Renungan Harian, Sabtu 07 Juni 2025
Nats: Ulangan 6:7, Haruslah engkau mengajarkan berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk dirumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.
Shalom, saudara-saudara yang terkasih dalam Tuhan, hari ini mari kita membuka hati untuk merenungkan sebuah kebenaran yang sangat fundamental bagi kehidupan keluarga Kristen, Firman Tuhan yang menjadi dasar perenungan kita tercatat dalam Ulangan 6 : 7. Ayat ini adalah bagian dari Shema Israel inti dari pengajaran yang diberikan Tuhan kepada bangsa Israel. Bukan hanya sekedar perintah, tetapi ini adalah sebuah panggilan yang saling berkaitan antara tugas orang tua mendidik anak dan ketaatan anak kepada orang tua.
Tugas orang tua
Pendidikan yang tak pernah berhenti, Ulangan 6 : 7 dengan jelas menggambarkan bahwa pendidikan anak bukanlah sebuah program sesaat atau hanya tugas sekolah minggu, ini adalah gaya hidup perhatikan frasa-frasa kunci ayat ini :
Mengajarkan berulang-ulang kepada anak-anakmu kata ibrani Shinnantam berarti mengukir atau mengasah ini menyiratkan sebuah proses yang intens, berulang dan mendalam. Orang tua dipanggil untuk tidak hanya memberikan informasi, tetapi mengukir nilai-nilai dan kebenaran ilahi dalam hati anak-anak mereka, ini bukan sekedar dua kali, tetapi terus menerus seperti pisau hingga tajam.
Membicarakan apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun, ini adalah gambaran dari pendidikan holistik dan konstan, artinya pengajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas atau tempat ibadah.
Di rumah saat makan bersama, saat bersantai, saat melakukan aktivitas harian. Dalam perjalanan, saat bepergian ke sekolah, ke toko atau berlibur. Berbaring dan bangun saat menemani anak tidur, saat membangunkan mereka pagi hari.
Ini menunjukkan bahwa setiap moment adalah kesempatan untuk mendidik , pendidikan yang dimaksud di sini bukan hanya pendidikan akademis, tetapi terutama pendidikan karakter, moral, dan rohani orang tua adalah pendidik utama yang Tuhan tunjuk , kita adalah cerminan dari kasih dan kebenaran Tuhan bagi anak-anak kita. contoh penerapan tugas orang tua :
Teladan hidup ; seorang ayah yang selalu jujur dalam perkataan dan perbuatannya, meskipun itu berarti mengakui kesalahan, seorang ibu yang rajin berdoa dan membaca Alkitab dan anak melihatnya. Doa bersama ; berdoa bersama anak sebelum tidur, mendoakan teman-teman , guru-guru, atau bahkan situasi dunia. Membangun rutinitas rohani, membiasakan anak untuk membaca alkitab harian, atau mendengarkan lagu-lagu rohani sejak dini.
Ketaatan anak
Buah dari pendidikan yang benar meskipun Ulangan 6 : 7 secara ekplisit tidak berbicara tentang ketaatan anak namun ayat ini adalah fondasi yang kokoh untuk menumbuhkan ketaatan, jika orang tua menjalankan tugas mendidik ini dengan setia, maka ketaatan akan menjadi buah yang alami, ketika anak-anak diajarkan dan dibimbing dalam kebenaran Tuhan, mereka belajar untuk menghormati otoritas, pertama-tama otoritas orang tua, kemudian otoritas Tuhan.
Ingatlah apa yang dikatakan Efesus 6 : 1 Hai anak-anak taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Ketaatan anak bukanlah sekedar kepatuhan buta, tetapi ketaatan yang didasari oleh pengertian akan kebenaran dan kasih , ketaatan yang dididik oleh orang tua yang mengajarkan Firman Tuhan akan menghasilkan anak-anak yang memiliki hikmat, disiplin diri, dan takut akan Tuhan.
Oleh karena itu ketaatan anak : Menghormati aturan rumah ; anak yang diajari untuk membereskan mainnannya, membantu pekerjaan rumah tangga sesuai usianya atau mematuhi jam malam yang ditetapkan orang tua, ini adalah contoh ketaatan dalam hal praktis.
Mendengarkan nasehat ; saat orang tua menasehati anak untuk tidak bergaul dengan teman yang memberikan pengaruh buruk dan anak memilih untuk mematuhi nasehat itu meskipun ia mungkin tidak sepenuhnya memahami alasan di baliknya saat itu.
Belajar dari kesalahan ; ketika anak melakukan kesalahan dan orang tua mengoreksinya dengan kasih, anak menerima koreksi itu dan berusaha untuk tidak mengulanginya.
Kesimpulannya
Keluarga sebagai gereja mula-mula, orang tua , mari kita tidak menyerah dalam tugas mulia ini, mungkin terasa berat, mungkin kita merasa tidak mampu , tetapi ingat Tuhan memanggil kita juga akan memperlengkapi kita, minta hikmatNya, jadilah teladan bagi anak-anakmu.
Anak-anak hormatilah dan taatilah orang tuamu dengan mentaati mereka kalian sedang belajar mentaati, berkat Tuhan akan melimpah dalam hidup kalian.
Marilah kita berkomitmen untuk menjadikan rumah kita tempat di mana Firman Tuhan senantiasa dibicarakan, dimana kasih dan kebenaran Kristus mengalir sehingga genarasi yang bangkit dari keluarga kita adalah generasi yang takut akan Tuhan dan menjadi berkat bagi dunia. Amen !
EW
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan