jejak yang diambil akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah.
Wahyu 20:11-15 “Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.
Ada contoh didalam Alkitab yang terdapat di Lukas 16:19-31 menjelaskan tentang Lazarus dan Orang Kaya, yang Lazarus masuk surga dan Orang kaya masuk neraka. Semua ini terjadi karena perbuatan – perbuatan yang dilakukan semasa hidup. Setiap apa yang dikatakan di Wahyu 20:11-15 adalah hal – hal yang akan dialami oleh manusia nanti jika masuk kedalam lautan api, neraka kekal atas segala perbuatan jahat yang dilakukan
Firman Allah yang merupakan kenyataan. Untuk dilakukan atau tidak Kembali lagi kepada pribadi masing – masing. Sebab apapun yang dikerjakan akan dipertanggung jawabkan masing – masing dihadapan Allah.
Menurut C.S LEWIS “ADA 2 KELOMPOK ORANG” yaitu
- Yang berkata Bukan Kehendaku yang yang jadi melainkan Kehendak-Mu yang jadi
- Kehendakku yang jadi bukan Kehendak-Mu.
Ketika mereka dilemparkan kedalam lautan api, Allah berfirman “bukan kehendakku yang jadi melainkan kehendakmu”. Jadi kalau ada orang yang masuk neraka itu bukan kehendak Allah tapi kehendak diri sendiri. Kenapa dia tidak mau terima Tuhan dan tidak mau dengar firman Tuhan tapi melakukan kehendaknya sendiri
KARENA ALLAH MENCIPTAKAN NERAKA UNTUK IBLIS DAN PARA MALAIKATNYA, BUKAN UNTUK MANUSIA. JADI KALAU ADA MANUSIA DI DALAM NERAKA BERARTI ITU ADALAH PILIHAN MEREKA SENDIRI.
Sebab Allah mengkehendaki setiap orang menikmati hidup yang kekal, menikmati sorga. Kalau ada orang didalam neraka itu adalah pilihan mereka sendiri.