Renungan Harian Youth, Kamis 15 Juni 2023
Syalom teman-teman Youth yang dikasihi Tuhan, bagaimana kabar kalian hari ini, semoga rekan-rekan semuanya dalam keadaan sehat, dan tetap semangat menjalankan aktifitasmu.
Kita sering mendengar istilah calo di terminal. Orang tersebut biasanya bekerja menawarkan kepada calon-calon penumpang bus sesuai Trayek yang ada. Biasanya mereka berteriak-teriak menawarkan bus dengan berbagai tujuan kepada calon penumpang. Malang … Surabaya… Jogja..dll! Kemudian Setelah ada calon penumpang naik ke bus dan berangkat ke tujuan dengan sopir, calo tersebut tidak ikut bus ke tujuan. Sang calo tetap berada pada aktifitas menawarkan bus-bus dengan berbagi tujuan kepada calon penumpang yang lainnya.
Nah kalau kita hubungkan dengan Panggilan Tuhan Yesus, Tuhan mau supaya kita bukanlah anak-anak Tuhan yang “Mental Calo”, meneriakkan kebenaran tetapi tidak ada didalamnya atau mengikutinya. Sejujurnya banyak orang Kristen yang berkata-kata tentang Kerajaan Sorga dan Kabar Sukacita yang di dalamnya terdapat nilai pengampunan, kebenaran dan keadilan, namun dalam kehidupannya orang tersebut tidak terlibat dan hidup di dalamnya.
Oleh sebab itu marilah kita belajar dari peristiwa Yesus yang menyampaikan undangan kepada para nelayan di Galilea, dan akhirnya apa yang bisa kita pelajari dari peristiwa ini.
Dalam Injil Markus 1:14-20, Pada waktu itu Yesus dalam pelayanannya sedang menyusuri danau Galilea. Galilea adalah daerah yang memiliki danau ini dikenal sebagai daerah penangkapan ikan yang ramai. Yesus mengawali pengajaranNya di daerah ini. Di dalam pengajaranNya Ia meneriakan “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”. Dari kalimat ini Yesus berperan sebagai pewarta menyampaikan kabar baik. Kabar baik itu adalah warta Kerajaan Allah. Kerajaan Allah adalah Ketika Allah memerintah sebagai Raja. Allah yang berkehendak dan kehendak Allah yang terjadi.
Dalam diri Yesus inilah permulaan Kerajaan Allah dinyatakan oleh sebab itu dengan kenyataan ini menuntut sikap manusia untuk meresponi dengan “Bertobat dan percaya kepada Injil”. Yang ingin disampaikan dalam kalimat pengajaran Yesus ini adalah sikap yang cocok dengan pemerintahan Allah. “Bertobatlah”! yang memiliki arti ubahlah haluan hidupmu dan arahkanlah hidupmu pada kehendak Allah.
Pertobatan dan Kembali kepada Allah adalah pokok inti dari pengajaran Yesus dan nampaknya ketika Yesus melakukan pengajaran ini bukan yang pertama kalinya di antara para nelayan.
Karena ada Simon dan Andreas sehingga mereka menerima undangan Yesus. Disusul Yakobus dan Yohanes. Para nelayan ini merespon dan tanggap terhadap undangan Yesus untuk mewartakan Kerajaan Allah di tengah kehidupan mereka dengan mengikut Yesus.
Mengikut Yesus berarti memutuskan untuk berjalan di belakang Yesus dan meneladani-Nya.
Yesus menjadi teladan bagi kehidupan para murid. Kalau dalam bahasa Alkitab, mengikuti seseorang atau berjalan dibelakang seseorang mengandung arti mengiringi, mentaati, mencintai, menyerahkan diri dan mengabdikan diri. Para murid tidak lagi sekedar tertarik dan menyaksikan Yesus mengajar seperti di danau Galilea, namun mereka terlibat langsung dalam pewujudan Injil. Karya Allah sungguh mereka rasakan. Hidup mereka menjadi berubah. Saat itu mereka adalah mitra Yesus yang juga mewartakan Kerajaan Allah.
Itulah yang terjadi pada peristiwa pemanggilan murid yang pertama. Dalam peristiwa ini kita belajar: Bahwa ada Tugas dan tanggung Jawab yang Tuhan Yesus sematkan dalam kehidupan kita. Dengan undangan Yesus ini mari dengan segenap hati kita belajar:
1. Membuka hati kita untuk menghidupi Nilai Kerajaan Allah.
Membuka hati menghidupi nilai Kerajaan Allah berarti menerima Allah sebagai Tuan atau penguasa atas kehidupan kita. Hati yang terbuka dengan tuntunan Allah dan Kebenaran-Nya. Membuka hati untuk menerima panggilan Kristus berarti siap untuk mengikut Yesus. Mengikut Yesus berarti kita siap untuk menjadikan Ia teladan bagi kehidupan kita. Hidup dengan kasih, peduli dan bersedia untuk taat.
2. Siap menjadi berkat melalui kehidupan kita.
Inilah salah satu tujuan yang Tuhan berikan bagi kita untuk menjalani kehidupan yang bernilai dan bermakna. Kita diutus untuk mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah melalui kehidupan kita. Kita hidup dalam sistem dan nilai yang dunia sudah bangun dan jauh dari nilai kebenaran, setiap kita dipanggil untuk membawa nilai kerajaan Allah dan menghadirkannya melalui diri kita kepada dunia ini.
Tuhan mau kita meresponi panggilan Tuhan dengan terus berkarya dalam menjadikan diri kita sebagai agen Kerajaan Allah yang membawa nilai kebenaran-Nya dimanapun kita berada
Mari Responi panggilan Tuhan dan biarlah hari ini kita bisa menjadi alat kemuliaan-Nya dan menjadi berkat bagi sesama. Terbukalah dengan setiap kesempatan untuk menjadi berkat.
Tuhan Yesus memberkati
YNP – SCW