Renungan Harian Youth, Rabu 30 Oktober 2024
Syalom rekan-rekan Youth semuanya …
Sering kali kita berpikir bahwa janji Tuhan seharusnya segera terwujud tanpa memperhitungkan waktu dan proses yang diperlukan. Namun, setiap janji Tuhan memiliki waktu dan masanya sendiri. Janji Tuhan tidak menjamin bahwa kita akan bebas dari tantangan dan pergumulan—sebaliknya, seringkali dalam perjalanan menuju penggenapan janji itu, kita justru dihadapkan pada berbagai ujian. Jalan yang Tuhan izinkan untuk kita lewati mungkin berliku, bahkan terasa panjang, tetapi Tuhan tahu jalan itulah yang terbaik agar kita sampai pada tujuan-Nya.
Jangan biarkan kekecewaan menguasai hati, tetapi belajarlah untuk bertahan dalam setiap proses yang Dia tetapkan.
Terkadang kenangan dan bayangan masa lalu bisa mengaburkan visi kita tentang masa depan yang Tuhan janjikan. Jika kita membiarkan masa lalu mendominasi pikiran kita, iman kita akan menjadi rapuh dan kehilangan keyakinan pada janji Tuhan. Godaan untuk kembali ke masa lalu yang terasa lebih nyaman bisa muncul ketika kita merasa takut atau tak pasti akan masa depan. Ketika fokus kita tersita oleh kenangan lama, kita menjadi tidak siap untuk menghadapi hari esok yang penuh pengharapan. Tuhan menginginkan kita mengalami pengalaman baru bersama-Nya setiap hari. Tetap bertahan dengan apa yang Tuhan janjikan dan jangan pernah ragu akan janji Tuhan.
Life after death is more important than life on earth. Eternity is more important than time. Where we are going to spend eternity is far more important than where and how we spend our lives on earth. The foolish person is short-sighted and thinks only in terms of this life. The wise person looks to the future and prepares for eternity.
Coba pikirkan “Pernahkah saya berada dalam situasi terburu-buru?”. Apakah jawabannya?. Tentu saja. Ketika kita merasa tergesa-gesa, emosi seringkali mudah terpancing, dan kita cenderung marah ketika ada yang menghalangi. Hal ini terjadi karena kita tidak memiliki kesabaran yang cukup untuk tetap tenang. Sama seperti dalam kehidupan rohani kita, seringkali kita tergesa-gesa dalam menginginkan sesuatu, sehingga lupa bahwa Tuhan bekerja melalui proses.
Ketergesaan membuat kita kehilangan makna dari proses yang Tuhan izinkan, dan kita pun jadi sulit bertahan.
Mengemudi dengan tergesa-gesa, misalnya, sering membuat kita abai terhadap keselamatan diri dan orang lain. Ngebut dan tidak memedulikan aturan hanyalah tindakan berbahaya, terutama bagi kita sebagai orang percaya yang seharusnya mencerminkan kesabaran dan bijaksana. Jangan pernah lupa untuk tetap bertahan dengan segala situasi, sebab dibalik semua itu Tuhan pasti sediakan yang terbaik.
The Bible says that a day is coming when each of us will have to give an account of our earthly lives to God. We may wonder how God keeps a record of everything that every man did, said and thought, during his lifetime. This record is kept by each man’s memory.
Mengemudi dengan tergesa-gesa, misalnya, sering membuat kita abai terhadap keselamatan diri dan orang lain. Ngebut dan tidak memedulikan aturan hanyalah tindakan berbahaya, terutama bagi kita sebagai orang percaya yang seharusnya mencerminkan kesabaran dan bijaksana. Ingatlah untuk
Tetap bertahan dan menjaga kesabaran dalam situasi apa pun, sebab di balik semuanya, Tuhan sedang mempersiapkan yang terbaik bagi kita.
Dalam Markus 13:13, Yesus berkata, “Kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya ia akan selamat.” Kita diminta untuk tetap bertahan dalam segala keadaan sebagai bukti iman kita kepada Tuhan. Hal ini menunjukkan kesiapan kita untuk menerima janji keselamatan dari-Nya. Siap atau tidaknya kita bukanlah karena keterbatasan Tuhan, melainkan karena keterbatasan kita. Tuhan pasti menggenapi janji-Nya, tetapi menurut cara dan waktu-Nya, bukan cara kita. Ingatlah, bukan situasi yang membentuk diri kita, melainkan bagaimana kita bertahan menghadapi situasi itulah yang akan menentukan keberhasilan kita.
Jika kita hanya memiliki kepercayaan tanpa visi yang jelas, kita akan mudah goyah. Pemahaman yang benar tentang janji Allah seharusnya mempertajam visi kita, bukan malah mengaburkannya. Biarkan pengertian yang benar akan janji Allah menguatkan langkah kita. Bertahanlah dalam setiap ujian, sebab kita tahu bahwa Kristus terlebih dulu bertahan dalam penderitaan di kayu salib untuk kita. Karena itu, kita pun dipanggil untuk bertahan dalam iman akan janji keselamatan yang Dia karuniakan.
Mari kerjakan keselamatan dari Allah dengan tetap setia melakukannya didalam sukacita kemenangan yang tak terbatas dari Allah. Jangan menjadi egois dalam menikmati sukacita besar itu, karena rencana kemenangan Tuhan diberikan untuk semua orang.
Tuhan memberikan kemenangan secara bertahap bukan karena Dia tak mampu memberi sekaligus, tetapi karena Dia tahu kita perlu waktu untuk menerimanya dengan bijaksana.
Dalam kesabaran dan ketekunan, lakukanlah segala sesuatu sesuai Firman-Nya. Tetap bertahan Bersama didalam kasih Allah dan keselamatan serta sukacita akan menjadi bagianmu.
Selamat menjalani hari dengan semangat dan kasih Tuhan. Tuhan memberkati.
Have a nice day and God Bless
LW – NDK