Elohim Ministry umum Pilihan Kehidupan

Pilihan Kehidupan



Renungan harian Jumat, 31 Mei 2024

Syalom bapak ibu yang dikasihi oleh Tuhan, semoga kasih dan anugerah Allah senantiasa dilimpahkan dalam kehidupan kita

Jika kita merujuk kepada Kejadian Kejadian 13:10, Apakah Lot membuat pilihan yang tepat ?

Ketika Terjadi kekeringan di tanah Kanaan sehingga rombongan Abraham mengungsi ke Mesir selama beberapa waktu. Setelah mereka kembali lagi ke Kanaan, terjadi perselisihan antara para penggembala yang bekerja untuk Abraham (bapak orang beriman) dengan yang bekerja untuk Lot karena tempat kediaman mereka tidak cukup luas untuk mereka berdua yang memiliki harta dan hewan ternak melimpah. Lot kemudian memilih pindah ke kota-kota di kawasan lembah Yordan dan berkemah di dekat sodom. Abraham sendiri kemudian pindah di dekat Hebron. Beberapa tafsiran Alkitab menyebutkan bahwa dalam memilih tempat baru, Lot dianggap lebih mendahulukan perhitungan materi. Hal ini karena dia memilih menetap di dekat Sodom lantaran kesuburan tanah, mengabaikan kenyataan bahwa penduduknya suka berbuat jahat

Keputusan Lot yang memilih tinggal di dekat Sodom memiliki konsekuensi yang melibatkan kehidupan yang mungkin terlihat menyenangkan di awal, tetapi pada akhirnya membawa pada peristiwa bencana. Sodom yang kemudian terkenal karena kehidupan yang keji dan akhirnya dihancurkan oleh Tuhan. Meskipun Lot memilih tanah yang subur, namun akhirnya kehilangan lebih dari yang dia dapatkan. Sedangkan keputusan Abraham dengan kesederhanaannya memilih tinggal di padang gurun akhirnya diberkati oleh Tuhan. Keputusan yang penuh keyakinan untuk melihat visi masa depan dalam mengutamakan nilai-nilai jangka panjang, ini membuktikan bahwa terkadang kita perlu mengorbankan kepuasan segera demi masa depan yang lebih baik.

Membuat Pilihan yang Tepat

Setiap hari, kita berhadapan dengan banyak pilihan. Saat terbangun di pagi hari, kita sudah harus membuat pilihan. Mau segera bangun, atau tidur kembali. Ketika kita bangun pun, kembali kita harus memilih apa yang kita akan lakukan, bersaat teduh, membersihkan rumah, pergi ke dapur, atau bersiap untuk memulai rutinitas pagi. Jadi, benarlah jika dikatakan bahwa hidup adalah pilihan. Itulah sebabnya mengapa memilih dengan benar sangat penting.

Pertanyaannya, sudah tepatkah pilihan kita ?

 Kita memiliki kebebasan untuk memilih. Faktanya, Alkitab sendiri mengajarkan bahwa kita bebas untuk memilih.

Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini; kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu.” Ulangan 30:19

Namun, setiap pilihan memiliki konsekuensi

Ayat ini mengisahkan tentang Musa yang sedang memberi pilihan kepada bangsa Israel, untuk mematuhi hukum Tuhan atau menolaknya. Mereka tidak dipaksa; mereka boleh memilih. Memilih kehidupan atau kematian, berkat atau kutuk

Di Inggris Ada sebuah Sungai Bolton Strid yang Indah dan Mematikan, Sungai ini sangat menawarkan pemandangan yang menawan. Bolton Strid memiliki air jernih dan tenang, dengan lebar 1,8 meter. Siapapun yang datang pasti tergoda untuk berfoto atau menceburkan diri ke dalamnya. Bolton Strid, sebuah sungai kecil yang ada di wilayah Yorkshire, Inggris. Letaknya di antara Barden Tower dan Bolton Monastery. Bolton Strid terkenal sebagai sungai pelahap manusia. Bolton Strid merupakan salah satu jebakan alam paling berbahya. Mengapa sungai ini sangat berbahaya? Ternyata, di balik ketenangannya, di bawah Bolton Strid mengalir arus yang kuat dengan banyak goa dan terowongan. Siapapun yang masuk ke sungai tersebut akan tersedot, terbawa arus yang kuat.

Amsal 15:21 Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.

Kelihatannya baik-baik saja, dan tidak ada salahnya. Namun, seperti kata ayat di atas, bisa jadi pilihan itu berujung pada maut. Kelihatannya baik-baik saja, Masalahnya, jika kita tidak hati-hati, kita bisa terkecoh. Mungkin kita berpikir, pilihan hidup saya itu logis kok. Saya ingin sukses, membahagiakan keluarga, punya harta sehingga tidak hidup susah.

Salahnya di mana? Yang salah adalah ketika kita terobsesi untuk mencapai itu semua, sampai melupakan hal terpenting, yaitu meninggalkan keintiman dengan Tuhan, bahkan kompromi dengan dosa, sehingga Kita pun tidak lagi dapat mengasihi Tuhan dengan sepenuh hati. Dan Tanpa sadar, rohani kita pelan-pelan melemah, bahkan mati.

Pengkhotbah 3:12 Aku tahu bahwa untuk mereka tidak ada yang lebih baik daripada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka.

1 Yohanes 2:17 Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.

Seperti dikatakan ayat di atas, semua kesenangan dan kenikmatan dunia itu semu dan sementara. Cara hidup seperti ini pada akhirnya tidak memberi apa-apa kepada kita.

Sekarang kita beralih pada pilihan yang membawa kepada hidup.

Yosua 24:15 Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada Tuhan, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; allah yang kepadanya nenek moyangmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada Tuhan!

Pada ayat di atas Yosua mengumumkan kepada bangsa Israel bahwa mereka boleh memilih untuk menyembah Allah atau allah lain. Dan, Yosua menegaskan bahwa ia dan seisi rumahnya akan beribadah hanya kepada Tuhan.  Ini tentu bukan pilihan yang mudah. Namun, Yosua tetap memilih untuk menyembah Tuhan. Namun, Yosua memilih untuk tetap menyukakan hati Tuhan, karena dari Dialah Yosua mendapatkan hidup.

Pada akhirnya, kita harus menentukan pilihan. Sudah tepatkah pilihan kita ? Jangan salah pilih, pilihlah pilihan menuju hidup

Rangkuman EFF
Pdt. Budi Wahono

Bacaan Alkitab hari ini : Kitab Hakim-Hakim Pasal 6 dan 7

https://elohim.id/bacaan-alkitab-jumat-31-mei-2024/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *