Elohim Ministry umum “Menantikan Tuhan”

“Menantikan Tuhan”



Renungan harian Kamis, 31 Oktober 2024

Ayat Pokok : Yesaya 8:17 “Dan aku hendak menanti-nantikan TUHAN yang menyembunyikan wajah-Nya terhadap kaum keturunan Yakub; aku hendak mengharapkan Dia.”

Shalom… Selamat pagi bapak, ibu dab saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.

Banyak orang tidak senang dengan kata aktifitas menanti atau menunggu, apalagi jika menanti tanpa kepastian. Waktu berjalan seolah lebih lambat dari biasanya ketika seseorang ada dalam sebuah penantian. Dia ingin agar waktu bisa berjalan lebih cepat karena menanti bukanlah aktifitas yang menyenangkan dan ingin segera beralih dari aktifitas tersebut untuk mengerjakan hal yang lain.

Menanti atau menunggu memiliki definisi “tetap di tempat sampai kejadian yang diharapkan terjadi, sampai seseorang datang, sampai giliran Anda untuk melakukan sesuatu… tidak melakukan sesuatu sampai sesuatu yang lain terjadi; tetap dalam keadaan di mana Anda mengharapkan atau mengharapkan sesuatu akan segera terjadi.”

Jika melihat definisinya seolah menyatakan bahwa aktifitas menunggu adalah tindakan yang pasif. Namun dalam konteks alkitab, menanti atau menunggu adalah kata kerja aktif. Salah satu contoh ayat yang sangat populer adalah Yesaya 40:31 teks tersebut berbunyi demikian; “tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.Kata “menanti-nantikan” Tuhan dalam bahasa asli Alkitab memiliki arti melekatkan atau melilitkan diri. Ini adalah sebuah tindakan aktif yang dikerjakan secara konsisten dan terus menerus. Awalnya bukanlah sesuatu yang mudah, namun dengan kesabaran dan ketekunan maka lilitan akan semakin kuat.

Demikian hidup kita ketika menanti-nantikan Tuhan, dengan penuh kesabaran dan dengan ketekunan terus menjalani proses penantian tersebut, tidak menjauh tetapi semakin melekat dengan DIA dalam doa dan saat teduh kita, maka kita akan semakin kuat. Dikuatkan dalam pengharapan dan iman kita bahwa pertolongan-NYA akan datang tepat pada waktunya.

Contoh yang dapat kita teladani yang terdapat dalam Alkitab adalah Yosua dan Kaleb. Mereka berdua adalah dua diantara 12 orang yang disuruh oleh Musa untuk mengintai tanah kanaan. Mereka menyaksikan bagaimana luar biasanya tanah tersebut, mereka menggandar setandan buah anggur berdua dan membawa hasil dari tanah tersebut kepada Musa dan dihadapan bangsa Israel, begitu juga dengan 10 pengintai yang lain. Namun 10 pengintai yang lain walaupun sudah melihat dan menikmati hasil dari tenah kanaan namum mereka memberitakan kabar busuk tentang tanah tersenut dan membuat tawar hati bangsa Israel, sehingga Tuhan menghukum bangsa Israel, mereka harus berputar di padang gurun selama 40 tahun sampai generasi pertama bangsa tersebut yaitu orang-orang yang lahir di mesir mati di padang gurun dan bangkit gerasi baru yang tidak mengenal mesir yang akan dibawa masuk ke tanah perjanjian, dari generasi pertama tersebut hanya Yosua dan Kaleb yang akan masuk dan menikmati tanah kanaan tersebut karena iman mereka kepada Tuhan. Selama 40 tahun mereka menanti saat dimana Tuhan akan menepati janji-NYA, membawa mereka masuk kanaan dan memilikinya.

Dengan penuh iman dan pengharapan, dalam iman yang sunguh kepada Tuhan mereka menantikan janji tersebut. 40 tahun bukanlah waktu yang singkat namun alkitab mencatat bahwa pengharapan mereka tidak menjadi pudar, iman mereka tidak menjadi lemah. Pengharapan mereka semakin kuat, iman mereka semakin teguh karena mereka terus melekatkan diri, terus mengikatkan diri kepada Tuhan. Mereka akhirnya menikmati tanah kanaan, tanah perjanjian yang sudah Tuhan janjikan kepada mereka.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan. Dalam penantian-penantian kita akan Tuhan, ketika kita menantikan Tuhan bertindak menolong kita dalam pergumulan kita, tetaplah sabar dan terus bertekun dalam penantian kita. Janganlah menjadi lemah iman kita sehingga pengharapan kita menjadi pudar. Jangan menjauhkan diri dari Tuhan tetapi terus melekat dan mengikatkan diri kita kepada Tuhan, kita akan mendapat kekuatan baru yang membangkitkan iman dan menguatkan kita untuk terus berharap datangnya pertolongan Tuhan bagi kita.

Percaya bahwa pertolongannya tepat dan indah pada waktunya. Amin.

Tuhan memberkati.

DS

Bacaan Alkitab hari ini : Kitab Mazmur pasal 55-57

https://elohim.id/bacaan-alkitab-kamis-31-oktober-2024

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *