Elohim Ministry umum Perhiasan yang Mulia

Perhiasan yang Mulia



Renungan Harian Rabu, 28 Mei 2025

Ayat Pokok : 1 Petrus 3:3-4, “Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.”

Syalom… Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus. Wanita sering identik dengan perhiasan alasannya adalah karena perhiasan dapat berfungsi sebagai simbol feminitas, keindahan, mempercantik penampilan dan meningkatkan kepercayaan diri. Sejak dari zaman dahulu, Perhiasan terutama emas, seringkali dikaitkan dengan keindahan dan feminitas, karena dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri seorang wanita.

Dunia pernah mencatat salah satu perhiasan termahal di dunia adalah Wittelsbach Diamond (Wittelsbach-Graff Diamond). Beberapa faktor utama yang membuat diamond ini menjadi sangat mahal adalah karena warna biru tua yang sangat jarang, kejernihan yang sangat tinggi, dan sejarahnya yang panjang dalam keluarga kerajaan Eropa. Selain itu, berlian ini juga memiliki nilai yang sangat tinggi karena dipotong ulang untuk meningkatkan warna dan kejernihannya.

Rasul Petrus dalam suratnya menyampaikan nasehatnya tentang betapa lebih pentingnya manusia batiniah seseorang [dalam hal ini secara spesifik kepada para istri] dibandingkan perhiasan jasmaniah. Jika seseorang merasa bahwa perhiasan jasmaniah penting dan memberikan dampak  yang signifikan terhadap rasa percaya diri seseorang terlebih lagi manusia batiniahnya.

Frasa “Perhiasanmu janganlah secara lahiriah” Ini adalah penekanan pada kualitas batin orang percaya, bukan larangan terhadap semua perhiasan. Perhiasan Eksternal dapat menjadi masalah jika itu menjadi yang utama dan kesombongan yang mencirikan hati yang jahat (hubungkan dengan Yes 3:18-24). Petrus berpendapat bahwa bagaimana seseorang berpakaian adalah sebuah jendela ke dalam hati (1 Pet 3:4).  Dalam konteks surat Petrus, manusia batiniah seorang istri penting karena dapat memenangkan suaminya yang berlaku tidak taat kepada Firman Tuhan tanpa perkataan, melalui kesalehan dan kemurnian yang lahir dari persekutuan dengan pribadi Roh Kudus.

Dalam kitab Wahyu 3:17-18, Tuhan memakai jemaat yang ada di Laodikia sebagai contoh.

Tuhan berkata mereka; “Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.

Jemaat Laudikia sangat memperhatikan hal-hal yang bersifat lahiriah dibandingkam hidup rohani atau manusia batiniah mereka, sehingga mereka ditegor dengan keras oleh Tuhan. Jika kehidupan rohani mereka suam, maka mereka akan dimuntahkan, karena mereka tidak lagi bisa memberikan dampak atau manfaat bagi orang lain. 

Contoh lainnya adalah ketika Tuhan memerintahkan Nabi Samuel untuk mengurapi salah satu anak dari Isai. Dalam 1 Samuel 16:7 diceritakan demikian; “tetapi berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Janganlah pandang parasnya atau perawakan yang tinggi, sebab Aku telah menolaknya. Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”

Sebab yang Allah lihat bukan yang tampak luar namun yang di dalam hati

Tuhan melihat manusia batiniah kita yang terekpresi dalam kehidupan berkepribadian yang mulia, yang memiliki ciri antara lain;  Limpah dengan cinta kasih, yang setia, penuh belas kasihan, kemurahan hati, berintegritas, rendah hati, bertanggung jawab dan berjiwa besar, mau membagi kebahagiaan dan yang mau meringankan penderitaan orang serta berani berkorban dan berkarya demi kesejahteraan orang banyak. Dengan kata lain hidup yang memberi dampak dan manfaat bagi orang lain.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus. Marilah kita bersama-sama belajar menjadi pribadi yang mulia yang lahir dari manusia batiniah yang telah dibaharui dalam perjumpaan dan persekutuan yang erat dengan Tuhan. Nabi Yesaya berkata; “Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan TUHAN terbit atasmu.

Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu dan raja-raja kepada cahaya yang terbit bagimu [Yesaya 60:1,3].

Amin. TUHAN memberkati.

DS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *