Renungan Harian, Sabtu 17 Januari 2026
Saudara-saudara yg terkasih dalam Tuhan, dalam kitab Amsal, seringkali hikmat Tuhan disampaikan melalui pengamatan terhadap alam semesta. Penulis ( Agur bin yake) mengajak kita memperhatikan empat sosok yang memiliki langkah yang gagah atau berwibawa saat berjalan, keempat sosok ini bukan sekedar pamer kekuatan, melainkan simbol dari kualitas karakter yang seharusnya di miliki anak Tuhan. Dalam Amsal 30 : 29-30 dikatakan ada singa, ayam jantan, kambing jantan dan seorang raja. Mari kita simak keempatnya:
Singa
Keberanian yang tak gentar (ayat 30) singa yg terkuat diantara binatang yang tidak mundur terhadap apapun, Singa disebut sebagai yang pertama karena keberaniannya, ia tidak mundur hanya karena melihat rintangan atau lawan yang besar. Sebagai orang percaya kita dipanggil untuk memiliki keberanian iman. Keberanian bukan berarti tidak ada rasa takut, melainkan keputusan untuk terus melangkah maju karena percaya bahwa Tuhan menyertai kita.
Pertanyaannya apakah kita sering mundur saat menghadapi masalah, atau melangkah dengan gagah karena percaya pada penyertaan Tuhan ?
Ayam Jantan
Kesiagaan kedisiplinan (ayat 31 a). Ayam jantan yg angkuh jalannya, Ayam jantan memiliki wibawa yang khas, ia adalah penjaga kawanannya dan pemberi tanda fajar, ia berjalan dengan penuh percaya diri karena ia tahu tugasnya. Kewibawaan muncul dari kedisiplinan akan tanggung jawab, seseorang pemimpin yg gagah adalah mereka yg bisa diandalkan dan selalu siap sedia menjalankan tugasnya bagi Tuhan dan sesama.
Kambing Jantan
Kepemimpinan yang Menuntun (ayat 31b)….atau kambing jantan…kambing jantan seringkali diterjemahkan sebagai pemimpin kawanan Krn selalu berjalan di depan untuk mengarahkan kawanan menuju Padang gurun atau tempat perlindungan. Saudara-saudara, kita dipanggil untuk menjadi teladan langkah kita harus bisa diikuti oleh orang lain. (Rekan kerja, jemaat ) Menuju hal-hal yang baik. Seorang pemimpin tidak mendorong dari belakang, tetapi menarik dari depan dengan keteladanan hidup.
Raja yang tidak Tertawa
Otoritas yang diberikan Tuhan (ayat 41c). Seorang raja yg berwibawa adalah dia yg memiliki kedekatan dengan rakyatnya dan mendapat dukungan penuh ketika ia melangkah, rakyatnya mengikutinya dengan suka rela.
Saudara-saudara otoritas sejati datang dari Tuhan, jika kita hidup dalam kebenaranNya Tuhan akan memberikan Wibawa Ilahi. Dalam hidup kita sehingga kehadiran kita membawa pengaruh positif bagi lingkungan sekitar. Dan Peringatan (ayat 32). Agur menutup bagian ini dengan sebuah peringatan Kalau engkau menyombongkan diri, Tekaplah tangan pada mulut !
Saudara-saudara kehebatan singa, ketegasan ayam jantan, kepemimpinan kambing dan wibawa raja bukanlah alasan untuk menjadi sombong karena semua kualitas itu adalah anugerah Tuhan, jika kita mulai merasa hebat dari orang lain, saat itulah kita kehilangan ” langkah yang gagah ” dan berubah menjadi bebal .
Hikmat Hari ini : Melangkahlah di dunia ini dengan keberanian singa, kesiagaan ayam jantan, keteladanan kambing jantan, dan otoritas seorang raja – namun tetap dengan kerendahan hati dihadapan Tuhan.
Tuhan memberkati . . . .
EW