Renungan Harian Jumat, 13 Desember 2024
Bacaan: Mazmur 27:14, Roma 8:28
Adakah di antara kita yang tidak pernah kecewa?
Kekecewaan adalah bagian tak terhindarkan dari kehidupan. Itu muncul ketika harapan atau keinginan kita tidak terwujud. Dalam dunia yang telah jatuh dalam dosa ini, kekecewaan menjadi realitas karena dunia yang kita tinggali tidak sempurna. Kita mungkin kecewa karena kegagalan, penolakan, atau masalah keluarga. Namun, kekecewaan tidak harus menjadi akhir segalanya.
Kisah Abraham Lincoln: Ketangguhan di Tengah Kekecewaan
Pada tahun 1858, Abraham Lincoln mengikuti pemilihan umum untuk menjadi senator negara bagian Illinois. Kampanye pemilihan tersebut penuh dengan perdebatan besar yang kemudian dikenal sebagai “Debat Lincoln-Douglas.” Meski Lincoln berargumen dengan kuat, ia kalah dari Stephen A. Douglas. Saat ditanya bagaimana perasaannya, Lincoln menjawab dengan jujur:
“Saya terlalu besar untuk menangis, dan terlalu terluka untuk tertawa.”
Kekalahan itu, meskipun mengecewakan, namun tidak menghentikan langkah Lincoln. Sebaliknya, ia bangkit dan mempersiapkan diri untuk pemilihan presiden tahun 1860, di mana ia berhasil menang. Kisah ini menunjukkan bahwa kekecewaan bukanlah akhir, tetapi peluang untuk belajar dan melangkah maju.
Mengatasi Kekecewaan: Firman Tuhan Menguatkan Kita
Ketika menghadapi kekecewaan, kita sering kehilangan motivasi. Namun, Firman Tuhan memberikan arahan yang jelas:
Allah memerintah umat-Nya untuk TEGUH HATI
- Mazmur 27:14, Nantikanlah TUHAN! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah TUHAN!
- Mazmur 31:25, Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu, hai semua orang yang berharap kepada TUHAN!
- 2 Tawarikh 32:7, “Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Janganlah takut dan terkejut terhadap raja Asyur serta seluruh laskar yang menyertainya, karena yang menyertai kita lebih banyak dari pada yang menyertai dia.
- Ulangan 31:6, Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”
Ketika Allah memilih Yosua sebagai pengganti Musa dalam memimpin bangsa Israel, firman pertama-Nya berbunyi: “Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi” Yosua 1:9.
Tuhan mendasari perintah ini pada perjanjian sebelumnya kepada Yosua dalam ayat 5: “…seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.” Tuhan sudah tahu bahwa Yosua akan mengalami pertempuran yang dahsyat, dan Ia tidak ingin hamba-Nya Tawar hati.
Mengatasi kecewa dan tawar hati adalah dengan MENGINGAT JANJI ALLAH dan MEMPERCAYAI-NYA.
Mengenal Allah Melalui Firman-Nya
Pemazmur berkata dalam Mazmur 42:5-6: “Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku… Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya…”
Ketika kita terhubung dengan Firman Tuhan, kita mengingat bahwa Dia adalah Allah yang setia dan mampu memulihkan segala sesuatu.
Percaya pada Proses Tuhan. Para pahlawan iman di Ibrani 11 tetap percaya kepada Tuhan meskipun janji-Nya belum digenapi sepenuhnya dalam hidup mereka. Mereka hidup dengan pandangan kekal, menantikan tanah air surgawi yang disediakan Allah.
Tetap Fokus pada Tujuan Akhir. Rasul Paulus menulis dalam Filipi 3:13-14: “Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah.” Fokus pada janji kekal dari Tuhan memampukan kita untuk terus maju meskipun menghadapi kekecewaan.
Respon terhadap Kekecewaan
Hal yang mengecewakan pasti akan ada, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita meresponsnya. Alih-alih menyerah, mari kita belajar untuk menantikan Tuhan dengan iman. Ketika kecewa, jangan biarkan perasaan itu menguasai hidup kita, tetapi serahkanlah kepada Tuhan dalam doa. Ingatlah bahwa kekecewaan adalah bagian dari rencana Tuhan untuk membentuk kita menjadi lebih kuat dan lebih percaya kepada-Nya.
“Ketika rencana kita gagal, ingatlah bahwa rencana Tuhan tidak pernah gagal.”
Kekecewaan tidak perlu membuat kita berhenti. Tuhan yang sama yang memimpin Yosua, Rasul Paulus, dan para pahlawan iman juga memimpin kita hari ini. Ketika kita teguh hati, mengandalkan janji Allah, dan tetap berjalan bersama-Nya, kita akan melihat bahwa di balik setiap kekecewaan, ada rencana Tuhan yang indah.
HAL yang MENGECEWAKAN Pasti selalu ada, Namun yang terpenting adalah BAGAIMANA Kita MERESPONNYA
TUHAN YESUS MEMBERKATI!
Pdt. Budi Wahono