Renungan Harian Youth, Sabtu 25 Januari 2025
Shalom, salam sejahtera dalam kasih Tuhan kita Yesus Kristus. Apa kabarnya hari ini, rekan-rekan youth Elohim? Semoga kita semua sehat dalam lindungan Tuhan.
Setiap kita pasti ingin setiap rencana kita terlaksana dengan baik dalam kehidupan kita. Apa yang kita inginkan tercapai sesuai dengan harapan kita. Ketika kita berada dititik ini, pasti ucapan syukur yang keluar dari bibir kita. Tetapi apa yang kita rancangkan terkadang bisa gagal. Entah itu rencana jangka pendek ataupun rencana jangka Panjang. Banyak factor yang dapat menyebabkan kegagalan atas rencana-rencana kita. Namun disini kita melihat rencana Allah tidak pernah gagal dalam kehidupan orang percaya.
Seperti Ayub, ketika ia belajar memahami rencana Tuhan dalam kehidupannya, dan ketika Ayub menerima apa yang diharapkan.
Ayub dapat berkata,”Aku tahu bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.” (Ayub 42:2).
Dalam ayat kebenaran firman Tuhan ini mengatakan bahwa Tuhan tidak pernah gagal dalam kehidupan kita. Sekalipun kita mengalami banyak kegagalan, namun rencana Tuhan tidak ada yang gagal. Tuhan akan menjadikan kita pemenang. Tetapi latar belakang dari pernyataan Ayub ini adalah penderitaan. Penderitaan yang dialaminya adalah kehilangan. Kehilangan harta, benda, keluarga, dan juga kesehatan. Lewat apa yang terjadoi dalam kehidupannya Ayub belajar :
1. Allah berdaulat dalam kehidupan manusia
Ayub mengakui bahwa rencana Allah tidak ada yang gagal. Pernyataan ini Ayub mengakui bahwa Allah memiliki kekuatan yang mutlak dan kebijaksanaan yang tidak terbatas, bahkan dalam situasi yang sulit sekalipun. Meskipun Ayub mengalami penderitaan yang hebat dan tidak memahami alasan dibalik penderitaannya, ia tetap percaya bahwa Allah adalah Allah yang berdaulat dan berkuasa untuk melakukan segala sesuatu. Ayub mengakui rencana Allah tidak dapat digagalkan oleh siapapun dan keadaan apapun.Awalnya, Ayub sempat meragukan keadilan dan kebijaksanaan Allah, tetapi didalam setiap prosesnya, Ayub belajar melepaskan keraguan dan menyerahkan semuanya kedalam kedaulatan dan rencana Allah.
Ayub mencapai pemahaman yang lebih dalam tentang Allah dan mengakui kebesaran-Nya. Ayub kenal siapa Allah-nya, Bagaimana dengan kita? Apakah kita sudah sampai kepada pemahaman bahwa Allah yang berdaulat didalam kehidupan ini? Bahwa apa yang terjadi dalam kehidupan kita baik itu baik, maupun buruk, semua ada dalam rencana Tuhan? Atau justru sebaliknya. Kita tidak memahami kedaulatan Allah didalam kehidupan kita. Pelajaran penting bagi kita semua adalah bahwa keterbatasan manusia tidak dapat dibandingkan dengan kebesaran Allah.
2. Kepercayaan kepada rencana Allah.
Tidak mudah untuk kita percaya terhadap rencana Allah, jika ada yang kita harapkan berbanding terbalik denga napa yang terjadi dalam kehidupan ini. Hal inilah yang sesungguhnya dialami Ayub. Dalam masa ujiannya, Ayub berusaha tetap percaya bahwa Allah punya rencana dalam kehidupan-Nya. Tuhan seringkali menggunakan momen-momen penderitaan untuk mengajarkan kita lebih banyak tentang diri-Nya dan bagaimana kita harus hidup dalam iman.
Ayub 42:5 disini Ayub berkata,”Aku telah mendengar Engkau dari orang lain, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau.” Ayub menyadari kalua sebelumnya Ia mengenal Tuhan dari kata orang saja, namun sekarang ia memiliki pengalaman pribadi yang mendalam dan langsung dengan Tuhan.
Pengalaman inilah yang menjadi dasar fondasi iman yang kuat dalam hidup Ayub. Pengalaman bersama dengan Tuhan harusnya juga menjadi fondasi yang kuat dalam perjalanan iman kita. Ketika Ayub sampai kepada titik dimana Allah memulihkan kehidupannya dan keluarganya serta apa yang dipunyainya, disitu Ayub percaya akan rencana Allah yang indah didalam kehidupannya. Ketika kita menyadari bahwa Tuhan tidak membawa kita sejauh ini hanya untuk gagal.
Percayalah rencana Allah tidak pernah gagal.
Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan, Ingatlah bahwa Allah kita adalah Allah yang Maha Kuasa. Allah yang berdaulat atas segala sesuatunya dalam kehidupan kita. Percayalah setiap rencana-Nya adalah rencana yang indah yang memberikan hari depan penuh harapan.
Ketika kita menyadari bahwa Tuhan tidak membawa kita sejauh ini hanya untuk gagal. Sekalipun kita mengalami kegagalan, rencana Allah tidak pernah gagal. Mari kenallah Allah, dan kenallah rencana-Nya dalam kehidupan kita
Tuhan Yesus memberkati
MW – AdS
PENGUMUMAN
Mengundang rekan-rekan semuanya untuk bisa hadir dalam Youth ang akan diadakan pada hari SABTU, 25 JANUARI 2025 jam 17.00 di Gedung Gereja Elohim Batu
Tema youth celebration kita sore ini adalah ~ “Tangki Kosong” ~

Yeremia 2:13 “Sebab dua kali umat-Ku berbuat jahat: mereka meninggalkan Aku, sumber air yang hidup, untuk menggali kolam bagi mereka sendiri, yakni kolam yang bocor, yang tidak dapat menahan air”. Ayat ini mengingatkan kita bahwa hidup tanpa Tuhan ibarat tangki yang kosong atau kolam yang bocor, kita sebagai manusia sering mencari kepuasan di luar Tuhan yang hanya berujung sia-sia. Dalam ayat ini, bangsa Israel dikatakan melakukan dua dosa besar, yaitu meninggalkan Tuhan yang merupakan sumber air kehidupan sejati, dan mencari kebahagiaan yang fana di dunia. Kita sering kali terjebak dalam hal ini, mencari kebahagiaan dan kepuasan hati dengan cara kita sendiri. Pilihan ada pada kita, apakah kita akan mencari sumber air yang hidup ataukah kita lebih memilih menggali kolam sendiri.
Dan jangan lupa Ibadah besok jam 06.00 WIB serta Sekolah minggu jam 08.00 di GPdI Elohim Batu
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan