Renungan Harian Rabu, 30 April 2025
Bacaan: Lukas 24:36-43
Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: “Adakah padamu makanan di sini?” Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. (Ay.41-43)
Dalam perjalanan iman kita, sering kali kita membayangkan bahwa karya Tuhan hanya terjadi dalam hal-hal besar, spektakuler, atau ajaib. Namun, bacaan hari ini menunjukkan sesuatu yang sangat menarik: setelah bangkit, Yesus justru meminta makanan — sebuah tindakan sederhana, tetapi sarat makna rohani yang mendalam.
Setelah kebangkitan-Nya, Yesus beberapa kali menampakkan diri. Salah satu peristiwa yang menarik adalah ketika Dia muncul di tengah para murid dan meminta lauk pauk. Permintaan Yesus, “Adakah padamu makanan di sini?” bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan fisik. Permintaan ini adalah momen penguatan iman, sebuah ajakan untuk menyadari bahwa Yesus yang bangkit adalah nyata, hadir, dan peduli, bahkan terhadap hal-hal kecil dalam hidup kita.
Beberapa hal yang dapat kita renungkan dari kisah ini:
1. Yesus Menyatakan Diri Sebagai Pribadi yang Hidup (Luk. 24:36-40)
Saat murid-murid melihat Yesus, mereka ketakutan dan menyangka sedang melihat hantu. Untuk menghilangkan keraguan mereka, Yesus memperlihatkan tangan dan kaki-Nya yang terluka. Dia ingin memastikan kepada mereka: Aku benar-benar hidup. Aku sungguh-sungguh bangkit!
Iman Kristen bukanlah sekadar kepercayaan buta atau mitos kosong. Kebangkitan Yesus adalah fakta historis yang kokoh, dasar iman kita yang sejati. Kita percaya kepada Tuhan yang bangkit — Tuhan yang hidup, nyata, dan aktif dalam dunia ini, termasuk dalam hidup kita pribadi.
2. Yesus Hadir di Tengah Ketakutan (ayat 36)
“Damai sejahtera bagi kamu”, diucapkan kepada murid-murid yang sedang takut dan bingung. Yesus datang bukan untuk menghukum, tapi untuk menguatkan dan membawa damai. Saat kita takut, bingung, atau kehilangan arah, Yesus hadir dan menawarkan damai sejahtera bagi kita.
Dalam momen ketakutan, kekecewaan, atau keputusasaan, Yesus datang membawa damai, bukan hukuman. Dia tidak menjauh saat kita bingung atau takut; sebaliknya, Dia mendekat untuk menenangkan hati kita. Saat kita dilanda ketakutan atau ketidakpastian, kepada siapa kita mencari damai? Apakah kita datang kepada Yesus?
3. Yesus Peduli akan Hal-Hal Sederhana (ayat 41-43)
Yesus bertanya, “Adakah padamu makanan di sini?”. Murid-murid-Nya memberikan ikan goreng kepada-Nya. Ia makan di depan mereka, bukan karena lapar semata, tapi sebagai tanda bahwa Dia benar-benar hidup, bukan roh.
Tuhan hadir dalam makan, minum, belajar, bekerja, tidur, dan seluruh aktivitas kita. Dia peduli terhadap kesehatan, keluarga, masa depan, bahkan kegelisahan kecil kita. Iman kepada Kristus yang hidup berarti mengundang Dia masuk dalam seluruh bagian kehidupan kita, bukan hanya di gereja atau saat berdoa.
Yesus tidak hanya hadir dalam hal rohani, tapi juga dalam hal-hal sederhana dan praktis. Dia peduli dengan kehidupan sehari-hari kita.
4. Tanggapan Murid: Sukacita dan Kagum (ayat 41)
“Mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran”, artinya mereka mulai tersadar dan dikuatkan. Perjumpaan dengan Yesus membawa sukacita yang mendalam dalam diri murid-murid yang sedang ketakutan.
Apakah kita masih memiliki sukacita karena Yesus hidup? Atau iman kita sudah menjadi rutinitas?
Permintaan Yesus akan lauk pauk bukan hal sepele. Itu adalah penguatan bagi iman para murid, dan bagi kita hari ini. Yesus yang bangkit bukan hanya Tuhan yang jauh di surga, tapi Tuhan yang hidup, nyata, dan peduli akan hidup kita, bahkan sampai hal yang paling sederhana.
Hal yang perlu kita renungkan setelah membaca kisah ini adalah: Apakah kita percaya bahwa Yesus sungguh hidup dan hadir dalam hidup kita? Bagaimana kita merespons kehadiran-Nya dalam keseharian? Sudahkah kita membawa damai sejahtera dan sukacita kepada orang lain seperti Yesus lakukan? Tuhan Yesus Memberkati.
Apa makna “Adakah padamu makanan di sini?” bagi kita hari ini?
✅ Yesus mengingatkan kita bahwa Dia hadir secara nyata dalam hidup ini, bukan hanya di altar atau dalam doa, tetapi juga di meja makan, dalam studi, di tempat kerja, dalam percakapan sehari-hari.
✅ Kita dipanggil untuk mempercayai bahwa Dia terlibat dalam semua aspek hidup kita.
✅ Kita diajak untuk menyediakan “makanan rohani” — yaitu iman, kasih, pelayanan, dan sukacita yang bisa kita tawarkan kepada Yesus dan sesama.
Tuhan Yesus Memberkati! 🙏
CM
Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan