Elohim Ministry umum Jangan Padamkan Roh

Jangan Padamkan Roh



Renungan harian Jumat, 15 September 2023

Bacaan : 1 Tesalonika 5

Ayat Pokok : 1 Tesalonika 5:19-22

Shalom… Selamat pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus.

Beberapa hari yang lalu, ketika saya pulang dari malang, saya berpapasan dengan tiga unit mobil pemadam kebakaran dengan sirine berbunyi dan dengan kecepatan tinggi menuju ka arah malang. Istri saya langsung ngomong; “Wah ada kebakaran nee..” Seseorang pernah berkata bahwa, Api adalah sahabat jika dia kecil, tapi jahat jika dia besar. Kita pasti ingat peristiwa kebakaran hutan di gunung Arjuno dan yang terbaru adalah kebakaran di padang savana dan bukit teletabies di gunung Bromo. Betapa dasyatnya api. Dalam Alkitab, api juga dipergunakan untuk menggambarkan “Roh Kudus”. 

Kepada jemaat yang ada di Tesalonika, Paulus memberikan nasehat, “Janganlah padamkan Roh.” [1 Tesalonika 5:19]

  • Kata “Padamkan” dalam bahasa Inggris ditulis; “to Quench.” Kata memadamkan memiliki arti “saya mengambil lap basah kemudian menutupkan ke sumber api, sehingga dapat dipastikan bahwa api tersebut mati.”
  • Frasa “Memadamkan Roh”  memiliki arti menekan, menahan, menghalangi pekejaan Roh dalam hidup.
  • Dan kata “Janganlah”  merupakan bentuk kalimat perintah dimana hal ini adalah sesuatu yang sangat serius. 

Mungkin bapak, ibu dan saudara bertanya; Apakah perbedaan antara memadamkan Roh dan mendukakan Roh???

Mendukakan Roh Kudus berkaitan dengan dosa yang kita perbuat.

Contoh; seperti seorang anak yang melanggar aturan yang telah dibuat oleh orang tua. 

Ketika terjadi pelanggaran terhadap hukum yang telah ditetapkan oleh Firman Tuhan, Roh Kudus didukakan.  Dari dahulu, sekarang dan sampai selamanya, yang membuat hati Allah menjadi pilu adalah DOSA.

Memadamkan Roh

Secara umum memadamkan Roh berarti mengatakan tidak kepada karya Roh Kudus dalam hidup kita.  Ini artinya seseorang tidak lagi mengijinkan Roh Kudus mempengaruhi dan mengerjakan karya-NYA dalam hidup orang tersebut.  Secara khusus dalam hal ini menurut konteks jemaat tesalonika pada saat itu, adalah jangan anggap rendah nubuat-nubuat.

Pertanyaan selanjutnya adalah, Apakah Nubuat itu??? Nubuat merupakan salah satu dari karunia Roh Kudus.  Dalam Perjanjian Lama karunia ini diberikan kepada orang-orang tertentu. Namun dalam kitab Nabi Yoel dituliskan bahwa Roh Kudus akan diberikan keatas semua manusia, anak laki-laki dan perempuan akan bernubuat, menyampaikan pesan dari Allah atas inspirasi yang diberikan oleh Roh Kudus. Surat 1 Korintus 14:3 menuliskan “…tetapi siapa yang bernubuat, berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasehati dan menghibur.” Jadi bisa dikatakan bahwa Nubuat adalah pesan dari Tuhan, melalui manusia untuk manusia dengan tujuan yang jelas yaitu membangun, menasehati dan menghibur.

Masalah yang kemudian timbul adalah bahwa ada yang namanya nubuat palsu, oleh sebab itu Paulus juga menasehati dalam 1 Tesalonika 5:21 yaitu; “Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.”

Warren Wiersbe berkata: “Setan adalah pemalsu, ia mengabarkan injil yang palsu, dikhotbahkan oleh pengajar palsu, hasilnya menghasilkan orang kristen yang palsu pula.” Setan selalu menumbuhkan kristen yang palsu dimanapun Tuhan menumbuhkan kekristenan yang sejati.

Jadi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus, setiap kita harus mengembangkan sikap dimana kita harus selalu “haus” akan pribadi Roh Kudus. DIA adalah Pribadi yang lemah lembut namun juga berkuasa. DIA adalah penuntun dan pendamping sejati yang terus akan membawa kita kepada kebenaran dan menolong kita untuk melakukan kebenaran itu dalam hidup kita.  Marilah kita tenggelamkan diri dalam kebenaran dengan membaca, mempelajari dan merenungkan Firman Tuhan. Jika kebenaran sudah menguasai hidup kita dan sudah mengkristal dalam kehidupan kita, maka kita akan dapat mendeteksi ketidakbenaran yang masuk dalam hidup kita.

Hidup melekat dalam persekutuan dengan Roh Kudus akan menghidarkan kita dari pilihan diri untuk menolak peran-NYA dalam diri kita, tetapi sebaliknya akan semakin membuat kita berserah pada tuntunan dan pimpinanNYA

Tuhan Yesus memberkati.

DS

1 thought on “Jangan Padamkan Roh”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *