Renungan Harian Anak, Selasa 05 November 2024
Syalom, selamat pagi adik-adik Elohim Kids! Sebelum memulai kegiatan hari ini, yuk kita luangkan waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan. Hari ini, kita akan belajar dari kisah seseorang yang berubah menjadi lebih baik setelah bertemu dengan Yesus.
Didi adalah anak yang dikenal suka membantah guru dan membuat masalah. Dia sering membentak dan mengajak teman-temannya berkelahi. Tapi suatu hari, hal yang aneh terjadi! Bapak-ibu guru dan teman-teman Didi melihat ada perubahan besar dalam diri Didi. Didi tiba-tiba menjadi anak yang lembut dan sopan. Saat bertemu dengan guru, dia menyapa dan bersalaman, bahkan tersenyum pada teman-teman sekelasnya. Sejak hari itu, Didi berubah menjadi anak yang lebih baik dan semua orang melihat perubahan itu.
Cerita Didi mengingatkan kita pada kisah seorang pemungut cukai bernama Zakheus dalam Lukas 19:1-10. Zakheus adalah seorang pemungut cukai yang bekerja mengumpulkan pajak untuk pemerintah Romawi. Karena pekerjaannya itu, Zakheus sering mengambil uang lebih dari yang seharusnya, sehingga orang-orang merasa dirugikan dan tidak menyukainya. Namun, segalanya berubah ketika Yesus datang ke kotanya. Suatu hari, Zakheus mendengar bahwa Yesus sedang melewati kota. Karena tubuhnya kecil, Zakheus memanjat pohon agar bisa melihat Yesus dari kejauhan.

Yang mengejutkan, Yesus melihat Zakheus di atas pohon dan memanggilnya. Yesus bahkan berkata ingin berkunjung ke rumah Zakheus. Zakheus sangat terkejut dan senang, lalu ia berjanji di hadapan Yesus bahwa dia akan mengembalikan harta yang pernah diambilnya dengan cara tidak jujur, bahkan memberikan separuh hartanya kepada orang miskin!
Adik-adik, seperti Didi dan Zakheus, kita juga bisa berubah menjadi lebih baik. Ada kalanya kita mungkin pernah melakukan hal yang tidak menyenangkan, seperti bertengkar, berbicara kasar, atau tidak patuh. Tapi Tuhan Yesus selalu memberikan kesempatan bagi kita untuk berubah dan menjadi lebih baik.
1. Berani Mengakui Kesalahan. Seperti Zakheus yang menyadari bahwa perbuatannya salah, kita juga harus berani mengakui kesalahan kita.
2. Mau Meminta Maaf dan Berubah. Setelah menyadari kesalahan, kita perlu minta maaf kepada orang lain dan berjanji untuk berubah. Tuhan Yesus sangat senang saat kita berusaha menjadi anak-anak yang lebih baik.
3. Berbuat Baik kepada Orang Lain Setelah bertemu dengan Yesus, Zakheus tidak hanya berubah sikapnya, tetapi juga mulai berbuat baik kepada orang lain. Ini adalah tanda bahwa kita sudah mau berubah.
Adik-adik hari ini kita belajar bahwa Tuhan Yesus selalu siap mengampuni dan menerima kita. Sama seperti Didi dan Zakheus, kita semua bisa berubah menjadi anak-anak yang lebih baik dan menyenangkan Tuhan. Ingatlah, saat kita berusaha untuk berubah, Tuhan Yesus akan menolong dan menyertai kita.
Ayat Hafalan
Lukas 19:10 “Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.”
Komitmenku hari ini
Aku bersyukur atas setiap kesempatan yang Tuhan berikan kepadaku untukberubah menjadi lebih baik. Meninggalkan perbuatan yang tidak baik dan berubah menjadi berkat bagi orang lain.
GH – KCP