Elohim Ministry umum Miliki Iman yang Sehat

Miliki Iman yang Sehat



Renungan Harian, Sabtu 7 November 2026

Nats: Amos 6 : 6, “yang minum anggur dari bokor dan berurap dengan minyak yang paling baik tetapi tidak berduka karena hancurnya keturunan Yusuf! “.

Saudara yang dikasihi Tuhan, pernahkah saudara memperhatikan bagaimana tubuh kita merespon rasa sakit ? Ketika kita merasa sakit kepala, demam atau ada bagian tubuh yang terluka. Itu sebenarnya adalah alaram alami yang Tuhan ciptakan. Rasa sakit memberi tahu kita bahwa ada sesuatu yang salah di dalam tubuh kita, sehingga kita segera mencari pengobatan. Bayangkan jika seseorang memiliki penyakit, tetapi sistem sarafnya rusak sehingga ia tidak merasakan sakit sama sekali. Ia merasa baik-baik saja, bisa tertawa, makan enak dan tidur nyenyak padahal penyakitnya diam-diam sedang menggerotinya hidupnya dan kondisi inilah yang sangat berbahaya.

Seperti itulah kondisi rohani jemaat yang sedang ditegur oleh nabi Amos dalam nats kita hari ini. Bangsa Israel di Samaria merasa hidup mereka sangat baik, perekonomian stabil, keamanan terjaga, mereka menikmati kemewahan, minum anggur terbaik dan memakai wangi-wangian yang mahal. Dan yang lebih berbahaya mereka merasa iman mereka sehat, karena diberkati secara materi. Namun Nabi Amos menelanjangi realitas rohani mereka yang sebenarnya sedang membusuk, iman yang sakit parah, bukan karena kekurangan berkat, melainkan karena mereka kehilangan kepekaan rohani terhadap penderitaan sesama dan kehendak Allah.

Ada 3 ciri Iman yang tidak sehat Berdasarkan Amos 6 : 6

Iman Yang Tidak Sehat karena terlalu nyaman

,…kamu yang minum anggur dari mangkuk dan yang mengurapi diri dengan minyak yang paling baik,…” Amos menggambarkan gaya hidup kaum elite pada masa itu yang hidup dalam kemewahan yg berlebihan. “ Minum anggur dari mangkuk “ adalah simbol dari konsumsi yang melampaui batas-bukan lagi minum secukupnya. Mereka mengurapi diri dengan minyak terbaik, hidup dalam kenyamanan total, dan menjadikan kesenangan pribadi sebagai tujuan hidup utama. Jadi apa bahayanya bagi orang percaya? Kemakmuran dan kenyamanan sering kali menjadi anestesi (bius) rohani yang paling ampuh. Orang yang hidupnya terlalu nyaman sangat rentan melupakan Tuhan.

Iman yang Tidak Sehat Kehilangan Empati dan Kepedulian Sosial

“ ,…tetapi tidak berdukacita,….” Kata kunci yang sangat menohok disini adalah “ tidak berdukacita “ mereka punya kapasitas untuk bersukacita, merayakan pesta dan tertawa tetapi hati mereka telah membatu terhadap penderitaan disekitarnya. Mereka tidak mampu lagi merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Jadi Iman yang sehat tidak bersifat egois , Tuhan Yesus mengajarkan kita untuk mengasihi sesama seperti diri sendiri. Jika kita bisa tidur dengan nyenyak diatas tempat tidur yang empuk sementara kita tahu ada saudara seiman atau sesama manusia di sekitar kita yang kelaparan, tertindas atau menderita dan hati kita sama sekali tidak tergerak, maka ada yang salah dengan keimanan kita.

Iman yang Tidak Sehat, buta Terhadap Krisis Rohani dan Keruntuhan Moral

“ ,…karena hancur leburnya keturunan Yusuf,…” “ Keturunan Yusuf “ adalah sebutan bagi umat Allah ( Kerajaan Israel Utara ) yang pada saat itu sedang menuju ambang kehancuran di depan pintu ketidakadilan merajalela di pengadilan, yg miskin diinjak-injak dan hukum Tuhan diabaikan. Jadi orang yang tidak sehat hidup dalam penyangkalan. Mereka mengira bahwa selama gereja tempat beribadah megah dan keunagan mereka aman, maka semuanya baik-baik saja di mata Tuhan. Mereka tidak peduli pada hancurnya nilai-nilai keluarga, rusaknya integritas generasi muda, atau ketidakadilan masyarakat.

Aplikasinya bagaimana Memiliki Iman yang Sehat

Evaluasi Sumber Kebahagiaan :  Apakah sukacita kita bergantung sepenuhnya pada fasilitas duniawi, jabatan, dan kenyamanan materi ? atau sukacita kita berakar pada hubungan yang hidup dengan Kristus.

Pertajam Kepekaan Rohani : Melalui Firman dan Doa Mintalah kepada Roh Kudus agar hati kita tidak menjadi tumpul atau kebas terhadap penderitaan sesama. Doa yang sehat selalu megarahkan pandangan kita ke luar diri kita-memikirkan orang lain.

Wujudkan Iman yang Nyata: Iman tanpa perbuatan adalah mati (Yakobus 2 : 17) Iman yang sehat menolak untuk hidup egois, Tuhan memanggil kita bukan hanya untuk diselamatkan dan menikmati surga kelak, tetapi diutus menjadi saluran berkat, pembawa keadilan dan penyembuh luka di dunia yang broken ini.

Kesimpulan

Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, mari kita bercermin dari peringatan nabi Amos. Jangan biarkan kenyamanan hidup membuat hati kita mati rasa, tetapi mari kita bangun iman yang sehat, yakni iman yg aktif, peka terhadap suara Tuhan, peduli kepada sesama dan berani hidup benar di tengah zaman yang rusak. Kiranya Tuhan menolong kita untuk tidak hanya menjadi penikmat berkat tetapi juga menjadi pelaku firmanNya.

Tuhan memberkati

EW

JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

1 thought on “Miliki Iman yang Sehat”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *