Renungan Harian Youth, Rabu 20 November 2024
1 Raja-raja 8:58 Hendaklah dicondongkan-Nya hati kita kepada-Nya untuk hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, dan untuk tetap mengikuti segala perintah-Nya dan ketetapan-Nya dan peraturan-Nya yang telah diperintahkan-Nya kepada nenek moyang kita.
Pada masanya, Salomo adalah raja yang amat kaya raya dan berkuasa penuh. Ia termasyhur sampai ke seluruh dunia. Namun demikian, dalam semua kejayaannya, Salomo tak meletakkan jaminan pada semua yang ia miliki. Alih-alih pada harta dan kuasanya, Salomo justru meletakkan seluruh jaminannya ke dalam tangan Tuhan. Ia menegaskan dengan suara nyaring bahwa Tuhanlah yang telah memberikan tempat perhentian bagi umat-Nya.
Nas hari ini merupakan bagian dari doa Raja Salomo ketika ia merayakan pembangunan Bait Allah di Yerusalem. Latar belakangnya adalah Raja Salomo telah menyelesaikan pembangunan Bait Allah, suatu proyek besar yang dimulai oleh ayahnya, Raja Daud. Ketika Raja Salomo merayakan penyelesaian Bait Allah ini, ia mengajukan doa kepada Tuhan.
Dalam doanya, Raja Salomo mengakui kedaulatan dan kebesaran Tuhan, sambil memohon agar Tuhan tetap menyertai bangsa Israel seperti yang Dia lakukan terhadap nenek moyang mereka. Raja Salomo meminta agar Tuhan tidak meninggalkan atau membuang bangsa Israel. Doa ini mencerminkan harapan akan perlindungan, berkat, dan pertolongan Tuhan bagi bangsa Israel sebagaimana telah diberikan kepada nenek moyang mereka.
Hal ini menunjukkan pemahaman Raja Salomo tentang pentingnya hubungan antara Tuhan dan bangsa Israel, serta keyakinannya bahwa Tuhan akan tetap setia kepada janji-Nya kepada bangsa tersebut. Ini juga mencerminkan pengakuan akan ketergantungan bangsa Israel pada Tuhan dalam semua aspek kehidupan mereka.
Rekan-rekan youth, Apa arti kata “condong”? “Condong” bisa memiliki arti mengarahkan pada sesuatu; cenderung (kepada); suka atau tertarik hatinya (kepada). Kita perlu memohon kepada Tuhan untuk mencondongkan atau mengarahkan hati kita kepadaNya. Kita masih hidup di dunia yang penuh godaan atas segala sesuatu sangat mengiurkan. Ini memudahkan kita lupa dengan Tuhan. Untuk itulah,
Kita perlu setiap hari memohon kepada-Nya agar hati kita tetap condong kepada Tuhan, bukannya kepada dunia.
Salomo mengerti bahwa anugerah Tuhan diperlukan hari demi hari. Anugerah yang akan memberikan keadilan kepada bangsa-Nya, yaitu Israel. Salomo memakai kata “keadilan” untuk memohonkan belas kasihan Tuhan. Ini dapat kita lihat juga di dalam pasal 7:32, 45, dan 49. Dia tahu bahwa tidak tepat untuk memohon belas kasihan Tuhan tanpa mengingat bahwa Tuhan itu adil. Tuhan yang adil juga adalah Tuhan yang mengasihani umat-Nya. Melupakan satu dari kedua aspek ini akan membuat kita salah memahami siapakah Tuhan kita. Ketika Tuhan memberikan belas kasihan dan keadilan-Nya boleh dinyatakan dalam kehidupan bangsa Israel, maka bangsa-bangsa lain akan tertarik untuk melihat apakah yang dimiliki oleh Israel? Siapakah yang orang Israel sembah? Dengan anugerah Tuhan yang memelihara hati, keadilan, kesetiaan, dan keberpautan hati umat Tuhan kepada Tuhan, maka Israel akan menjadi bangsa yang terus menyebarkan pengenalan tentang Allah supaya semua bangsa-bangsa di dunia mengenal bahwa Tuhan adalah Allah.
Ketika Tuhan memberikan tempat perhentian bagi umat, itu semua adalah tanda yang sangat jelas mengenai pemeliharaan Tuhan terhadap umat-Nya. Tuhan yang memberi perhentian adalah Tuhan yang sama, yang berjanji kepada umat ketika menuntun mereka keluar dari Mesir menuju ke Tanah Perjanjian. Semua yang dijanjikan Tuhan kepada Musa diwujudkan-Nya. Untuk itulah Salomo mengingatkan dan meminta umat agar tak melupakan apa yang sudah Tuhan kerjakan.
Raja Salomo menyadari bahwa bangsa Israel tidak dapat berhasil tanpa kehadiran dan pertolongan Tuhan. Ini menjadi pengingat bagi kita untuk tidak mengandalkan kekuatan atau kebijaksanaan manusia semata, tetapi untuk selalu bergantung pada Tuhan dalam segala hal.
Nah, bagaimana sih praktisnya dalam keseharian kita? Kita hendaklah senantiasa berdoa, memohon Tuhan untuk selalu memenuhi hati dan pikiran kita. Lalu mintakan pula kepada-Nya supaya memampukan kita untuk mengikuti segala perintah, ketetapan, dan peraturan yang telah Dia canangkan.
Selain itu, Tuhan juga berkata supaya kita mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa dan pikiran kita, sama seperti yang Salomo pintakan bagi bangsa Israel. Kita mungkin saat ini belum sanggup dengan segenap hati. Mungkin baru setengah atau seperempat hati saja. Ya, tidak apa-apa, mulailah dari yang ada dulu yah.. Yang penting, kita belajar untuk mengasihi Tuhan lebih lagi dari hari ke hari. Cobalah ingat zaman-zaman dulu kita jatuh cinta itu lhooo.. Kita kemana mana ingat sama doi. Kapan saja kepikiran sama doi. Pergi ke segala tempat ingin ditemani bareng doi. Yuk, doakan kepada Tuhan, supaya mencondongkan hati kita hanya kepada-Nya. Mintakan supaya Anda jatuh cinta lagi.. lagi.. dan lagi kepada-Nya.
JATUH CINTA LAGI KEPADA YESUS, MEMAMPUKAN ANDA UNTUK MENGASIHI-NYA DENGAN SEGENAP HATI
Rekan-rekan youth, Ketika hasrat terbesar kita adalah untuk memuliakan Allah dan hidup menurut segala jalan yang ditunjukkan-Nya, kita menjadi orang yang termotivasi untuk mengasihi dan melayani Yesus dengan pertolongan kuasa Roh Allah. Kiranya kita berdoa seperti Salomo berdoa. Hidup kita seharusnya. bergantung kepada Tuhan. Tanpa ketergantungan kepada Tuhan, kita
tidak mungkin menghasilkan buah yang memuliakan nama Tuhan hingga akhir hidup kita nanti
Kiranya kita “berpaut kepada Tuhan, Allah kita, dengan sepenuh hati kita dan dengan hidup menurut segala ketetapan-Nya dan dengan tetap mengikuti segala perintah-Nya.”
Tetap Semangat, Tuhan Yesus Memberkati
RM – NDK