Elohim Ministry anak “SUKACITA UNTUK MEMBERI”

“SUKACITA UNTUK MEMBERI”



Renungan Harian Anak, Sabtu 20 Juli 2024

Halo adik-adik! Syalom! Bagaimana kabar kalian hari ini? Semoga semuanya dalam keadaan baik dan sehat.

Adik-adik Pernahkah Kalian Memberi dengan kemudian merasa sedih atau kalian memberik dan merasakan Sukacita?

Pada suatu Minggu pagi, Lisa bersama Mama dan Papa pergi ke gereja seperti biasanya. Namun, kali ini ada yang berbeda. Lisa terlihat sangat bersemangat. Pagi-pagi sekali, Lisa sudah bangun, mandi, dan berpakaian. Setibanya di gereja, mereka menyapa beberapa orang yang ditemui sambil mengucapkan selamat pagi. Setelah itu, mereka mengambil tempat duduk dan siap mengikuti ibadah. Saat ibadah dimulai, Lisa dan orangtuanya mengikuti dengan segenap hati. Setelah pujian dinaikkan, kantong persembahan diedarkan. Mama memberi Lisa uang untuk dimasukkan ke kantong persembahan seperti kebiasaan mereka pada minggu-minggu sebelumnya. Namun, kali ini Lisa menolak. Lisa berkata, “Tidak usah, Ma, mulai sekarang Lisa mau belajar memberi persembahan dari uang saku Lisa yang telah Lisa sisihkan.” Mendengar perkataan putrinya, Mama sangat senang. Sambil tersenyum Mama berkata, “Baiklah Lisa, Mama sangat senang Lisa mau menyisihkan uang saku Lisa dan belajar untuk memberi.” Perasaan bangga dan bahagia memenuhi hati Mama karena melihat putrinya mau belajar memberi dengan sukacita.

Adik-adik, memberi adalah salah satu bentuk kasih dan ketaatan. Tuhan senang ketika anak-anak-Nya mau belajar untuk memberi. Kita dapat mulai belajar memberi dengan memberi persembahan di gereja. Memberi juga dapat dilakukan dalam bentuk pertolongan, yaitu ketika kita melihat teman-teman kita atau orang lain yang membutuhkan.

Ketika ada teman yang lupa bawa uang saku, kita bisa berbagi bekal dengan mereka. Ketika ada teman yang kesulitan belajar, kita bisa membantu menerangkan. Memberi bukan hanya tentang materi, tetapi juga tentang waktu dan tenaga kita. Saat kita memberi, kita tidak boleh melakukannya dengan bersungut-sungut atau berat hati, tetapi kita harus memberi dengan hati yang bersukacita.

Alkitab menyatakan dalam Matius 5:7, “Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.” Ayat ini mengingatkan kita bahwa kemurahan hati akan membawa berkat dan kebahagiaan.

Adik-Adik, memberi tidak harus menunggu kita kaya. Kekayaan seseorang tidak diukur dari berapa banyak harta yang dimiliki, tetapi seberapa melimpah hatinya bersedia untuk memberi. Dengan memberi, kita adalah orang yang berlimpah dalam anugerah dan kemurahan. Hanya orang yang merasa kaya akan berkat Tuhan dalam hidupnya yang selalu berbahagia ketika ada kesempatan untuk memberi atau berbagi dengan hati yang tulus.

Ayat Hafalan :

2 Korintus  9:11 kamu akan diperkaya dalam segala macam kemurahan hati, yang membangkitkan syukur kepada Allah oleh karena kami.

Komitmenku hari ini :

LW – IFM

PENGUMUMAN

Jangan lupa adik-adik semuanya, untuk mengikuti ibadah Anak Elohim di Gedung Gereja ya besok hari minggu jam 8.00 … Ayo ajak teman-teman kita semuanya ya ..

Adik-adik semuanya sudah naik kelas semuanya kan, nah dikelas sekolah minggu kita juga akan naik kelas, jadi yuk kita nikmati keseruan acara kenaikan kelas dalam ibadah anak besok ya .. Ayo kita bersukacita Bersama memuji Tuhan dan juga yang paling penting kita belajar Firman Tuhan.

Sampai jumpa besok …

Tuhan Yesus memberkati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *