Renungan Harian, Selasa 17 Juni 2025
Nats: Yeremia 9:23-24, Beginilah firman TUHAN: “Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya, janganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya, janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya, tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: bahwa ia memahami dan mengenal Aku, bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi; sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.”
Syalom Selamat Pagi bapak Ibu Saudara yang dikasihi Tuhan Yesus ……
Suatu pagi saat kita bersiap untuk memulai segala aktivitas , kita tidak lupa bercermin kan, mungkin kita pernah mbatin dalam hati saat melihat diri kita sendiri, dalam hati kita berkata bangga sekali melihat.anak-anak kita, usaha kita, karier kita dsb. Saat kebanggaan, kekaguman itu dating, yaa memang tidak ada yang salah dengan semuanya itu.
Sebuah Postingan dari chat Greysia Polii (atlet badminton ) yang adalah seorang anak Tuhan. Greysia menyatakan “Humbled by this achievment. Dari dulu perasaan mau dapatin di posisi ini seperti ini susah banget, setelah sampai knowing that God who behind in all the scene. Gak bisa bermegah karena tau Tuhan yang punya ini, kita cuma alat dan badminton hanya platform aja.”
Bermegah: Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, megah berarti sangat mengagumkan, gagah kuat, mulia, mashur, atau bangga. Bermegah berarti memiliki sifat megah atau bermegah-megahan. Bermegah dapat dimaknai membuat diri sendiri menjadi mengagumkan. Bermegah dapat diartikan membuat diri sendiri gagah kuat, mulia, mashur atau bangga. Dari sisi lain bermegah dapat dimaknai membanggakan diri sendiri dan dapat bekenaan dengan sikap tinggi hati, sombong, atau pongah.
Tanpa disadari manusia mempunyai sifat mendasar untuk membanggakan diri, manusia senang menonjolkan kemolekan, kepandaian, keahlian, gelar, harta, kedudukan, pangkat atau jabatan,
Firman Tuhan datang kepada kita untuk mengingatkan kita semua, seperti dalam
Yeremia. 9:23-24. Salah satu pesan Tuhan dalam kitab Yeremia yang disampaikan kepada orang-orang Yehuda atas dosa-dosa mereka adalah supaya jangan bermegah (membanggakan) tiga hal yang biasa diagung-agungkan manusia, yaitu kebijaksanaan, kekuatan, dan kekayaan.
Kalau mau bermegah, bermegahlah karena mengenal Tuhan. Kata mengenal (Ibr. yāḏa’) dalam ayat 24 bukan hanya tahu atau memiliki pengetahuan tentang Tuhan, tetapi juga memiliki relasi yang intim dengan-Nya. Seperti dinyatakan dalam ayat terebut, kita merasakan kasih setia, keadilan, dan kebenaran Tuhan. Karakter-karakter seperti inilah yang juga diharapkan Tuhan memancar dari kehidupan kita. (sungguh aku menyukainya)
Di kitab roma 3, firman tuhan juga datang melalui perantara rasul Paulus yang mengingatkan Jemaat Tuhan di kota Roma, yang menerima surat Paulus ini, terdiri dari orang Yahudi dan juga orang Yunani. Orang-orang Kristen Yahudi sering memandang rendah sesama saudara (jemaat) non-Yahudi. Sebagai orang Yahudi, mereka merasa punya dasar dan alasan yang kuat untuk bermegah, yakni mereka telah lebih dahulu mengenal Allah dan dipilih menjadi umat Allah; mereka memiliki Taurat dan tradisi sunat. Mereka merasa diri lebih benar dari yang lain. Tetapi, Paulus mengingatkan mereka bahwa sesungguhnya, tidak ada dasar bagi siapa pun untuk bermegah. Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Adapun alasan mereka diselamatkan, ialah semata-mata karena anugerah Allah.
Saudara sekalian, Menjalani kehidupan bermegah didalam Tuhan dengan Menyadari akan Anugerah Tuhan dalam kehidupan kita Semua hal yang kita miliki, ingatlah semua karena anugerah dan kebaikan Tuhan. Semua pencapaian yang kita miliki adalah berkat Tuhan bagi kehidupan kita. Ketika kita mengingat hal ini maka tidak ada ruang untuk kesombongan diri kita. Bersyukurlah untuk semua pencapaian yang kamu miliki, berbanggalah dengan semuanya, tetapi jangan lepaskan kesadaran bahwa semuanya karena anugerah dan pertolongan Tuhan
Bangga diri tidaklah salah, tetapi hendaklah kita bermegah di dalam Tuhan, karena kebanggaan yang terlepas dari kesadaran akan campur tangan Tuhan akan berubah menjadi keangkuhan.
Bermegah di dalam Tuhan berarti membanggakan dan membesarkan nama Tuhan dan segala perbuatan-Nya yang ajaib di dalam hidupku.
Jadi saat bercermin lagi kita bisa berkata, terima kasih Tuhan atas smeua ini, ssat kit amencertikan semua pencaiapain karn Tuhan
“Tetapi barangsiapa bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.” 2 Korintus 10:17
Tuhan Memberkati
TC
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan