Renungan Harian Anak, Kamis 15 Maret 2024
Syalom adik-adik semuanya, bagaimana kabarnya hari ini semoga kalian dalam keadaan yang sehat. Sudah siap merenungkan Firman Tuhan? Yuk siapkan hati dan pikiran kita untuk diberkati Firman Tuhan hari ini
Siang itu Yanti tampak sangat kesal dan marah! Apa yang terjadi? Dia kesal karena Nana dimaafkan oleh pak guru setelah ketahuan menyontek. “Ini tidak adil!” umpatnya. “Tidak adil bagaimana Yanti?” tanya Rani. “Pak guru tidak seharusnya memaafkan Nana. Nana harusnya tidak diberi nilai dan dihukum karena jelas-jelas menyontek!” jawab Yanti. Rani berkata, “Iya, Nana tadi memang kedapatan menyontek, tapi pak guru sudah memberinya peringatan terakhir, kok. Pak guru masih memberinya kesempatan. Rani berkata lagi, “Jangan marah. Coba kamu ingat, dulu kamu juga pernah dimaafkan pak guru, bukan?” Yanti mencoba mengingat-ingat kesalahannya beberapa hari lalu. “Benar, waktu itu aku lupa mengerjakan PR tapi pak guru tidak menghukumku,” kata Yanti dalam hati.
Seringkali, kita merasa marah ketika sesuatu tidak sesuai dengan keinginan kita. Marah itu perasaan wajar yang ada dalam diri kita, namun kita tidak boleh memakai kemarahan kita untuk menyakiti orang lain apalagi sampai menjadi iri hati kepada orang lain. Seperti yang dialami oleh Yanti, Tuhan mau kita tidak menjadi lekas marah karena kemarahan tidak mengerjakan kebaikan.
Yakobus 1:20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah
Adik-adik dalam Yunus 4 :1-11 Yunus juga kesal dan marah karena Tuhan mengampuni orang-orang Niniwe. Tetapi Firman Tuhan menyatakan bahwa Kasih Tuhan tidak terbatas dan Dia mengasihi semua manusia berdosa. Tuhan tidak ingin manusia ciptaan-Nya binasa karena dosa. Asal mereka bertobat dan mengakui dosanya, maka Tuhan akan mengampuni mereka.

Namun Yunus masih kesal dan marah. Hatinya juga panas. Lalu ia pergi meninggalkan Niniwe dan mendirikan sebuah pondok sambil menantikan apa yang akan terjadi pada Niniwe. “Pokoknya Niniwe harus dihukum,” katanya kesal. Tuhan menumbuhkan sebuah pohon jarak yang rimbun agar Yunus dapat berteduh. Yunus sangat senang! Tapi keesokan harinya Tuhan menyuruh seekor ulat dan memakan habis pohon itu. Yunus sangat marah! Tuhan berkata, “Mengapa kamu marah? Kamu menyayangi pohon itu padahal kamu tidak bersusah payah menumbuhkannya. Seperti itulah Aku menyayangi Niniwe, kota yang besar itu, yang tidak tahu kalau perbuatannya akan membuatnya binasa?”
Yunus belajar bahwa Allah adalah Tuhan yang penyayang dan pengampun. Meskipun Yunus marah, Allah tetap mengasihi dan memahami kelemahan manusia. Sebaliknya, kita pun diajak untuk belajar memahami kehendak-Nya yang maha bijaksana dan juga mengasihi jiwa-jiwa yang belum mengenal Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat mereka.
Ayat Hafalan
Roma 10:15b “Betapa indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik!”
Komitmenku hari ini
Kasih Tuhan tidak terbatas, aku juga mau memiliki hati yang mengasihi kepada semua orang supaya mereka mengenal kasih Tuhan.
Tuhan Yesus memberkati
YNP – RS