Elohim Ministry umum Berharga bagi Allah

Berharga bagi Allah



Renungan Harian, 16 Desember 2025

Nats: Yesaya 43:4a, Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia dan Aku ini mengasihi engkau

Syalom Selamat Pagi Bapak Ibu  yang dikasihi Tuhan . . .

Jika saya punya 100rb dan saya menawarkan siapa yg mau, pasti ada yang mau ya, pagi-pagi  mendapat  uang tapi ini cuma ilustrasi lho.. lalu jika uang tadi saya remas-remas sampe lecek, masih mau ndak ya, lalu bagaimana jika uang tadi saya injak-inja , apakah masih ada yang mau? Yakin pasti ada yang mau, kenapa mau karena kita tahu bagaimanpun bentuknya uang tadi masih tetap berharga. Ilustrasi td menggambarkan seperti kita manusia yang dahulu kotor karena dosa tetapi dipemandangan Allah kita sangat berharga…

Berharga karena dengan tangan Allah sendiri kita diciptakan dengan kuasa FirmanNya sendiri kita dibentuknya dengan segamabr dan serupa dengan diriNya..

“Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, AKU tidak akan melupakan engkau.” (Yesaya 49:15)

Masih ingatkah kisah Yesus menyembuhkan orang gila di Gerasa (Yesus ingin menunjukan betapa berharganya nilai satu jiwa meski manusia tidak memandangnya sedikitpun, Yesus ingin memberitahukan kepada kita bahwa yang dipandang manusia sudah tidak berharga tetapi bagi diriNya sangat berharga).

Belum lagi banyak kisah tentang keras kepala dan bersungut-sungutnya bangsa Israel, tetapi Allah dengan kasihNya terus menuntun bangsa ini agar menjadi lebih baik melalui berbagai proses. Sebagian besar dari Alkitab kita berbicara tentang keselamatan manusia.

Seperti yang disampaikan pemazmur dalam Mazmur 8:1-10

Manusia hina sebagai makhluk mulia

(8:1) Untuk pemimpin biduan. Menurut lagu: Gitit. Mazmur Daud.

(8-2) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu  di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.

(8-3) Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan   karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.

(8-4) Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan

(8-5) apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya?  Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

(8-6) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.

(8-7) Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu;  segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya.

(8-8) kambing domba dan lembu sapi sekalian juga binatang-binatang di padang.

(8-9) burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut dan apa yang melintasi arus lautan.

(8-10) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi

Bahkan setelah dosa merusak tatanan yang sempurna tadi, Allah masih mencari cara agar kita tidak binasa melainkan beroleh keselamatan . . .

Seperti dalam Filipi 2:5-8

2:5 Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus.

2:6 yang walaupun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan

2:7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba, f  dan menjadi sama dengan manusia

2:8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati bahkan sampai mati di kayu salib.

Sehingga lahirnya Sang Juruselamat menjadi bukti bahwa betapa berharganya manusia bagi Allah sehingga harus menempuh jalan ini. Maka dari itu Bapak Ibu Saudara sekalian, renungan kita pagi ini kiranya boleh mengingatkan kita betapa berharganya kita bagi Allah.

Kita berharga bukan karena apa yang kita miliki, apa yang kita capai, bukan pula seberapa hebat apa yang telah kita lakukan tetapi kita berharga karena kita telah ditebus dengan pengorbanan yang mahal.

              Terkadang kita sendiri sampai tidak sadar kalau diri kita telah ditembus dengan harga yang sangat mahal. Seringkali yang kita lakukan justru sebaliknya kita tidak menghargai diri kita sendiri dengan tidak setia kepada FirmanNya. Kalau kita sadar bahwa kita berharga maka tentu seperti halnya kita punya barang yang berharga pasti kita akan sangat baerhati-hati, merawat, menjaganya dengan sepenuh hati , seharusnya kitapun melakukan hal yang sama kepada kehidupan kita.

Hari-hari di momen natal yang sedang kita jalani kali ini kiranya kita semakin setia berpegang pada FirmanNya dengan tidak menyia-yiakan harga yang sebuah pengorbanan yang mahal itu.

Tuhan Memberkati

TC

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan

1 thought on “Berharga bagi Allah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *