Renungan Harian Youth, Jumat 08 Desember 2023
Syalom rekan-rekan Youth semuanya, bagaimana kabarnya hari ini semoga rekan-rekan semuanya dalam keadaan baik dan sehat
Rekan-rekan Isi hati manusia dapat dilihat dari pilihan hidupnya, terutama dalam hal penggunaan uang. Entah kita setuju atau tidak namun faktanya adalah demikian. Karena itu tepat apa Tuhan Yesus ajarkan didalam
Matius 6:19-21 (TB) “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.
Dalam ayat-ayat ini, Yesus mengajarkan kepada kita tentang pentingnya mengumpulkan harta di sorga. Harta duniawi akan rusak dan musnah, tetapi harta sorgawi akan kekal selamanya. Harta sorgawi adalah hal-hal yang kekal, seperti kasih, sukacita, dan damai sejahtera. Harta-harta ini dapat kita peroleh dengan hidup dalam hubungan yang baik dengan Allah dan sesama.
Orang yang menggunakan uangnya untuk kepentingan pribadi dan kenikmatan duniawi menunjukkan bahwa hatinya juga tertuju pada hal-hal tersebut.
Sebaliknya, orang yang menggunakan uangnya untuk membantu orang lain menunjukkan bahwa hatinya tertuju pada hal-hal yang baik dan mulia. Seseorang bisa saja menjadi baik karena belum ada kesempatan untuk berbuat jahat. Oleh karena itu, penting untuk menjaga hati kita dengan memberi. Karena itu ketika kita melatih diri kita untuk mau berbagi dan memberi sebenarnya itu untuk melatih hati kita supaya tidak berpaut dan terikat dengan harta dunia. Ketika kita memberi, kita sedang menaburkan benih dari Tuhan sendiri, yang akan tumbuh sesuai dengan apa yang Tuhan rancangkan. Memberi adalah tindakan yang menunjukkan bahwa kita percaya dan bergantung sepenuhnya pada Tuhan.
Mantan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill bercerita: “Pada suatu hari saya naik taksi ke kantor BBC untuk sebuah wawancara. Ketika saya sampai di sana saya meminta supir taksi untuk menunggu 40 menit. Tetapi ia meminta maaf dan mengatakan bahwa ia tidak bisa menunggu karena ia ingin pulang untuk mendengarkan pidato Winston Churchill. Saya sangat terpesona dan senang ada orang yang ingin mendengarkan pidato saya! Jadi saya berikan kepadanya 20 Pound Sterling, jumlah yang sangat besar waktu itu, tanpa saya menceritakan jati diri saya. Ketika ia menerima uang itu, ia mengatakan: Saya siap menunggu berjam-jam sampai Anda kembali, Tuan. Saya tidak peduli dengan Churchill!”
Ketika seseorang memiliki banyak uang, ia akan menunjukkan wujud aslinya. Prinsip, nasionalisme, keluarga, bahkan pembunuhan bisa terjadi karena uang. Musuh bisa jadi teman, teman bisa jadi musuh. Orang bisa diperbudak oleh uang. Oleh karena itu, mari kita periksa hati kita dengan jujur.
Harta kita berada di mana? Di bumi atau di sorga? Harta sorgawilah yang akan kita bawa pulang, sedangkan harta duniawi akan habis dimakan ngengat dan karat.
Rekan-rekan youth, apakah kita akan datang kepada Allah dengan tangan hampa? Adalah hal yang menyedihkan dan memalukan jika kita tidak membalas kasih Allah dengan hidup menyenangkan diri sendiri yang mendukakan Allah. Kita akan menjadi manusia yang tidak tahu diri jika kita bersikap demikian.
Suatu saat Dr. George W. Truett, seorang pendeta Amerika, pernah diundang makan oleh seorang pemilik minyak di Texas. Setelah makan, orang tersebut mengajak pendeta itu naik ke atas atap rumahnya. Dia berkata, “Pendeta Truett, 25 tahun yang lalu saya datang ke tempat ini tanpa sepeser pun. Kini, saya memiliki semuanya yang dapat Anda lihat.” Dia menunjuk ke arah selatan, di mana ada pengeboran minyak. Dia menunjuk ke arah utara, di mana terdapat sawah dan ladangnya. Dia menunjuk ke arah barat, ke ternaknya. Dan dia menunjuk ke arah timur, ke hutan belantara yang luas.
“Saya datang tanpa sepeser pun,” katanya, “tetapi saya telah bekerja keras dan menabung. Kini, saya memiliki semuanya yang dapat dilihat.” Orang itu diam sejenak, mengharapkan kata-kata pujian dari pendeta Truett. Namun, dia terkejut sekali ketika tiba-tiba pendeta itu memeluknya dan berkata, “Sahabatku, berapa banyak yang Anda miliki di sana?” sambil menunjukkan tangannya ke atas ke arah langit. Orang itu menundukkan kepalanya dengan rasa malu dan berkata, “Saya tidak pernah memikirkan tentang hal itu.”
Betapa pentingnya bagi kita untuk menyimpan harta kita di surga.
Hiduplah bagi Allah dan bukan untuk dunia yang akan binasa. Mari kita belajar bahwa harta duniawi tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan harta surgawi. Harta surgawi adalah hal-hal yang kekal, seperti kasih, sukacita, dan damai sejahtera.
Roma 14:17, Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.
Hari ini kita belajar untuk memikirkan apa yang bernilai kekal dalam kehidupan kita, renungkanlah apa yang ada didalam hati kita, kerjakan kebaikan, taburlah benih kebenaran dan lakukan dengan ketekunan.
Percayalah engkau akan menemui kebahagiaan dan kepuasan didalam hidup ini
Tuhan Yesus memberkati
YNP – SCW