Elohim Ministry umum Menyelidiki dan Memeriksa Hidup

Menyelidiki dan Memeriksa Hidup



Renungan Harian Rabu, 20 Agustus 2025

Ratapan 3:40, Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada TUHAN.

Syalom… Selamat Pagi bapak, ibu dan saudara yang terkasih dalam TUHAN Yesus Kristus. Suatu kali ketika sedang melihat jemuran tetangganya, seorang istri berkata kepada suaminya; “lihat pa, tetangga sebelah mencuci baju tidak bersih. Terlihat masih banyak bercak dan kotoran pada cucian yang dijemur.” Suaminya hanya diam saja tidak menanggapi perkataan istrinya tersebut. Beberapa hari kemudian ketika tetangganya kembali menjemur pakaian, ibu ini berkata kepada suaminya perkataan yang sama. Si ibu itu berkata hal yang sama kepada suaminya beberapa kali ketika melihat jemuran tetangga sebelah. Karena sudah mulai kesal dengan perkataan istrinya, sang suami kemudian bangun lebih awal dari istrinya dan mengelap kaca jendela yang menghadap ke areal tetangga sebelah menjemur pakaiannya sampai benar-benar bersih. Ketika istrinya bangun dan melihat jemuran tetangganya dia berkata kepada  suaminya; “Wow.. sekarang mereka menvuci bajunya dengan benar pa. Lihat baju-baju yang mereka jemur bersih, tidak seperti beberapa hari yang lalu.” Kemudian suaminya berkata kepada istrinya; “iya ma, tadi pagi aku bangun lebih awal dan membersihkan kaca jendela kita, makanya baju mereka sekarang terlihat bersih.” Mendengar jawaban suaminya, istrinya itu tersipu malu.

Banyak orang dengan begitu mudah menilai kesalahan orang lain tanpa introspeksi dan menilai diri sendiri seperti apa. Seperti sang istri dari cerita diatas, dimana dia begitu mudah menilai tetangganya tidak bersih mencuci bajunya tanpa melihat bahwa ternyata yang kotor adalah kaca jendela rumahnya. Setelah manusia jatuh dalam dosa, manusia jadi saling menyalahkan. Adam menyalahkan Hawa, dan Hawa menyalahkan ular. Seseorang bagitu mudah menyalahkan orang lain dan merasa diri sendiri benar.

Teks utama kita mengajak untuk kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, tujuan utamanya adalah berpaling dari kejahatan dan kembali kepada TUHAN. Hidup sesuai dengan hukum Allah sebagai standard kebenaran yang mutlak. Konteks dari teks pokok kita bahwa Yeremia dalam ratapannya menuliskan ajakan kepada seluruh umat Israel yang telah jatuh dalam dosa untuk intropeksi diri dan berbalik kepada Tuhan. Menjadikan hukum-NYA sebagai standard hidup dan berjalan sesuai dengan segala yang tertulis didalam-Nya. Kesadaran dan pengakuan dosa harus diikuti dengan langkah nyata pertobatan yang sungguh-sungguh yang nampak dalam perubahan hidup yaitu hidup yang sesuai dengan standard kebenaran Firman TUHAN.

Bapak, ibu dan saudara yang terkasih, Intropeksi diri yang disertai dengan tindakan nyata merupakan hal yang sangat penting, tetapi intropeksi diri tanpa disertai tindakan nyata yaitu berpaling kepada Tuhan dan kebenaran-NYA apalah artinya ??? 

Bangsa Israel merasa bahwa mereka adalah bangsa pilihan Allah, bangsa yang superior dan menilai bangsa lain adalah orang kafir namun karena kesombongan mereka, mereka menjadi semakin jauh dari Allah. Mereka mengabaikan perintah-NYA dan hidup semau mereka sendiri yang kemudian membuat Allah menghukum mereka karena kesombongan mereka.

Alkitab menuliskan banyak sekali peringatan terhadap dosa kesombongan dan agar diri kita berjaga dari dosa kesombongan, karena sombong datang tanpa seseorang menyadarinya. Rasul Paulus berkata kepada jemaat Korintus demikian; “Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!” [1 Korintus 10:12] sepertinya ditengah jemaat Korintus ada banyak orang yang telah menjadi sombong. Beberapa diantara  mereka merasa lebih rohani dari jemaat yang lain sehingga mereka bebas untuk melakukan apapun tanpa menghiraukan hati nurani jemaat yang lain.

Kepada jemaat Filipi Paulus berkata; “… dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” [Filipi 2:3-4].

Jadi bapak, ibu dan saudara yang terkasih, marilah setiap kita menjaga diri dari dosa kesombongan. Karena peluang untuk menjadi sombong selalu ada bahkan disaat kita sendiri tidak menyadarinya. Sebaliknya marilah kita terus memupuk dan menumbuhkembangkan kerendahan hati kita dengan melatih diri memperhatikan kepentingan orang lain dan menganggap mereka lebih utama tanpa ada motif kepentingan dan kepuasan diri namun karena melakukan kehendak Allah. Amin.

TUHAN YESUS memberkati.

DS

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800

Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *