Elohim Ministry youth Bijaksana dengan Waktu

Bijaksana dengan Waktu



Renungan Harian Youth, Kamis 17 September 2026

Efesus 5:16, “Dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.”

Setiap hari kita memiliki jumlah waktu yang sama: 24 jam. Tetapi mengapa ada orang yang merasa waktunya selalu kurang, sementara orang lain mampu menggunakan waktu yang sama untuk melakukan banyak hal yang berarti? Masalahnya sering kali bukan karena kita tidak memiliki waktu, tetapi karena kita tidak menyadari nilai dari waktu yang Tuhan berikan. Uang yang hilang masih mungkin dicari kembali. Pekerjaan yang hilang mungkin masih bisa diperoleh lagi. Kesempatan yang gagal mungkin suatu hari datang kembali. Tetapi waktu yang sudah berlalu tidak pernah dapat dikembalikan.

Kita bisa berjam-jam melihat media sosial, bermain, menonton, scrolling, atau menunda pekerjaan, tetapi kemudian merasa tidak punya waktu untuk berdoa, membaca Firman, melayani, belajar, membangun relasi, atau melakukan sesuatu yang berarti.

Paulus berkata dalam Efesus 5:16, “pergunakanlah waktu yang ada.” Dalam konteks ayat ini, Paulus menggunakan kata kairos, yang menunjuk pada kesempatan atau momen yang tepat. Jadi, mempergunakan waktu bukan sekadar membuat hari kita penuh dengan aktivitas, tetapi menangkap kesempatan yang Tuhan berikan dan menggunakannya untuk melakukan kehendak-Nya. Karena itu, pertanyaannya bukan hanya, “Berapa banyak waktu yang saya miliki?” tetapi, “Untuk apa saya menggunakan waktu yang Tuhan berikan?”

1. SADARI BAHWA WAKTU ADALAH ANUGERAH TUHAN

Setiap kali kita bangun pada pagi hari, sebenarnya kita sedang menerima kesempatan baru dari Tuhan. Hari ini bukan sekadar satu hari tambahan dalam hidup kita. Hari ini adalah anugerah dan kesempatan untuk melakukan sesuatu yang berarti bagi Tuhan. Kita tidak dapat mengubah waktu yang sudah berlalu. Mungkin ada waktu yang dahulu kita sia-siakan karena malas, terlalu banyak bermain, terlalu sibuk dengan media sosial, terlalu banyak khawatir, terlalu nyaman, atau terlalu sering menunda. Namun, jangan sampai kita terus menyesali waktu yang hilang sehingga kembali membuang waktu yang masih Tuhan berikan.

Kita mungkin tidak dapat mengubah kemarin, tetapi kita masih memiliki hari ini. Kalau dulu kita terlalu sibuk sampai tidak punya waktu untuk berdoa, mulailah berdoa hari ini. Kalau dulu kita tidak mau melayani, mulailah belajar melayani hari ini. Kalau selama ini kita terus menunda sesuatu yang Tuhan taruh dalam hati kita, berhentilah menunda dan mulailah mengambil langkah. Jangan menunggu waktu yang sempurna. Bisa jadi, kesempatan yang kita miliki hari ini adalah kesempatan yang Tuhan sedang berikan.

2. KENALI DAN HENTIKAN “PENCURI WAKTU”

Tidak semua kegiatan yang memenuhi jadwal kita memiliki nilai yang sama. Ada hal-hal yang memang harus kita lakukan, tetapi ada juga kebiasaan yang perlahan-lahan mencuri waktu tanpa kita sadari. Media sosial dapat menjadi pencuri waktu; Kenyamanan dapat menjadi pencuri waktu; Kebiasaan menunda dapat menjadi pencuri waktu; Terlalu banyak hiburan dapat menjadi pencuri waktu. Bahkan kekhawatiran yang berlebihan dapat membuat kita kehilangan kesempatan untuk melakukan sesuatu yang seharusnya kita kerjakan.

Masalahnya bukan berarti semua hiburan, media sosial, atau istirahat itu salah. Yang perlu kita tanyakan adalah: apakah sesuatu yang kita lakukan sedang menguasai waktu kita sehingga kita kehilangan kesempatan untuk melakukan hal yang lebih penting? Efesus 5:15 mengingatkan kita untuk hidup dengan seksama atau bijaksana. Artinya, kita perlu mengevaluasi bagaimana kita menjalani kehidupan.

Cobalah bertanya: “Ke mana sebagian besar waktu saya pergi?” Jika kita membuka screen time dan menemukan bahwa berjam-jam setiap hari habis untuk scrolling, sementara waktu untuk Tuhan, belajar, keluarga, pelayanan, dan hal-hal penting selalu terasa tidak ada, mungkin kita perlu melakukan evaluasi. Jangan sampai kita msemiliki banyak waktu untuk hal yang tidak kekal, tetapi tidak memiliki waktu untuk hal-hal yang bernilai.

3. GUNAKAN SETIAP KESEMPATAN UNTUK KEHENDAK TUHAN

Mempergunakan waktu bukan berarti kita harus selalu sibuk. Bukan berarti setiap menit harus diisi dengan aktivitas. Yang lebih penting adalah menggunakan setiap kesempatan untuk sesuatu yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Pekerjaan atau studi bukan hanya tentang mendapatkan nilai, prestasi, atau uang. Itu adalah ruang yang Tuhan berikan untuk kita bertumbuh, belajar bertanggung jawab, dan menjadi kesaksian.

Keluarga bukan sekadar orang-orang yang tinggal bersama kita. Mereka adalah orang-orang yang Tuhan percayakan untuk kita kasihi, perhatikan, bangun, dan doakan. Teman-teman bukan sekadar orang yang kebetulan kita kenal. Mereka dapat menjadi orang-orang yang Tuhan tempatkan agar melalui kehidupan kita mereka dapat melihat kasih Kristus. Pelayanan bukan sekadar aktivitas gereja. Pelayanan adalah kesempatan untuk memakai hidup dan kemampuan kita bagi Tuhan. Karena itu, jangan menunggu kesempatan besar untuk melakukan sesuatu bagi Tuhan. Gunakan kesempatan yang ada sekarang. Hal-hal kecil yang dilakukan dalam kehendak Tuhan tidak pernah sia-sia. Kita tidak tahu berapa banyak kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita, tetapi kita dapat memilih untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada hari ini.

Efesus 5:16 mengingatkan kita bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat berharga. Kita tidak dapat menghentikan waktu dan tidak dapat mengembalikan masa lalu. Karena itu, jangan terus hidup dalam penyesalan terhadap waktu yang sudah berlalu. Kita masih memiliki hari ini. Jangan hanya menjalani hari demi hari. Sadari bahwa setiap hari adalah anugerah dan kesempatan dari Tuhan.

Mempergunakan waktu berarti menangkap kesempatan yang Tuhan berikan dan menggunakannya dengan bijaksana untuk melakukan kehendak-Nya. Jangan menunggu “suatu hari nanti” untuk hidup bagi Tuhan. Kesempatan itu mungkin adalah hari ini.

REFLEKSI RENUNGAN

Kita perlu menyadari bahwa setiap hari yang Tuhan berikan adalah anugerah sekaligus kesempatan untuk melakukan kehendak-Nya. Karena itu, kita perlu melihat kembali bagaimana kita menggunakan waktu selama ini dan mengenali hal-hal yang sering menjadi pencuri waktu, seperti kenyamanan, media sosial, kebiasaan menunda, atau berbagai aktivitas yang tidak membawa kita kepada sesuatu yang berarti. Kita mungkin memiliki masa lalu yang dipenuhi waktu yang terbuang, tetapi kita tidak perlu terus hidup dalam penyesalan karena Tuhan masih memberikan kesempatan hari ini.

HIKMAT HARI INI

“Waktu yang berlalu tidak dapat kembali, tetapi setiap hari Tuhan memberi kita kesempatan baru untuk melakukan kehendak-Nya.”

DOA MERESPONI FIRMAN TUHAN HARI INI

Tuhan, kami bersyukur untuk setiap hari dan setiap kesempatan yang Engkau berikan kepada kami. Ampunilah kami ketika kami sering menyia-nyiakan waktu, terlalu nyaman, menunda-nunda, atau menggunakan waktu untuk hal-hal yang tidak penting. Berikan kami hikmat untuk mengenali apa yang harus kami lakukan dan keberanian untuk berhenti menunda. Tolong kami menggunakan waktu untuk bertumbuh dalam iman, belajar, bekerja, mengasihi keluarga, membangun sesama, melayani, dan melakukan kehendak-Mu. Ajarlah kami menghargai setiap kesempatan yang Engkau berikan dan memakai hidup kami dengan bijaksana untuk kemuliaan nama-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

YNP – IT

JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *