Renungan Harian Jumat, 06 September 2024
Matius 10 : 34-39 Sekilas tampak, perkataan YESUS membawa kontradiksi. (pertentangan antara dua hal yang sangat berlawanan atau bertentangan) YESUS yang adalah Raja Damai mengatakan bahwa kedatangan-Nya bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Kedatangan Yesus membawa damai, damai antara manusia dengan Allah dan damai di antara sesama manusia yang percaya kepada-Nya.
Namun demikian ada hal yang tak dapat dielakkan Bahwa Kedatangan Kristus ternyata membawa dampak pertentangan.
- Membawa pertentangan antara Kristus dengan anti Kristus,
- Membawa pertentangan antara orang yang percaya kepada-Nya dan yang tidak, antara gelap dan terang.
- Membawa pertentangan antara orang-orang yang tinggal dalam satu rumah atau antara orang-orang yang memiliki pertalian darah.
Bila mengikut Kristus membuat orang terpisah dari keluarganya, itu adalah harga yang ditanggungnya. Bila berdiri di atas kebenaran Kristus membuat seseorang dimusuhi keluarganya, itulah salib yang harus dipikulnya.
Kristus menuntut diri-Nya diprioritaskan lebih dari apapun, termasuk sanak keluarga sekalipun (ayat 37-38).
Ini memang tidak mudah! Akan tetapi, Ia menjanjikan bahwa pilihan itu tidak akan sia-sia.
Pilihan itu menghasilkan kualitas kemurnian iman percaya seseorang (ayat 39). Memikul salib bisa berwujud ditolak keluarga dan masyarakat. Tidak mustahil kita ditekan, diintimidasi, dioerlakukan tidak adil ditempat kita bekerja karena mempraktikkan prinsip iman kita. Namun, Kristus memberikan penghiburan kepada para murid.
Pekabaran Injil tidak akan sia-sia. Ada orang-orang yang akan menyambut mereka, menerima Kristus untuk diselamatkan. Itulah upah pelayanan mereka, yaitu Sukacita yang didapat jauh melebihi penderitaan memikul salib (ayat 40-42).
English Standart Version “Barangsiapa mempertahankan nyawanya ia akan kehilangan nyawanya, barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku ia akan memperolehnya.”
Terjemahan Bahasa Inggrisnya (ESV) lebih tepat, yaitu “Whoever finds his life will lose it, and whoever loses his life for My sake will find it.”
Lebih jelas lagi adalah terjemahan dengan interpretasi sbb: “Barangsiapa berkata bahwa ia telah menemukan hidupnya di dunia ini tanpa ada sangkut pautnya dengan Aku, ia akan kehilangan makna hidupnya, dan barangsiapa kehilangan (melepaskan) hidupnya untuk Aku, ia akan menemukan arti hidup yang sesungguhnya.” Dengan perkataan paradoks ini, Tuhan Yesus mau mengajarkan tentang apa yang dimaksud dengan “meaningless life” dan “meaningful life”.
Meaningless Life( hidup yang kehilangan makna ) Hidup yang tidak bermakna adalah hidup yang di luar relasi yang benar dengan Tuhan Yesus. Seseorang bisa saja makmur, berprestasi dan menikmati hidupnya, bahkan dianggap dunia sebagai seseorang yang sukses hidupnya; tapi di luar relasi yang benar dengan Kristus ini merupakan hidup yang tidak bermakna (bandingkan dengan Matius 16:26). Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia tetapi kehilangan nyawanya? Dan apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Meaningful Life ( hidup yang bermakna ) Hidup yang bermakna berdasarkan konteks Matius 10:39, Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
Hidup yang bermakna Mencakup 2 hal:
1. Jesus is the most precious treasure – Yesus adalah harta yang terutama. Makna hidup yang sejati adalah jika kita dapat memandang diri Yesus Kristus sebagai harta yang paling berharga di dunia ini (Matius 10:37, Filipi 3:4-8).
2. Carry the Cross. – Memikul Salib. Tuhan Yesus berkata, “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagiKu.” Memikul salib artinya kita mau menjalani kehidupan untuk kemuliaan nama Tuhan meskipun sebenarnya kita dapat menghindarinya.
Refleksi di jalan Emaus, Lukas 24:13-35
Bagi orang Yahudi dan Romawi pada saat itu, penyaliban adalah hal yang biasa. Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan dalam frustasi dan kekecewaan, dimana Kedua murid tersebut mungkin merasa frustasi ketika Yesus disalibkan. Ayat 21, Mereka frustasi dan kecewa ketika apa yang mereka harapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang terjadi. Yesuslah yang memberikan arti dari kehidupan.
Kehidupan Yesus memberikan arti penting bagi murid-murid dan bagi kebanyakan orang pada saat itu. Kehidupan dari Tuhan yang bangkit dari kematian jugalah yang memberikan hidup dan tujuan bagi kehidupan kita.
Kekristenan tanpa Kristus adalah kekristenan tak Bermakna. Pengalaman pribadi dengan Kristus mendorong kita untuk menemukan hidup yang bermakna. Hidup kita akan bermakna ketika kita mau menjalani hidup bagi Tuhan.
Galatia 6:3 “Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.”
INGAT…!!!Tatkala seseorang dipercaya untuk hidup, berarti ada TUJUAN dan RENCANA TUHAN yang indah dan luar biasa di dalamnya. Karena sejak dari semula, TUHAN telah memiliki rencana yang agung bagi kehidupan setiap manusia.
Yeremia 29:11 dikatakan, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah FIRMAN TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
“…aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” (Galatia 2:20a).
Hidup yang kita jalani ini menjadi berarti bukan karena harta atau apa yang kita miliki di dunia ini, melainkan karena kita memiliki Yesus yang menjadikan kita berarti. Marilah kita jalani hidup dengan Bermakna, sebab Tuhan telah mewarnai dan mengubah hidup kita
Pdt. Budi Wahono
Bacaan Alkitab hari ini : Kitab Ezra pasal 10 dan Nehemia pasal 1