Elohim Ministry umum Menghormati Sesama

Menghormati Sesama



Renungan Harian, Sabtu 25 Januari 2025

Nats:  Filipi 2:3, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri;

Syalom saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan . . . . .

Jika kita sepintas membaca nats hari ini maka bisa terjadi salah memahaminya. Bagaimana mungkin hanya karena dihina, seorang nabi mengutuki anak-anak, sehingga dicabik-cabik oleh 2 ekor beruang. Korbannya pun berjumlah 42 anak. Sungguh peristiwa yang sadis dan tragis. Benarkah demikian?  Pada masa itu Bethel adalah tempat penyembahan berhala yaitu baal. Masyarakat tidak menyembah Yahweh, Allah Israel.  Oleh sebab itu tak heran jika ada yang menolak nabi bahkan merendahkannya. Anak-anak yang dimaksud bukanlah anak-anak kecil usia balita, tetapi anak-anak muda yang sudah dapat dimintai pertanggungan jawab atas perbuatannya. Anak-anak muda bethel mengolok-olok kekurangan penampilan fisik Elisa, yaitu botak. Sesungguhnya mengolok-ngolok nabi sama dengan menolak Yahweh. Nabi adalah seorang yang diutus oleh Allah untuk mengajarkan kebenaran. Namun demikian tugas mulia ini tidak selalu direspon positif oleh pendengarnya malah respon yang diterimanya adalah penolakan dan penghinaan.

Semua orang pasti senang saat beroleh rasa hormat atau penghargaan dari orang lain. Uniknya, untuk mendapatkan rasa hormat, kita harus mampu menghormati orang lain terlebih dahulu. Kata hormat di dalam Alkitab menggunakan kata Kavood yang artinya “menjadi berbobot”, “menjadi bernilai”. Artinya saat kita menghormati seseorang, kita memberi nilai tinggi kepada orang tersebut dengan sikap, tindakan, dan kata-kata kita.

Sikap hormat tidak hanya ditujukan kepada orang yang memiliki posisi di atas, namun kepada semua orang, terutama mereka yang ada dalam lingkaran aktivitas kehidupan kita sehari-hari, seperti istri/suami, petugas kebersihan di kantor, atau tim pelayanan di gereja. Dengan seuntai senyum manis, sepotong ucapan terima kasih, serta sedikit pujian, kita bisa menyatakan rasa hormat dan penghargaan kepada mereka. Kemampuan untuk memberi hormat kepada orang lain adalah sesuatu yang dipelajari, dan kita harus belajar untuk berlomba memberi hormat satu dengan yang lain. Dengan demikian tidak akan ada lagi sikap saling mengkritik atau menjatuhkan.

Dan jika kebiasaan saling menghormati ini sudah menjadi budaya, maka apa yang tertulis di dalam Mazmur 133:1 akan tergenapi, yaitu saat kita hidup bersama dengan rukun, maka Tuhan berkenan dan akan memerintahkan berkat-Nya turun atas kita.

Mari kita minta ampun jika selama ini sulit untuk menghormati orang-orang tertentu yang ada di sekelilin. Kiranya Tuhan mengajar kita agar dapat memiliki kerendahan hati untuk dapat menghargai dan menghormati semua orang yang ada di sekitar. Roh Kudus, menjamah kita dan  mengubah hati kita. Tetaplah menunjukkan sikap hormat dan menghargai kepada siapa pun, bahkan kepada orang-orang yang mungkin sulit untuk dihormati.

Daripada menunggu mendapatkan penghormatan, lebih baik mencari kesempatan untuk memberikannya terlebih dahulu.

Tuhan memberkati.

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800

Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *