Elohim Ministry umum “Lea – Sebuah Pelajaran tentang Iman”

“Lea – Sebuah Pelajaran tentang Iman”



Renungan Harian Senin, 07 Oktober 2024

Kita sering merasa dikhianati atau diperlakukan tidak adil oleh orang lain. Ketika dunia tampak jahat dan tidak berpihak kepada kita, sering muncul pertanyaan, “Mengapa Tuhan mengizinkan kita melalui penderitaan ini?” Salah satu tokoh Alkitab yang menghadapi banyak kesulitan adalah Lea, kakak dari Rahel, yang dikisahkan dalam Kejadian 29.

Fakta Kehidupan Lea
Lea adalah seorang wanita yang menghadapi banyak kesulitan dalam hidupnya. Alkitab mencatat beberapa hal yang menonjol tentang kehidupan Lea:

  • Tidak cantik – Kejadian 29:17. Alkitab mencatat bahwa Lea memiliki mata yang tidak menarik, berbeda dengan adiknya Rahel yang lebih cantik.
  • Terjebak dalam tradisi – Kejadian 29:26. Lea menikah dengan Yakub bukan karena cinta, tetapi karena tradisi yang mengharuskan anak sulung menikah terlebih dahulu.
  • Dimadu oleh Yakub – Kejadian 29:28. Yakub lebih mencintai Rahel, dan Lea harus hidup sebagai istri yang tidak dicintai dalam pernikahan yang poligami.
  • Tidak dicintai Yakub – Kejadian 33:2. Bahkan setelah melahirkan anak-anak, Yakub tetap tidak memberikan cinta yang sepenuhnya kepada Lea.

Sekalipun Hidup Tampaknya Tak Adil – Jangan Putus Asa
Kehidupan Lea menunjukkan bahwa terkadang kita berada dalam situasi yang tampaknya tidak adil, seolah-olah kita ditinggalkan atau tidak dihargai. Namun, Lea tidak menyerah pada keadaan. Ia terus menjalani hidup dengan iman yang kuat kepada Allah. Lea menjadi teladan bagi kita bahwa sekalipun hidup penuh tantangan, kita tidak boleh kehilangan harapan.

  • Lea tetap setia meskipun Yakub tidak mencintainya. Sikap ini mengajarkan bahwa kesetiaan dan kebaikan akan membuahkan hasil di akhir.
  • Lea tidak pernah membalas perlakuan Yakub dengan keburukan. Ini menunjukkan bagaimana kita seharusnya merespons perlakuan buruk orang lain dengan hati yang bersih.
  • Pada akhirnya, Yakub dikuburkan di samping Lea, bukan Rahel. Anak-anak Lea, termasuk Yehuda, menjadi nenek moyang raja-raja Israel dan bahkan Mesias, Yesus Kristus, lahir dari keturunannya.

Pilihan yang Kita Buat Hari Ini Berdampak Sampai Generasi Selanjutnya
Keputusan Lea untuk tetap beriman kepada Allah, meskipun dalam penderitaan, memiliki dampak yang besar pada keturunannya. Pilihan kita dalam hidup, terutama dalam menjaga iman, akan mempengaruhi anak cucu kita. Jika kita hidup benar, maka keturunan kita akan diberkati oleh Tuhan.

Miliki Konsep yang Benar tentang Allah

Lea memiliki konsep yang kuat tentang siapa Allah itu:

  • Allah Melihat – Allah tidak pernah lalai mengawasi hidup kita. Dia melihat setiap kesulitan dan kesusahan yang kita alami, sama seperti Dia melihat penderitaan Lea.
  • Allah Mendengar – Allah mendengar seruan dan doa kita. Ketika Lea merasa tidak dicintai, Allah mendengar tangisannya.
  • Allah Menjawab – Allah bukan hanya melihat dan mendengar, tetapi juga menjawab doa kita dengan cara-Nya yang sempurna.

Ibrani 11:6, “Tanpa iman, tidak mungkin orang berkenan kepada Allah.” Iman Lea kepada Allah membuatnya tetap teguh, meskipun segala sesuatu di sekelilingnya tampak sulit dan tidak mendukung. Iman yang sejati adalah percaya bahwa Allah selalu ada dan memberi upah kepada mereka yang mencari-Nya dengan sungguh-sungguh.

Keturunan dari Lea
Lea diberkati dengan anak-anak yang nama-namanya mencerminkan iman dan harapannya kepada Allah:

  • Ruben – Allah memperhatikan penderitaannya.
  • Simeon – Allah mendengar tangisannya.
  • Lewi – Harapannya agar suaminya lebih erat dengannya.
  • Yehuda – Dia memutuskan untuk bersyukur kepada Tuhan.
  • Gad – Mujur telah datang kepadanya.
  • Asyer – Dia menyatakan bahwa dia bahagia.
  • Isakhar – Allah telah memberikan upah kepadanya.
  • Zebulon – Allah memberikan hadiah yang indah.

Setiap anak yang dilahirkan Lea menjadi bukti bahwa imannya kepada Tuhan semakin kuat, meskipun keadaan hidupnya tidak berubah. Dia tetap tidak dicintai Yakub, tetapi iman Lea tidak pernah surut. Dia tetap percaya bahwa Tuhan akan memberi upah kepada orang-orang yang sungguh-sungguh mencari-Nya.

Munculkan Terus Iman – Jangan Biarkan Masalah Menggerus Iman Kita

Lea mengajarkan kita untuk terus menjaga iman kita, apapun situasi yang kita hadapi. Masalah akan selalu ada, tetapi jangan biarkan masalah-masalah tersebut menggerus iman kita. Lea tetap bertahan dan bahkan imannya terus bertumbuh. Ia percaya bahwa Allah akan memberikan upah kepada mereka yang sungguh-sungguh mencari-Nya.

Mari kita belajar dari keteguhan iman Lea. Teruslah beriman dan percayalah bahwa Allah melihat, mendengar, dan menjawab doa-doa kita, meskipun kita berada di tengah situasi yang sulit. Iman kita kepada Tuhan akan membawa kita kepada kemenangan yang telah Dia sediakan.

Amin.

Rangkuman Khotbah

Pdt. Ester Budiono

Bacaan Alkitab hari ini : Kitab Ayub pasal 39 dan 40

https://elohim.id/bacaan-alkitab-senin-07-oktober-2024/ 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *