Elohim Ministry anak “Kentang yang Busuk”

“Kentang yang Busuk”



Renungan Harian Anak, Jumat 01 September 2023

Syalom selamat pagi Elohim kids? Apa kabarnya hari ini? Kiranya Tuhan Yesus Kristus senantiasa menyertai dan melindungi adik-adik semua.

Suatu kali diadakan retreat sekolah dl sebuah villa. Karena bertujuan untuk pembinaan. maka retreat itu diadakan hampir selama sepekan, saat libur sekolah. Saat acara retret sekolah berlangsung. Ibu Guru mengadakan permainan. Setiap anak diminta membawa kantong plastik transparan atau karung bekas tempat beras satu buah dan kentang. Masing masing kentang tersebut diberi nama berdasarkan nama orang yang mereka benci. Sehingga jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa, tergantung jumlah orang yang mereka benci.

Pada hari yang disepakati masing-masing anak membawa kentang dalam kantong plastik atau karung beras. Ada yang membawa 2 kentang, ada yang 3 bahkan ada yang 5. Seperti perintah guru mereka tiap-tiap kentang di beri nama sesuai nama orang yang mereka benci. Aturan permainan itu, setiap anak harus membawa kantong plastik atau karung beras berisi kentang itu, ke mana pun mereka pergi, selama kegiatan retret berlangsung. Bahkan ke toilet sekalipun, mereka harus membawa kentang-kentang tersebut. Hari berganti hari, kentang-kentang itu pun mulai membusuk, anak-anak mulai mengeluh, apalagi yang membawa lebih dari 5 buah kentang, selain berat baunya pun juga tidak sedap.

Pada hari terakhir retret, anak-anak merasa lega, karena penderitaan mereka akan segera berakhir. “Bagaimana rasanya membawa kentang selama satu minggu?” tanya Bu Guru. Keluarlah keluhan dari para peserta retret tersebut, pada umumnya mereka tidak merasa nyaman harus membawa kentang-kentang busuk tersebut ke mana pun mereka pergi. Guru pun menjelaskan apa arti dari permainan yang mereka lakukan. Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa, apabila kita tidak bisa memaafkan orang lain. Sungguh sangat tidak menyenangkan membawa kentang busuk ke mana pun kita pergi. Itu hanya satu minggu, bagaimana jika kita membawa kebencian itu seumur hidup kita? Alangkah tidak nyamannya…”

Memaafkan adalah salah satu bentuk kasih yang paling indah dan kuat dalam hidup kita. Ketika kita memaafkan seseorang, kita melepaskan perasaan marah dan kebencian yang bisa merusak hati kita. Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk berlaku penuh kasih dan memaafkan, seperti kasih dan pengampunan yang diberikan-Nya kepada kita.

Adik-adik Tentu saja, tidak selalu mudah untuk memaafkan. Namun, saat kita memilih untuk memaafkan, kita juga membuka pintu bagi pemulihan hati. Memang memaafkan bukan berarti kita lupa apa yang telah terjadi, tetapi dengan memaafkan kita sedang memilih untuk tidak membiarkan amarah dan ketidakbaikan menguasai hati kita.

Ketika kita memaafkan kita sedang membuang sampah dari hati kita, memaafkan adalah hadiah yang kita berikan bagi hati kita, jangan biarkan sampah kemarahan mengotori hati kita.

Ayat Hafalan

Kolose 3:13 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain.

Komitmenku hari ini

Aku tidak mau menyimpan sampah kesalahan dalam hatiku, aku mau belajar mengampuni. Mengampuni adalah hadiah yang terbaik dalam hatiku

Tuhan Yesus memberkati

YNP – YC

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *