Elohim Ministry umum GARIS AKHIR PERLOMBAAN IMAN

GARIS AKHIR PERLOMBAAN IMAN



Renungan Harian Rabu, 23 September 2026

Ayat Pokok : Ibrani 12:1,2Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita.  Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.”

Shalom. Selamat pagi, Bapak, Ibu, dan saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Alkitab menggunakan berbagai gambaran untuk menjelaskan perjalanan kehidupan orang percaya. Kehidupan iman digambarkan seperti seorang petani yang bekerja, seorang prajurit yang berjuang, dan juga seperti seorang pelari yang sedang mengikuti perlombaan.

Dalam Ibrani 12:1-2, penulis menggambarkan kehidupan iman seperti perlombaan yang membutuhkan ketekunan. Perlombaan iman bukan perlombaan untuk mengalahkan orang lain, melainkan perjalanan untuk tetap setia kepada Tuhan sampai mencapai garis akhir.

Pertanyaannya, bagaimana kita dapat terus bertahan dan menyelesaikan perlombaan iman kita?

1. BELAJAR DARI PARA PENDAHULU KITA

Ibrani 12:1 dimulai dengan gambaran tentang “banyak saksi yang bagaikan awan mengelilingi kita.” Yang dimaksud adalah para tokoh iman yang telah dibicarakan dalam Ibrani 11. Mereka bukan orang-orang yang hidup tanpa kesulitan. Mereka menghadapi tantangan, penantian, penderitaan, bahkan risiko kehilangan sesuatu yang berharga. Namun, mereka tetap memilih percaya dan taat kepada Tuhan. Abraham, misalnya, berani mengikuti panggilan Tuhan meskipun ia tidak mengetahui seluruh jalan yang akan ditempuhnya. Imannya membuat ia dikenal sebagai teladan bagi orang percaya. Karena itu, kita perlu belajar dari kehidupan para pendahulu iman. Mereka mengingatkan kita bahwa iman bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi tetap percaya dan setia kepada Tuhan di tengah masalah. Kita tidak harus mengulangi seluruh perjalanan mereka, tetapi kita dapat mengikuti teladan iman, ketaatan, dan kesetiaan mereka.

2. TANGGALKAN BEBAN DAN DOSA

Ibrani 12:1 juga mengingatkan kita untuk menanggalkan “semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita.” Dalam perlombaan lari jarak jauh, seorang pelari tentu tidak ingin membawa sesuatu yang tidak diperlukan. Semakin berat beban yang dibawa, semakin besar energi yang harus dikeluarkan. Demikian juga dalam kehidupan rohani. Ada hal-hal yang mungkin bukan dosa secara langsung, tetapi dapat menjadi beban yang menghambat pertumbuhan iman kita. Ada kebiasaan, keterikatan, kekhawatiran, kepahitan, ambisi, atau hal-hal lain yang membuat hati kita sulit berfokus kepada Tuhan. Dalam olahraga lari, terutama jarak jauh seperti maraton, setiap gram pakaian sangat memengaruhi tingkat kelelahan pelari. Jersey lari modern umumnya memiliki berat di bawah 110 gram dengan gramasi kain berkisar antara 90–160 gsm. Menggunakan material ultra-ringan membuat baju terasa seperti “kulit kedua” (second skin), sehingga pelari bisa bergerak lebih bebas tanpa merasa terbebani.

3. BERTEKUN DALAM PERJUANGAN

Perlombaan iman membutuhkan ketekunan. Bakat dan kemampuan memang penting, tetapi tanpa ketekunan seseorang tidak akan mencapai tujuan. Dalam kehidupan iman pun demikian. Kita tidak hanya membutuhkan semangat ketika memulai perjalanan, tetapi juga kesetiaan untuk terus berjalan sampai akhir. Ibrani 10:36 mengingatkan bahwa kita memerlukan ketekunan supaya setelah melakukan kehendak Allah, kita memperoleh apa yang dijanjikan-Nya. Ada saat-saat ketika kita merasa lelah. Ada doa yang belum dijawab. Ada pergumulan yang belum selesai. Ada pelayanan yang terasa berat. Ada keadaan yang membuat kita ingin berhenti. Namun, jangan menyerah. Ketekunan berarti tetap berjalan ketika perjalanan tidak mudah. Tetap berdoa ketika jawaban belum datang. Tetap melakukan kehendak Tuhan ketika hasilnya belum terlihat. Tetap percaya ketika keadaan belum berubah. Yang Tuhan kehendaki bukan hanya kita memulai perlombaan iman dengan baik, tetapi kita juga setia menyelesaikannya.

4. ARAHKAN PANDANGAN KEPADA YESUS

Inilah kunci yang paling penting. Ibrani 12:2 mengajak kita untuk melakukan perlombaan dengan mata yang tertuju kepada Yesus. Jika mata kita hanya tertuju pada masalah, kita akan mudah takut. Jika kita terus melihat kegagalan, kita dapat kehilangan semangat. Jika kita terlalu memperhatikan orang lain, kita dapat membandingkan perjalanan kita dengan perjalanan mereka. Tetapi ketika mata kita tertuju kepada Yesus, kita memperoleh kekuatan untuk terus berjalan. Yesus sendiri memberikan teladan. Ia tekun memikul salib karena melihat sukacita yang tersedia di hadapan-Nya. Ia tidak berhenti di tengah jalan karena penderitaan yang dihadapi-Nya.

Pada Olimpiade Barcelona tahun 1992, terjadi sebuah momen ikonik yang mengharukan pada cabang olah raga lari. Seorang atlit lari berasal dari Britania Raya bernama Derek Redmon ketika sedang berlomba pada babak semifinal lari 400 meter mengalami cidera parah pada otot paha belakangnya [hamstring], saat itu perlombaan baru berjalan kurang lebih 150 meter, masih menyisakan 250 meter lagi untuk sampai ke garis finish. Alih-alih menyerah, Redmon malah terus melanjutkan larinya, garis finish adalah tujuan akhirnya. Fokusnya hanya satu meyelesaikan perlombaan meskipun dalam kondisi cidera parah. Akhirnya Derek Redmon dengan bantua ayahnya mencapai garis finish walaupun dengan bantuan ayahnya. Meskipun dia di diskuqlifikasi, namun Redmon sampai ke garis akhir yang adalah tujuan ahirnya dalam perlombaan.

Kesimpulan

Bapak, Ibu, dan saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, Saat ini kita masih berada dalam perlombaan iman. Kita belum sampai di garis akhir. Karena itu, marilah kita belajar dari para pendahulu iman, menanggalkan setiap beban dan dosa yang merintangi, terus bertekun dalam perjuangan, dan terutama mengarahkan pandangan kita kepada Yesus. Mungkin perjalanan kita tidak selalu mudah. Mungkin ada air mata, kelelahan, kegagalan, dan pergumulan. Tetapi jangan berhenti.

Tetaplah berlari. Tetaplah percaya. Tetaplah setia. Kiranya ketika tiba di garis akhir, kita dapat berkata seperti Paulus dalam 2 Timotius 4:7 bahwa kita telah mengakhiri pertandingan dan tetap memelihara iman. Bukan karena kekuatan kita sendiri, tetapi karena Tuhan yang menyertai dan menopang kita sepanjang perjalanan.

Hikmat Hari Ini

Jangan berhenti di tengah perlombaan iman. Tanggalkan yang merintangi, bertekunlah dalam perjalanan, dan tetap arahkan mata kita kepada Yesus sampai mencapai garis akhir.

Doa Meresponsi Firman Tuhan Hari Ini

Tuhan Yesus, kami bersyukur karena Engkau telah memanggil kami untuk menjalani perlombaan iman dan Engkau tidak pernah meninggalkan kami dalam perjalanan ini. Tolong kami belajar dari teladan orang-orang yang telah lebih dahulu hidup dalam iman, berikan kami keberanian untuk menanggalkan setiap dosa dan beban yang merintangi, serta berikan kami ketekunan ketika kami menghadapi kesulitan, kelelahan, dan pergumulan. Ketika kami mulai kehilangan kekuatan, ingatkan kami untuk kembali mengarahkan mata kepada-Mu, sebab Engkaulah sumber kekuatan dan pengharapan kami. Mampukan kami tetap setia sampai garis akhir dan menyelesaikan perlombaan iman yang Engkau percayakan kepada kami. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

DS

JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>




1 thought on “GARIS AKHIR PERLOMBAAN IMAN”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *