Elohim Ministry umum Berkat dalam Rukun

Berkat dalam Rukun



Renungan harian Rabu, 21 Oktober 2026

Ayat Pokok : Mazmur 133 :1-3

Syalom, Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara yang dikasihi oleh Tuhan Yesus!

Para teolog memaknai Mazmur 133 sebagai nyanyian tentang persatuan, kerukunan, dan berkat Allah yang terjalin dalam kehidupan umat beriman. Ada sebuah kata dari nyanyian ziarah Daud ini yang penting untuk kita perhatikan, yaitu “rukun”. Kata rukun berasal dari bahasa Arab rukn atau ruknun, yang berarti asas atau dasar. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata rukun memiliki beberapa arti, antara lain sesuatu yang harus dipenuhi agar suatu pekerjaan menjadi sah.

Dengan demikian, kerukunan adalah kondisi hidup yang mencerminkan suasana damai, tertib, tenteram, sejahtera, saling menghormati, saling menghargai, tenggang rasa, dan gotong royong sesuai dengan nilai-nilai agama serta kepribadian bangsa. Kerukunan seharusnya menjadi bagian penting dalam kehidupan kita karena Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk sosial. Artinya, kita tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan orang lain.

Aristoteles mengatakan bahwa manusia secara kodrati perlu hidup berdampingan dengan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Seorang ilmuwan sosial, Ibnu Khaldun, juga menjelaskan bahwa meskipun manusia memiliki kelebihan berupa akal, manusia tetap memiliki keterbatasan dan membutuhkan bantuan sesamanya. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhannya sendiri, mulai dari pangan dan pakaian hingga layanan kesehatan dan teknologi. Petani membutuhkan dokter, dan dokter pun membutuhkan petani. Kita saling membutuhkan dan saling melengkapi.

Latar Belakang Mazmur 133

Mazmur 133 merupakan salah satu dari 15 nyanyian ziarah yang terdapat dalam Mazmur 120-134. Nyanyian-nyanyian ini berkaitan dengan perjalanan umat Israel menuju Yerusalem untuk beribadah kepada Tuhan. Mazmur 133, yang dalam judulnya disebut sebagai nyanyian ziarah Daud, menekankan keindahan hidup dalam persatuan dan kerukunan. Dalam tradisi Israel, laki-laki Israel yang memenuhi ketentuan keagamaan diwajibkan menghadiri tiga hari raya utama, yaitu Hari Raya Paskah (Pesach), Hari Raya Tujuh Minggu (Shavuot), dan Hari Raya Pondok Daun (Sukkot).

Bayangkan begitu banyak orang Israel dari berbagai suku dan latar belakang berkumpul di Yerusalem. Melalui nyanyian ini, mereka diingatkan bahwa mereka adalah saudara. Tidak peduli dari suku mana mereka berasal, mereka semua merupakan umat Tuhan yang datang untuk beribadah kepada-Nya. Keadaan ini menggambarkan kebersamaan umat Tuhan yang melampaui perbedaan suku dan latar belakang. Berbagai kelompok dipersatukan oleh tujuan yang sama, yaitu beribadah kepada Tuhan. Keberagaman merupakan kenyataan dalam kehidupan kita. Perbedaan bukanlah alasan untuk saling memisahkan diri, melainkan kesempatan untuk saling melengkapi dan memperkaya kehidupan bersama.

Dalam King James Version, frasa “diam bersama dengan rukun” diterjemahkan sebagai together in unity, yang berarti bersama dalam persatuan. Kata Ibrani yang berkaitan dengan kebersamaan dalam ayat ini adalah yachad, yang mengandung makna bersama atau bersatu. Kebersamaan yang dimaksud bukan sekadar berada di tempat yang sama, melainkan hidup dalam keselarasan, dengan tujuan dan hati yang sejalan.

Kita mengenal ungkapan yang sangat populer: “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” Ungkapan ini merupakan ajakan moral agar kita senantiasa membangun persatuan dan memperoleh kekuatan dalam menghadapi berbagai rintangan. Pekerjaan dan persoalan akan lebih mudah diatasi ketika kita bekerja sama dan bergotong royong daripada ketika kita terpecah belah. Dengan demikian, persatuan melahirkan kekuatan.

Dari Mazmur 133, setidaknya kita dapat menemukan dua berkat dari kerukunan.

1. Sukacita yang Melimpah

Mazmur 133:2, “Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya.”

Dalam tradisi Perjanjian Lama, minyak digunakan dalam berbagai keperluan, termasuk dalam tindakan pengudusan dan pengurapan. Misalnya, minyak digunakan untuk: Mengurapi imam dan Mengurapi raja. Minyak juga dapat melambangkan sukacita dan kehormatan dalam konteks tertentu.

Dalam Mazmur 133:2, gambaran minyak yang mengalir dari kepala Harun hingga ke janggut dan leher jubahnya menunjukkan sesuatu yang berlimpah dan menyeluruh. Gambaran ini menolong kita memahami bahwa kerukunan membawa sukacita yang dapat dirasakan bersama. Ketika kita hidup rukun, suasana damai tumbuh di tengah keluarga, gereja, dan masyarakat. Kita belajar menerima satu sama lain, saling menguatkan, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang baik. Sebaliknya, pertengkaran dan perpecahan dapat merampas sukacita serta menghambat pertumbuhan bersama.

Karena itu, marilah kita menjaga kerukunan, bukan hanya melalui perkataan, tetapi juga melalui sikap dan tindakan nyata. Belajarlah mendengarkan, menghargai perbedaan, mengampuni, dan mengutamakan kasih. Kerukunan yang dipelihara dalam kasih akan menjadi saluran sukacita bagi banyak orang.

2. Berkat yang Melimpah

Mazmur 133:3, “Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Sebab ke sanalah TUHAN memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya.” Dalam bahasa Inggris, kata commanded berarti memerintahkan, sedangkan blessing berarti berkat. Kata blessing dapat berkaitan dengan kesejahteraan, tetapi makna berkat Allah tidak terbatas pada kemakmuran materi. Frasa “ke sanalah” merujuk pada tempat yang digambarkan dalam mazmur ini, yaitu tempat saudara-saudara hidup bersama dengan rukun. Di sanalah persatuan dan kebersamaan terwujud.

Mazmur ini mengibaratkan kerukunan seperti embun Gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion. Embun memberikan kesegaran dan kehidupan. Gambaran ini menunjukkan betapa berharganya kerukunan bagi kehidupan umat Tuhan. Pemazmur kemudian menyatakan bahwa di sanalah TUHAN memerintahkan berkat, yaitu kehidupan untuk selama-lamanya.

Kata Ibrani tsavah berarti memerintahkan atau menetapkan. Dalam konteks ayat ini, ungkapan tersebut menegaskan bahwa Tuhanlah sumber berkat dan bahwa berkat-Nya merupakan bagian penting dari kehidupan umat-Nya. Namun, kita perlu memahami ayat ini dengan bijaksana. Mazmur 133 bukan berarti bahwa setiap kelompok yang hidup rukun pasti akan memperoleh kekayaan atau terbebas dari segala persoalan. Sebaliknya, mazmur ini menegaskan keindahan persatuan umat Tuhan dan berkat kehidupan yang berasal dari-Nya.

Kerukunan bukan cara untuk memaksa Tuhan memberikan apa yang kita inginkan. Kerukunan merupakan wujud kehidupan bersama yang selaras dengan kehendak-Nya. Ketika kita hidup dalam kasih, saling mengampuni, saling menolong, dan menjaga persatuan, kita membangun lingkungan yang mendukung pertumbuhan iman serta menjadi berkat bagi orang lain.

Di tengah kerukunan, kita belajar mengalami kebaikan Tuhan dan menjadi saluran berkat bagi sesama.

Penutup Renungan

Pertanyaannya sekarang: Apakah kita merindukan berkat Tuhan dalam kehidupan kita?Apakah Bapak, Ibu, dan Saudara-saudara merindukan berkat Allah dalam keluarga, gereja, dan komunitas kita? Melalui Mazmur 133, kita diingatkan bahwa kerukunan merupakan sesuatu yang baik, indah, dan berharga di hadapan Tuhan. Karena itu, marilah kita mengambil keputusan untuk terus memperdalam persatuan dengan orang-orang di sekitar kita.

Janganlah kita memandang kerukunan hanya sebagai kewajiban, melainkan sebagai wujud kasih kepada Tuhan dan sesama. Mari kita belajar menerima perbedaan, mengampuni kesalahan, menghindari perselisihan yang tidak perlu, dan membangun kehidupan yang saling menguatkan.Kiranya kerinduan kita bukan hanya untuk menerima berkat Tuhan, tetapi juga untuk hidup sedemikian rupa sehingga kehadiran kita membawa damai dan menjadi berkat bagi orang lain.

Hiduplah dalam kerukunan, peliharalah persatuan, dan jadilah saluran berkat Tuhan bagi sesama.

Hikmat Hari Ini

Kerukunan bukan sekadar hidup berdampingan, melainkan belajar saling mengasihi, menghargai perbedaan, mengampuni, dan menguatkan satu sama lain. Ketika kita hidup dalam persatuan yang berlandaskan kasih Tuhan, kita menciptakan suasana damai dan menjadi saluran berkat bagi sesama.

Doa Meresponsi Firman Tuhan Hari Ini

Tuhan Yesus yang baik, terima kasih atas firman-Mu hari ini melalui Mazmur 133 yang mengingatkan kami akan indahnya hidup dalam kerukunan. Ampunilah kami jika selama ini kami lebih mementingkan diri sendiri, sulit mengampuni, atau membiarkan perbedaan menjadi sumber perpecahan. Tolonglah kami agar mampu hidup dalam kasih, menghargai satu sama lain, menjaga persatuan dalam keluarga, gereja, dan masyarakat, serta saling menolong dengan tulus. Ajarlah kami untuk tidak hanya merindukan berkat-Mu, tetapi juga menjadi saluran berkat bagi orang-orang di sekitar kami. Biarlah damai sejahtera-Mu memenuhi hati kami dan persatuan kami memuliakan nama-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.

DS

JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

1 thought on “Berkat dalam Rukun”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *