Renungan Harian Youth, Rabu 11 Desember 2024
Mazmur 48:10, Kami mengingat, ya Allah, kasih setia-Mu di dalam bait-Mu.
Siapa orang yang kehadirannya bisa membuat Anda tenang? Mungkin salah satu anggota keluarga, teman atau sahabat Anda, yang ketika ia berada bersama Anda, membuat hati tenang. Namun kenyataannya, tidak seterusnya orang tersebut bisa hadir bersama Anda dan tidak selalu kehadirannya dapat menenangkan hati.
Rekan-rekan youth, Banyak orang yang memahami dan mendefinisikan kasih Allah itu sebagai kasih yang “Memanjakan”. Artinya sebuah kasih yang tidak menuntut, dan kasih yang membiarkan kejahatan tidak dihukum. Tetapi kalau kita membaca ayat firman Tuhan diatas, sangatlah jelas bahwa Allah kita adalah Allah yang menegakkan keadilan dan memberikan penghukuman yang dasyat bagi orang-orang fasik.
Tuhan adalah satu-satunya Pribadi yang kehadiran-Nya selalu bisa menenangkan kita.
Mazmur 48 menunjukkan kehadiran Allah di Sion sebagai sukacita besar untuk umat Allah. Allah yang Mahabesar hadir bersama-sama umat-Nya. Kesadaran akan kehadiran Tuhan, menghadirkan rasa aman buat orang Israel. Pemazmur mengatakan, “Dalam puripurinya Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai benteng.” (ay. 4). Tuhan adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, seperti benteng yang kokoh. Kehadiran Allah bukan saja diam di sana, tetapi Dia hadir untuk menyelamatkan umat-Nya. Sekalipun banyak orang yang mau menyerang dan menjatuhkan Sion (ay. 5), tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena Allah ada di sana. Seruan “kelilingilah Sion dan edarilah dia, hitunglah menaranya, perhatikanlah temboknya, jalanilah puri-purinya” (ay.13-14) mengajak mereka yang datang ke sana untuk melihat tembok-tembok Sion dan memahami kehadiran dan perlindungan Allah secara nyata.
Sebagai bentuk respons atas karya Tuhan bagi Sion dan umat Allah, bani Korah mengajak umat untuk mengingat kasih setia Tuhan (10) yang telah dialami oleh umat sepanjang masa. Ya, Israel telah mengalami pasang surut kehidupan bersama Tuhan. Dengan mengingat segala karya Tuhan atas hidup mereka, berarti Tuhan ingin mereka tidak melupakan-Nya dan segala karya perbuatan-Nya. Selain mengingat segala perbuatan Allah yang ajaib, bani Korah juga mendorong umat
Allah melakukan tindakan nyata, yaitu menceritakan secara pribadi karya Tuhan kepada orang lain.
Mazmur 48: 10-12, “Kami mengingat, ya Allah, kasih setia-Mu di dalam Bait-Mu. Seperti nama-Mu, ya Allah, demikianlah kemasyhuran-Mu sampai ke ujung bumi; tangan kanan-Mu penuh dengan keadilan. Biarlah gunung Sion bersukacita; biarlah anak-anak perempuan Yehuda bersorak-sorak
oleh karena penghukuman-Mu!”
Bahwa Tuhan adalah Allah yang berkuasa, dan di dalam konteks peperangan pada masa itu, Ia menyatakan kuasa-Nya dengan melindungi umat-Nya (1-4). Tetapi ini bukan hanya berlaku untuk orang-orang Israel di masa lalu. Karya Kristus sungguh hadir di dalam hidup kita, seperti yang dikatakan firman Tuhan, “Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh.” (Ef. 2:22). Di dalam Tuhan Yesus, hidup kita menjadi tempat kediaman Allah. Kehadiran-Nya sungguh menakjubkan dan merupakan anugerah terbesar dalam hidup kita. Kehadiran Tuhan pasti bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya. Yang sering membuat kita takut terhadap segala situasi hidup adalah kita merasa sendirian menghadapi pergumulan, berjuang seorang diri, padahal ada kehadiran Tuhan.
Umat Allah bukan hanya mendengar tentang keselamatan dari Allah. Lebih dari itu, mereka juga mengalaminya sendiri. Mereka melihat bahwa Allah hadir dalam hidup mereka dan menegakkan umat-Nya dan kota-Nya.
Rekan-rekan youth, Dalam setiap situasi, baik saat kita menghadapi “musuh” (kesulitan atau tantangan hidup), kita bisa percaya bahwa Allah melindungi dan menjaga kita. Marilah kita selalu mengingat kasih setia dan keadilan Allah, serta menceritakan kebaikan-Nya kepada generasi berikutnya, anak-anak dan cucu-cucu kita nantinya. Di tengah segala penderitaan dan kesulitan hidup, marilah kita selalu berpaling kepada Tuhan dan menemukan perlindungan di dalam Dia.
Sudah seyogyanya kita menceritakan segala perbuatan Tuhan yang telah hadir menjaga umat-Nya dari generasi ke generasi (ay. 14) supaya keturunan kita mengenal satu-satunya Tuhan yang berkuasa, yang menjadi tempat perlindungan dan keselamatan setiap orang. Karya Tuhan di dalam hidup kita tentu saja tak terhitung, bukan? Kita pasti mengetahui bagaimana Tuhan banyak menolong kita, tetapi banyak pula yang tidak kita ketahui. Hendaklah kita menceritakan segala karya pertolongan Tuhan di dalam hidup kita, terutama menceritakan betapa kehadiran Tuhan nyata dan penuh kasih setia. Tuhan Yesus selalu siap menolong kita.
Pemazmur menutup dengan suatu pernyataan iman dan komitmen seumur hidupnya bahwa Tuhan akan memimpin dan hanya Dialah satu-satunya Allah dalam hidup umat Tuhan. Allah akan membimbing umat-Nya sepanjang hidup mereka. Ini menggambarkan hubungan yang erat antara Allah dan umat-Nya, di mana Allah menjadi sumber bimbingan dan perlindungan.
Berfokuslah pada kasih setia Tuhan dalam hidup ini. Dengan begitu, kita akan senantiasa mampu bersyukur atas hidup yang diberikan-Nya.
Kasihnya adalah mengampuni dosa kita, tetapi keadilannya adalah Ia akan menghukum setiap kejahatan dengan keras. Kalau kita memahami sifat Allah seperti ini, maka hal tersebut akan memberi rasa aman dan penghiburan bagi kita sepanjang kita berlindung kepadaNya.
Amin, Tuhan Yesus Memberkati
RM – IT