Renungan Harian Youth, Sabtu 31 Januari 2026
Shalom. Selamat pagi teman-teman youth yang dikasihi Tuhan. Apa kabarnya hari ini? Semoga kita semua sehat selalu dalam lindungan Tuhan.
Seorang pria hendak melakukan perjalanan jauh yang indah, namun pria tersebut bersikeras membawa koper raksasa berisi batu-batu yang berat. Awalnya ia menyangka perjalanannya akan terasa indah, namun pada akhirnya, koper tersebut menjadi beban yang berat dalam perjalanannya. Mengapa demikian? Karena batu-batu yang berat mengambil semua tenaga, serta kekuatannya untuk memikul batu-batu tersebut, sehingga ia merasa lelah, sakit punggung, letih dan lambat dalam perjalanannya. Bagaimana didalam kehidupan kita? Batu-batu yang berat itu bisa saja dosa atau kesalahan kita dimasa lalu, rasa bersalah, kegagalan, trauma masa lalu, serta beban hidup yang mengikat. Apakah kita mau terus membawanya dalam perjalanan hidup kita atau justru melepaskannya?
Sebelum bangsa Israel masuk tanah perjanjian, Musa mengingatkan generasi baru Israel untuk tidak sombong ketika menikmati kemakmuran serta kelimpahan di tanah Kanaan.
Ulangan 8 : 2 “Ingatlah kepada seluruh perjalanan yang kau lakukan atas kehendak Tuhan, Allahmu, di padang gurun selama empat puluh tahun ini dengan maksud merendahkan hatimu dan mencobai engkau untuk mengetahui apa yang ada dalam hatimu; yakni, apakah engkau berpegang pada perintah-Nya atau tidak.”
Yang menarik disini adalah, Tuhan tidak menyuruh mereka mengingat bagaimana mereka tersesat, tetapi bagaimana DIA memimpin. Kata “Ingatlah” dalam ulangan 8:2 ini dari Bahasa aslinya (Ibrani) adalah “zakar” yang artinya punya makna mendalam. “Zakar” bukan cuma sekedar “recall memory” atau memutar ulang kejadian lama di otak kita; tetapi “zakar” berarti “meninjau kembali masa lalu untuk menafsirkan ulang peristiwanya dibawah terang Tuhan”.
A.R. Bernard seorang pendiri gereja Christian Cultural Center, Brooklyn – New York, menuliskan pada bukunya,”Jika kita menafsirkan kejadian masa lalu dengan konotasi yang buruk (terus-terusan merasa pahit dan marah), maka iblis bisa menggunakan ingatan tersebut menjadi kutuk”
Tuhan meminta bangsa Israel melakukan zakar, agar mereka memiliki cara pandang berbeda dengan generasi sebelumnya. Merenungkan kembali masa lalu dalam terang Tuhan, sehingga bangsa Israel pada waktu itu dapat melihat masa lalu sebagai proses Tuhan yang membentuk bangsa Israel sehingga mempunyai prinsip hidup dan kesetian kepada Tuhan Allah yang telah menolong mereka keluar dari perbudakan di Tanah Mesir. Itulah sebabnya kenapa Tuhan meminta kita juga melakukan “zakar” (mengingat dengan benar akan masa lalu), supaya iblis tidak masuk di pikiran kita dan menggunakan masa lalu untuk menghancurkan masa depan kita. Pikiran akan menyetir tindakan kita, karena masa lalu sering kali mendikte tindakan kita hari ini. Ketika kita mengingat akan luka atau trauma masa lalu, maka kita cenderung akan menutup diri, dan tidak bertumbuh menjadi lebih baik. Namun ketika kita mengingat dengan perspektifnya Tuhan, yaitu zakar; maka ketakutan itu akan sirna. Oleh sebeb itu, tindakan kita hari ini dapat berubah karena cara pandang kita akan masa lalu itu berubah.
Rekan-rekan youth yang dikasihi Tuhan, sering kali kita tanpa sadar mengingat dan mengulang kembali kebiasaan buruk, dosa dan kegagalan di masa lalu serta kita hanya menerima nasib. Jika kita hanya mengingat pahitnya masa lalu, maka hal itu akan menjdi tembok penjara yang akan mengurung kita. Tetapi, saat kita melakukan “zakar” (menganalisa kembali masa lalu dalam terang Tuhan), maka mata kita akan terbuka. Kita akan melihat masa lalu sebagai konteks dimana Tuhan sedang membentuk kita dan sesungguhnya Tuhan menyertai kita serta banyak pertolongan Tuhan yang telah kita alami.
Mazmur 77 :12,”Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan, ya, aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala.”
Masa lalu memang tidak bisa diubah, tetapi cara kita memandangnya dapat menentukan masa depan kita. Tuhan tidak memanggil kita untuk hidup terpenjara oleh kegagalan, dosa, atau luka lama, melainkan untuk melihat kembali perjalanan hidup kita di bawah terang kasih dan penyertaan-Nya. Di dalam Dia, kita dipanggil untuk berjalan dengan hati yang merdeka dan penuh pengharapan.
Sering kali kita membawa masa lalu seperti beban berat dalam perjalanan hidup kita. Kita mengingat kesalahan, kegagalan, dan luka lama dengan rasa pahit, sehingga tanpa sadar membiarkannya membentuk pikiran dan tindakan kita hari ini. Namun Tuhan mengundang kita untuk mengingat dengan cara yang benar—melihat kembali masa lalu dalam terang kasih dan penyertaan-Nya. Ketika kita melakukan hal itu, ketakutan dan rasa bersalah mulai kehilangan kuasanya.
Kita belajar bahwa Tuhan setia menyertai setiap proses hidup kita, dan dari situlah kita dimerdekakan untuk melangkah maju dengan iman dan keberanian.
Hikmat Hari Ini
Masa lalu yang diingat tanpa Tuhan menjadi penjara, tetapi masa lalu yang direnungkan bersama Tuhan menjadi kesaksian dan sumber kekuatan.
MW – AdS
PENGUMUMAN
Let’s join our youth celebration on Saturday

🔥 ELOHIM YOUTH CELEBRATION 🔥
📅 31 Januari 2026
🕔 Pukul 17.00 WIB
📍 GPdI Elohim Batu, Jl. Diponegoro 125, Batu
✨ Tema: “WORD OF CREATION” ✨📖 Kejadian 1:1–3
“Pada mulanya Allah menciptakan…” Alkitab tidak dimulai dengan tips sukses atau cara bertahan hidup. Yang pertama dinyatakan adalah: Siapa yang berfirman. Karena ketika kita tahu siapa yang menciptakan segalanya, kita tahu siapa yang memegang hidup kita.
🎉 Rekan-rekan Youth, yuk datang! Kembalikan pusat hidupmu kepada Tuhan.
Biarkan Firman-Nya membawa keteraturan di tengah dunia yang goyah.
✨ See you there! ✨
#ElohimYouth #WordOfCreation #YouthCelebration #Kejadian1 #FirmanTuhan #ChristCentered #elohimchurch #elohimministry #elohimyouthministry
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
Terima kasih untuk renungan hari ini, semoga saya mampu bangkit dari keterpurukan dan kelar dari penjara ini, amen 🙏