Renungan Harian Rabu, 18 Juni 2025
Ayat Pokok : Yeremia 29:11, “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”
Syalom… Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.
“William Moon” adalah seorang pemuda yang seharusnya ia memiliki masa depan yang cerah, namun penglihatan Moon rusak parah akibat demam berdarah saat ia masih kecil dan terus memburuk selama masa remajanya , meskipun telah menjalani beberapa operasi. Meskipun ia menghadapi tantangan besar dalam membaca dan menulis, Moon adalah siswa yang sangat baik dan terus belajar untuk pelayanan. Ia menjadi terbiasa dengan beberapa sistem huruf timbul yang ada untuk orang buta. Setelah penglihatannya memburuk hingga kebutaan total pada tahun 1840. Suatu hari ia mulai menyadari bahwa TUHAN pasti memiliki rencana di balik kebutaannya itu, ia mulai belajar mengembangkan sistem unik mengenali abjad untuk menolong kaum tunanetra seperti dirinya. Ia merancang sistemnya sendiri, yang didasarkan pada huruf Latin (Romawi)—aksara standar untuk bahasa Inggris— dan dapat dipelajari oleh orang dewasa yang buta dalam beberapa hari. Moon mulai mengembangkan literatur dalam aksara barunya. Publikasi pertama muncul pada tahun 1847. Aksara Moon [Moon Type] merupakan sistem baca pertama bagi tuna netra yang diadopsi secara luas di seluruh dunia, tetapi biaya cetaknya mahal. Aksara ini kemudian digantikan oleh Braille pada akhir abad ke-19 , yang lebih murah dan dapat diproduksi sendiri oleh para tuna netra. Namun sistem Moon masih digunakan oleh sebagian orang yang ujung jarinya kurang peka untuk menggunakan Braille. Moon Type diterima di beberapa negara, sehingga lebih dari 4 juta tunanetra dapat membaca Alkitab berkat temuannya tersebut.
Bapak, ibu dan saudara terkasih, Ketika kita membaca nats kita, acap kali tidak memahami, mengapa sesuatu yang telah kita persiapkan dengan baik, seolah tiba-tiba hancur berantakan di tengah jalan. Kemudian kita menjadi putus asa dan berharap situasi buruk itu di singkirkan dari hidup kita, tetapi situasi buruk tersebut tidak kunjung beranjak dan TUHAN seolah tidak mendengar doa kita. Lalu kita bertanya; “Mengapa hal ini harus terjadi?”
Rasul Paulus awalnya merasa terganggu dengan “duri” yang menyakiti dirinya, ia berharap duri itu di singkirkan, jika seandainya duri itu disingkirkan bukankah Paulus akan lebih efektif lagi dalam pelayanan memberitakan Injil kepada bangsa-bangsa?? Namun Firman Tuhan berkata: Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” [2 Korintus 12:9a] TUHAN tahu apa yang terbaik bagi Paulus, yaitu tetap ada dalam panggilan dan rancangan Tuhan yang sempurna atas hidupnya.
TUHAN menjanjikan sebuah kasih karunia yang sempurna justru di dalam kelemahan kita, sebab itu alih-alih meratapi kelemahan dan situasi buruk yg sedang terjadi, bukankah kita patut bersyukur karena Tuhan hendak menunjukkan rencana-Nya yg besar melalui kelemahan kita? Oleh sebab itu Firman Tuhan dalam Yesaya 55:8-9 menuliskan bahwa rancangan-Ku bukanlah rancanganmu. Janganlah tawar hati ketika kita ada pada masa kesesakan karena tawar hati mengecilkan kekuatan kita.. Bapak, ibu dan saudara terkasih, dalam Roma 8:28, ada Tuhan dalam setiap proses yang kita jalani.
Janganlah kecewa apalagi tawar hati ketika kita menjalani proses-NYA, tetap tekun dan percaya pada waktu-NYA kita akan melihat dan mengalami rancangan TUHAN yg luar biasa terjadi dalam hidup kita. Amin.
Tuhan memberkati..
DS
Puji syukur pada Tuhan.. Haleluya
Terimakasih atas kabar baik Firman Tuhan dan renungannya.
Tuhan Yesus memberkati pelayanannya.