Renungan harian Anak, Kamis 28 Desember 2023
Syalom adik-adik semuanya bagaimana kabarnya hari ini, semoga dihari liburan ini adek-adek dalam keadaan sehat semuanya ya … Hari ini kita akan merenungan Firman Tuhan dengan tema Menjadi Pelaku Firman Tuhan bukan hanya mendengar saja. Kakak punya sebuah cerita
Suatu kali, hujan turun dengan lebatnya, disertai guntur dan petir yang menyambar-nyambar. Lima orang bapak berteduh pada sebuah gubuk tua di pinggir sawah. Tak lama datang beberapa anak kecil, ikut berteduh di sana. Kemudian mereka mulai mengobrol sambil menunggu hujan reda. “Kalau semisal tiba-tiba petir menyambar gubuk ini, apa yang akan kita lakukan?” tanya Pak Joko pada kawan-kawannya. “Aku akan menolong anak-anak itu,” sahut Pak Siswo. “Aku akan berdoa, lalu menggendong anak-anak itu ke luar,” jawab Pak Agus. Belum lagi mereka selesai berbicara, tiba-tiba terdengar suara dentuman yang keras.. duar….duarrrr…. ternyata ada kilat yang menyambar pohon dekat pohon itu. Adik-adik tahu apa yang terjadi. Semua orang lari tunggang langgang menyelamatkan dirinya, lupa untuk mengajak anak-anak kecil yang tertinggal dalam gubuk itu. Beruntung saat itu ada seorang anak muda yang baru saja juga berteduh digubuk itu langsung mengajak anak-anak itu berlari ke tempat yang lebih aman.
Dari cerita ini faktanya adalah banyak orang pintar untuk berkata-kata. Tapi sedikit orang yang bisa melakukan apa yang telah diucapkannya dalam perbuatan nyata. Tuhan Yesus tidak ingin kita menjadi seperti gong yang berkumandang dan canang yang bergemerincing saja, tapi kita juga bisa menjadi pelaku Firman yang sejati.
Menjadi pelaku Firman Tuhan memang bukanlah hal yang mudah seringkali ada banyak tantangannya, tetapi Tuhan memberikan janji bahwa jika kita setia dalam mendengar dan melaksanakan Firman-Nya, kita akan menjadi orang yang bijaksana. Itu berarti kita tidak hanya mengetahui kebenaran Firman Tuhan, tetapi juga melakukannya dalam tindakan sehari-hari.
Tuhan Yesus mengajar dalam Matius 7:24-25, “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
Rumah yang kokoh yang dibangun di atas batu. Rumah itu tidak akan roboh meskipun badai datang menerpa. Berbeda dengan Rumah yang dibangun diatas pasir. Begitu pula dengan hidup kita. Ketika kita membangun fondasi hidup kita di atas Firman Tuhan, kita menjadi kuat dan teguh dalam menghadapi segala situasi. Ketika kita membaca Firman Tuhan, kita menemukan banyak ajaran dan petunjuk yang memberikan panduan bagaimana kita seharusnya hidup. Misalnya, mengasihi kepada sesama, rendah hati, kesabaran, dan banyak nilai-nilai hidup anak Tuhan lainnya. Semua itu merupakan bagian dari Firman Tuhan yang memandu kita untuk hidup yang sesuai dengan kehendak-Nya.
Ayat Hafalan :
Yakobus 1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.
Komitmenku hari ini
Aku mau membangun fondasi hidupku dengan benar dengan mau menjadi palaku Firman Tuhan.
YNP – RS