Elohim Ministry umum I am Blessed

I am Blessed



Renungan Harian Jumat, 22 September 2023

I AM BLESSED ? REALLY…….?

Belakangan ini, ada salah satu hashtag yang viral/ populer di media sosial. Sebenarnya, hashtag ini bukanlah sesuatu yang baru, bukan juga sebuah istilah yang baru.

Hashtag itu adalah #blessed atau dalam bahasa Indonesia adalah #diberkati. Ada sekitar 72 juta konten yang diberi hashtag #blessed. Masing-masing orang mengungkapkan beragam hal yang menurut mereka itu berkat. Ada yang mengunggah benda-benda hadiah, liburan mewah, dan foto-foto kebersamaan bersama teman dan keluarga.

Sebagai orang percaya, tentu kita sering menggunakan kata “berkat” atau “diberkati”

Berkat yang kita sebutkan itu tidak hanya bicara mengenai apa yang kita miliki ataupun tentang harta materi.

APAKAH benar-benar kita seorang yang DIBERKATI ?

  • Apakah PEMAHAMAN yang kita MILIKI yang membuat kita menyebut diri kita sebagai orang yang DIBERKATI ?
  • Apakah SIKAP yang dapat dikenali dari seseorang yang menyebut dirinya sebagai seorang yang DIBERKATI ?

Lil Wayne, seorang penyanyi RAP peraih Grammy, yang lahir di New Orleans, Louisiana, Amerika Serikat, pernah meng-quote, ‘I’m blessed and I thank God for every day for everything that happens for me.’ Terjemahan bebasnya, ‘Saya diberkati dan saya bersyukur kepada Tuhan setiap hari atas segala sesuatu yang terjadi dalam diri saya.’

  • Dalam konteks umum, “berkat” itu tidak bicara tentang kecukupan materi semata, kata “berkat” sebagai “sesuatu yang mendatangkan sukacita dan rasa syukur”.
  • Kamus bahasa Inggris Oxford mendefinisikan kata “berkat” sebagai “sesuatu yang dikuduskan”, atau “dianugerahkan perkenanan dari yang Ilahi”.
  • Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikan kata “berkat” sebagai “karunia Tuhan yang membawa kebaikan dalam hidup manusia”.

Alkitab katakan tentang berkat yang sesungguhnya

Efesus 1:3 mengatakan pada kita demikian, “Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.”

Mungkin seseorang akan berpikir bahwa lewat ayat ini, Tuhan menjanjikan kita kelimpahan hal-hal materi seperti liburan dan hadiah-hadiah, atau jaminan untuk mendapatkan teman-teman dan keluarga yang saling mengasihi.

Namun, sekalipun hal-hal itu merupakan bagian dari berkat dari Tuhan (Matius 7:11, Yakobus 1:17, Lukas 11:13), NAMUN, hal-hal itu bukanlah “segala berkat rohani” yang dimaksud Alkitab.

Jadi, apakah segala berkat rohani itu? Dalam Efesus 1:4-13, Paulus menjelaskan bahwa kita diberkati karena

  • Tuhan telah memilih kita sebelum dunia ini dijadikan (ayat 4).
  • Di dalam-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa (ayat 7).
  • Setelah Tuhan menebus kita dari dosa, Dia menyatukan kita dalam Kristus (ayat 10).
  • Terakhir, kita diberkati karena kita dimeteraikan dalam janji Roh Kudus (ayat 13).

Sesungguhnya, kita diberkati karena kita telah diselamatkan oleh Tuhan.

Jadi, bagaimana seharusnya tanggapan kita?

#blessed adalah sebuah status yang Allah Bapa yang berikan kepada kita atas apa yang sudah dilakukan-Nya melalui Yesus Kristus.

Fokus kita bukan lagi kepada keuntungan apa yang dapat kita terima, melainkan respons kita harus memuliakan keagungan-Nya. Kita bergembira karena Tuhan, bukan karena pemberian-pemberian-Nya.

Mampu bersyukur dalam keadaan bagaimana pun, ADALAH sebuah BERKAT
Jadi, teruslah bersyukur dalam keadaan apapun. Dan Jangan pernah memberi syarat untuk bersyukur.

Jadi bagaimana kita dapat mengucap syukur ?

1.    Ingatlah bahwa Selalu ada hal untuk disyukuri

Siapapun kita, seberat apapun hari yang kita lalui, bahwa selalu ada hal untuk disyukuri. Ketika kita masih diberikan kesehatan mengucap syukurlah, ketika kita masih memiliki rumah untuk berlindung, teman yang mengasihi kita, bahkan ketika kita masih diberikan nafas kehidupan, mengucap syukurlah.

2.    Segala Sesuatunya Mendatangkan Kebaikan

(Roma 8:28a)Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia”.

Ketika kita mengasihi Tuhan, kita melakukan kehendakNya dan dalam hal ini kita mengucap syukur. Ingatlah bahwa Allah selalu merancangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi dia, bagi setiap pribadi yang melakukan kehendak Allah, setiap pribadi yang mengucap syukur.

Pdt. Budi Wahono

1 thought on “I am Blessed”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *