Renungan Harian Anak, Rabu 15 September 2026
Syalom adik-adik semuanya … Pernahkah kamu meminta sesuatu kepada orang tua? Misalnya kamu ingin sepeda, tas baru, mainan, atau sepatu. Kadang-kadang kita juga membuat janji supaya orang tua mau memberikan apa yang kita inginkan. Misalnya, “Ayah, kalau aku dibelikan sepeda, aku janji akan lebih rajin belajar.” Atau, “Ibu, kalau aku dibelikan tas baru, aku janji akan merapikan kamarku.” Tetapi setelah mendapatkan apa yang kita inginkan, apakah kita masih ingat dengan janji itu? Jangan sampai ketika meminta sesuatu kita berkata, “Aku janji!”, tetapi setelah mendapatkannya kita lupa. Hari ini kita belajar dari kisah Hana dan keluarganya tentang pentingnya menepati janji.
Andi berjanji kepada ibunya, “Ibu, kalau aku boleh bermain, aku janji setelah selesai akan merapikan mainanku.” Ibu mengizinkannya bermain. Setelah selesai, Andi justru pergi meninggalkan mainannya. Ketika ibu mengingatkan, Andi berkata, “Nanti saja, Bu.” Apakah Andi sudah menepati janjinya? Belum. Menepati janji memang tidak selalu mudah. Kadang kita merasa malas atau ingin melakukan hal lain. Tetapi ketika kita sudah berjanji, kita harus berusaha melakukannya dengan sungguh-sungguh. Anak yang menepati janji adalah anak yang dapat dipercaya.

1 Samuel 1:21 “Elkana, laki-laki itu, pergi dengan seisi rumahnya mempersembahkan korban sembelihan tahunan dan korban nazarnya kepada TUHAN.”
Dalam 1 Samuel 1:20-28, kita melihat bahwa Tuhan menjawab doa Hana. Hana yang sebelumnya sangat merindukan seorang anak akhirnya menerima seorang anak laki-laki dan menamainya Samuel. Sebelumnya, Hana telah menyampaikan nazar kepada Tuhan. Ia berjanji bahwa jika Tuhan memberikan seorang anak, ia akan menyerahkan anak itu untuk Tuhan. Ketika Samuel lahir, Hana tidak melupakan apa yang telah dijanjikannya. Hana kemudian membawa Samuel kepada Tuhan dan menyerahkannya untuk melayani Tuhan. Keluarga Hana juga tetap datang kepada Tuhan dan mempersembahkan korban.

Dari kisah ini kita belajar bahwa janji bukan hanya kata-kata. Janji harus dibuktikan melalui tindakan. Kadang-kadang kita mudah berjanji ketika sedang menginginkan sesuatu. Kita berkata, “Aku janji akan rajin belajar,” “Aku janji akan membantu Ibu,” atau “Aku janji tidak akan mengulangi kesalahan itu.” Tetapi setelah mendapatkan yang kita inginkan, kita bisa saja lupa. Tuhan ingin kita menjadi anak yang dapat dipercaya. Kalau kita berjanji kepada orang tua, guru, teman, atau siapa pun, kita harus berusaha menepatinya. Jika kita tidak mampu melakukannya, kita perlu berkata jujur dan meminta maaf, bukan mencari alasan atau berpura-pura lupa.
Kita juga perlu berhati-hati ketika membuat janji kepada Tuhan. Jangan berjanji sembarangan hanya supaya mendapatkan sesuatu. Misalnya, “Tuhan, kalau aku mendapat mainan baru, aku pasti akan selalu berdoa.” Lebih baik kita datang kepada Tuhan dengan hati yang jujur dan bersyukur. Kita menaati Tuhan bukan karena ingin mendapatkan hadiah, tetapi karena kita mengasihi-Nya.
Tuhan senang ketika kita menjadi anak yang jujur, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya.
Kesimpulan Renungan
Hana mengajarkan kita untuk tidak melupakan apa yang telah dijanjikan kepada Tuhan. Janji harus ditepati dan dibuktikan melalui tindakan. Kita juga dapat belajar menjadi anak yang dapat dipercaya dengan menepati janji kepada orang tua, guru, dan teman. Jangan mudah berkata, “Aku janji,” jika kita tidak sungguh-sungguh mau melakukannya. Jadilah anak yang perkataannya dapat dipercaya dan perbuatannya sesuai dengan perkataannya. Kalau kita sudah berjanji, jangan hanya pandai mengucapkannya. Mari belajar menjadi anak yang dapat dipercaya dengan menepati janji.
Ayat Hafalan
Matius 5:37, “Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak.”
Komitmenku Hari Ini
“Aku mau menjadi anak yang dapat dipercaya. Aku akan berhati-hati ketika berjanji dan berusaha sungguh-sungguh untuk menepati janjiku.”
Doa Penutup
Tuhan Yesus, terima kasih karena hari ini aku belajar tentang pentingnya menepati janji. Tolong aku supaya tidak mudah berjanji hanya karena ingin mendapatkan sesuatu. Ajarlah aku menjadi anak yang jujur, bertanggung jawab, dan dapat dipercaya. Mampukan aku untuk menepati janji kepada Tuhan dan kepada orang lain. Jika aku melakukan kesalahan, ajarlah aku berani mengakuinya dan memperbaikinya. Dalam nama Tuhan Yesus aku berdoa. Amin.
Hikmat Hari Ini
“Anak yang dapat dipercaya bukan hanya pandai berjanji, tetapi sungguh-sungguh menepati janjinya.”
YNP – AEP
JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :
Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f
Atau klik tombol dibawah ini >>>