Renungan Harian Anak, Sabtu 06 Juni 2026
Syalom, adik-adik Elohim Kids! Adik-adik, apakah kalian pernah diingatkan oleh orang tua atau guru untuk tidak melakukan sesuatu karena itu berbahaya? Apakah kalian langsung taat atau justru tetap melakukannya?
Beberapa hari terakhir kita belajar tentang Raja Yosia. Yosia dikenal sebagai raja yang mengasihi Tuhan, membaca firman Tuhan, menghancurkan berhala, dan mengajak seluruh rakyat untuk menyembah Tuhan dengan setia. Namun, tahukah adik-adik? Walaupun Yosia adalah raja yang baik, ia pernah membuat satu kesalahan besar karena tidak mau mendengarkan nasihat yang diberikan kepadanya. Dari kisah ini kita belajar bahwa ketidaktaatan dapat membawa akibat yang tidak baik.
Karena itu, hari ini kita akan belajar mengapa Tuhan ingin kita menjadi anak-anak yang mau mendengar dan taat.
Ada seorang anak bernama Dimas yang sedang bermain sepeda. Sebelum berangkat, ayahnya berkata, “Dimas, jangan bermain terlalu dekat dengan jalan raya karena banyak kendaraan lewat dan itu berbahaya.” Tetapi Dimas merasa dirinya sudah pandai bersepeda. Ia berpikir, “Ah, Ayah terlalu khawatir. Aku pasti baik-baik saja.” Akhirnya Dimas tetap bermain di dekat jalan raya. Saat sedang asyik bersepeda, ia hampir tertabrak kendaraan yang melintas dengan cepat. Untung saja ia sempat menghindar. Setelah itu Dimas sadar bahwa nasihat ayahnya diberikan karena ayah mengasihinya dan ingin melindunginya. Begitu juga dengan Tuhan. Tuhan memberikan firman-Nya bukan untuk membatasi kita, tetapi untuk menjaga dan menuntun kita kepada jalan yang benar.

Dalam 2 Tawarikh 35:20-24 diceritakan bahwa Raja Yosia pernah menghadapi Raja Nekho dari Mesir. Saat itu Raja Nekho sebenarnya tidak ingin berperang melawan Yosia. Bahkan ia mengirim pesan supaya Yosia tidak ikut campur dalam peperangan tersebut. Nekho juga memperingatkan Yosia agar tidak menentang rencana yang berasal dari Tuhan. Namun sayangnya, Yosia tidak mau mendengarkan nasihat itu. Ia tetap maju berperang. Akibatnya, Yosia terluka oleh panah para pemanah dan akhirnya meninggal dunia. Kisah ini mengajarkan bahwa bahkan orang yang mengasihi Tuhan pun bisa membuat kesalahan jika tidak mau mendengarkan nasihat yang benar.

Adik-adik, Tuhan sering berbicara kepada kita melalui firman Tuhan, orang tua, guru, hamba Tuhan, atau orang-orang yang mengasihi kita. Ketika mereka mengingatkan kita untuk berkata jujur, tidak berbohong, rajin belajar, tidak membalas kejahatan, atau menjauhi hal-hal yang buruk, sebenarnya Tuhan sedang menolong kita melalui mereka. Sayangnya, kadang kita merasa sudah tahu segalanya. Kita ingin melakukan apa yang kita mau tanpa mendengarkan nasihat. Sikap seperti itu dapat membawa masalah dan membuat kita jauh dari kehendak Tuhan.
Firman Tuhan dalam Amsal 12:15 berkata: “Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.” Anak yang bijaksana bukanlah anak yang selalu merasa dirinya benar, tetapi anak yang mau belajar, mendengar, dan taat kepada nasihat yang baik.Tuhan senang ketika kita memiliki hati yang rendah hati dan mau dipimpin oleh-Nya.
Hari ini cobalah belajar menjadi anak yang mau mendengar dan taat. Ketika orang tua meminta kita merapikan kamar, segera lakukan dengan sukacita. Saat guru memberikan arahan di sekolah, dengarkan dengan baik. Ketika membaca Alkitab dan mengetahui sesuatu yang harus diperbaiki dalam hidup kita, mintalah pertolongan Tuhan untuk melakukannya. Semakin kita belajar taat dalam hal-hal kecil, semakin Tuhan membentuk kita menjadi anak yang bijaksana dan berkenan kepada-Nya.
Kesimpulan Renungan
Raja Yosia adalah raja yang mengasihi Tuhan, tetapi pada suatu waktu ia membuat kesalahan karena tidak mau mendengarkan nasihat yang diberikan kepadanya. Dari kisah ini kita belajar bahwa ketidaktaatan dapat membawa akibat yang tidak baik. Tuhan memberikan firman-Nya dan orang-orang di sekitar kita untuk menolong, melindungi, dan menuntun kita ke jalan yang benar. Karena itu, marilah kita menjadi anak-anak Tuhan yang rendah hati, mau mendengar nasihat, dan taat kepada kehendak-Nya setiap hari.
Ayat Hafalan
📖 Amsal 12:15 “Jalan orang bodoh lurus dalam anggapannya sendiri, tetapi siapa mendengarkan nasihat, ia bijak.”
Komitmenku Hari Ini
✨ Hari ini aku mau menjadi anak yang mau mendengarkan nasihat, taat kepada orang tua dan guru, serta melakukan firman Tuhan dengan setia.
Doa Penutup
Tuhan Yesus yang baik, terima kasih untuk firman-Mu yang mengajarkanku tentang pentingnya taat. Ampuni aku jika selama ini aku sering keras kepala dan tidak mau mendengarkan nasihat yang baik. Tolong aku supaya memiliki hati yang rendah hati, mau belajar, dan taat kepada orang tua, guru, serta firman-Mu. Pimpin langkahku agar aku selalu berjalan di jalan yang Engkau kehendaki. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Hikmat Hari Ini
✨ Anak yang bijaksana bukanlah anak yang selalu merasa benar, tetapi anak yang mau mendengarkan nasihat dan taat kepada Tuhan.
YNP – IFM
Shalom Adik-adik dan orang tua! Yuk adik-adik hadir dan belajar bersama dalam:
🌟 IBADAH ANAK ELOHIM 🌟
Dengan tema “Bukan Emas dan Perak, Tetapi Tuhan”
Belajar dari Petrus dan Yohanes Menolong Orang Lumpuh

Mari belajar bahwa untuk menjadi berkat, kita tidak harus memiliki banyak uang. Tuhan dapat memakai apa yang kita miliki untuk menjadi berkat bagi sesama
Yuk datang pada :
📅 Hari/Tanggal: Minggu, 07 Juni 2026
⏰ Waktu: Pukul 08.00 WIB
📍 Tempat: GPdI Elohim Batu | Jl. Diponegoro No.125 Batu
Pasti akan ada Pujian dan penyembahan yang penuh sukacita, Firman Tuhan yang membangun iman dan pastinya Aktivitas seru dan kreatif
Yuk kita mau Belajar menjadi anak yang peduli dan suka menolong
Ayo ajak teman-temanmu dan datang bersama keluarga! 😄
Sampai jumpa di Ibadah Anak Elohim!
❤️ Tuhan Yesus memberkati ❤️