Elohim Ministry umum Ketaatan yang Mengubah Arah

Ketaatan yang Mengubah Arah



Renungan Harian, Sabtu 25 Juli 2026

Nats: Keluaran 3 : 10 , “Jadi sekarang, datanglah Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umatKu, orang Israel, keluar dari Mesir “.

Syalom bapak,ibu saudara yang terkasih dalam Tuhan . . . . . .

Pernahkah anda berada di Zona nyaman, lalu tiba-tiba Tuhan meminta kita melakukan sesuatu yang rasanya mustahil ? Sesuatu yang membuat kita berpikir “ Apa Tuhan tidak salah pilih orang ”? Itulah yang dialami Musa dalam Keluaran 3 : 10. Setelah 40 tahun hidup tenang sebagai gembala domba di padang gurun Median-jauh dari hiruk pikuk Mesir yang pernah memburu nyawanya -Tuhan tiba-tiba muncul di balik semak duri yang menyala. Tuhan tidak hanya menyapa, tetapi memberikan sebuah perintah yang radikal : Pergi bawa umatKu dari Mesir ! Melalui ayat ini kita akan belajar bersama tentang apa arti ketaatan sejati saat Tuhan memanggil kita.

Ketaatan Berarti Mengesampingkan Alasan Pribadi

Kalau kita membaca kelanjutan kisah ini, respon pertama Musa bukanlah sujud menyembah dan berkata “ ini aku , utuslah aku ! Sebaliknya Musa mengajukan lima alasan atau keberatan kepada Tuhan :

# Siapakah aku ini …? ( Ia Merasa tidak layak ) # Apakah yang harus kukatakan…? ( Ia Kurang pengetahuan ) # Bagaimana jika mereka tidak percaya ( ia takut ditolak )

# Aku ini tidak pandai bicara. ( ia fokus pada kekurangan fisik )

# Utuslah kiranya orang lain ( ada ketakutan yang mendalam) Contoh di Zaman sekarang : Seringkali ketika Tuhan menggerakkan hati kita untuk taat misalnya untuk mengampuni orang yg menyakiti kita , jujur dalam pekerjaan, atau melayani di gereja. Tetapi kita juga mulai menyusun daftar alasan, “ Tuhan saya sibuk “ Saya tidak punya talenta, atau Dia yang salah, kenapa saya yang harus minta maaf duluan. Point Kunci : Ketaatan sejati tidak dimulai ketika semua kondisi terasa ideal. Ketaatan dimulai saat kita memilih untuk berkata “ Ya Tuhan “ bahkan ketika logika kita memiliki seribu alasan untuk berkata. “ Tidak ”.

Ketaatan Berfokus pada Otoritas yang Mengutus, Bukan Kemampuan Diri

Perhatikan kata pertama di Keluaran 3 : 10 Jadi sekarang, datanglah, Aku mengutus engkau,…kunci dari perintah ini bukan pada kehebatan Musa, melainkan pada subyek yang mengutus, yaitu Aku (Tuhan ). Musa mengukur tugas raksasa iu dengan ukuran dirinya yang hanya seorang gembala tua. Tentu saja hasilnya minus. Namun Tuhan mau Musa mengukur tugas itu dengan ukuran kekuatan Tuhan. Tuhan tidak mencari orang yang mampu, tetapi Tuhan memampukan orang yang bersedia dipanggil dan taat.

Ada ilustrasi : Sebuah sendok perak yang indah atau sendok kayu yang sederhana tidak akan pernah bisa memindahkan sup dari mangkuk ke mulut dengan sendirinya. Sendok itu hanyalah alat , yang menggerakkannya adalah tangan orang yang lapar. Demikian pula kita, kita hanya alat ditangan Tuhan, bukan kekuatan alatnya yang penting, melainkan tangan siapa yang memegang alat tersebut.

Ketaatan mendatangkan Keajaiban dan Pembebasan

Tuhan meminta Musa taat bukan untuk menyusahkan Musa, melainkan karena ada bangsa yang sedang menangis memohon pertolongan. Ketika akhirnya Musa memilih untuk taat dan melangkah kembali ke Mesir sejarah mencatat bagaimana Tuhan bekerja :

 # Air berubah menjadi darah, laut Teberau terbelah.

# Bangsa Israel yang menjadi budak selama ratusan tahun akhirnya berjalan keluar menuju kemerdekaan. Semua keajaiban itu tidak akan pernah terjadi jika Musa bersikeras tinggal di Median bersama domba-dombanya. Ketaatan Musa menjadi saluran berkat bagi jutaan orang. Penutup Bapak,ibu, saudara sekalian Firaun di Zaman sekarang mungkin bukan lagi raja Mesir, melainkan tantangan hidup, ketakutan, ego kita atau kebiasaan buruk yang mengikat kita. Tuhan hari ini berkata kepada kita ; “ Datanglah, Aku mengutus engkau “.

Perenungan kita hari ini :

Dengarkan suara-Nya : apa yang sedang Tuhan minta anda lakukan saat ini ? Apakah itu ketaatan untuk memperbaikai hubungan keluarga ? ketaatan untuk melepaskan kepahitan? atau ketaatan untuk mulai melayani ?

Singkirkan alasan : berhentilah fokus pada apa yang tidak kita miliki, dan mulailah fokus pada Tuhan yang memiliki segalanya.

Melangkah saja : ketaatan membutuhkan langkah pertama. Musa harus berjalan kaki kembali ke Mesir sebelum dia melihat laut terbelah, langkah pertama adalah mengirim pesan teks untuk berdamai atau meluangkan waktu 10 menit untuk berdoa setiap pagi.

Hikmat hari ini: Ketika kita taat, kita sedang mengizinkan Tuhan menuliskan cerita mukjizatNya melalui hidup kita.

Tuhan Yesus memberkati

EW

JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

1 thought on “Ketaatan yang Mengubah Arah”

  1. Ketika kita taat, kita sedang mengizinkan Tuhan menuliskan cerita mukjizatNya melalui hidup kita. Amin, terima kasih Tuhan untuk berkat Mu pada pagi hari ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *