Renungan Harian, Selasa 05 November 2024
Bacaan : Roma 8:26-30
Nats : Roma 8:26, Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana harus berdoa; tetapi Roh sendiri menyampaikan permohonan kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucap.
Syalom bapak ibu yang terkasih dalam Tuhan Yesus Kristus …..
Ketika kebakaran besar terjadi di Kalifornia, Oktober 2007, dua ribu rumah habis dilalap api. Barbara Warden, seorang korban dalam peristiwa itu, hanya sempat menyelamatkan tiga kotak berisi foto dan jam kuno warisan kakeknya. Meskipun hatinya remuk, ia tetap tegar. Dalam kebaktian di gerejanya, ia bersyukur karena tidak ada anggota keluarganya yang cedera. “Di dalam Tuhan, kita selalu menemukan banyak alasan untuk bersyukur — walau pada masa sulit sekalipun,” kata-nya.
Apa yang memampukan Barbara bersyukur di saat sulit? Pimpinan Roh Kudus! Paulus berkata bahwa saat hidup berada di titik terendah, saat itulah Roh memberikan kekuatna bagi orang percaya. Seperti dalam nats kita hari ini, bagaimana caranya?
Pertama, berdoalah (ay. 26). Tuhan mengerti penderitaan kita. Bukan sekadar Dia adalah Tuhan yang mahatahu, tetapi karena Dia telah mengalami penderitaan di dunia demi menebus kita. Tuhan memberikan Roh Kudus supaya kita bisa mengungkapkan isi hati kita. Dalam penderitaan, kita harus semakin tekun berdoa karena di situ ada Tuhan yang mendengar, menghibur, dan memberikan kekuatan pada anak-anak-Nya.
Kedua, percayalah. Sakit, kebangkrutan, dan kesulitan-kesulitan hidup lainnya bukanlah akhir hidup kita. Tetapi, itu awalah awal yang baik. Kita tidak selalu bisa mengerti tujuan dari setiap tragedi kehidupan. Mungkin, kita baru akan mengertinya kelak ketika kita berada di surga. Kita perlu terus percaya pada rencana Tuhan yang baik. Tuhan selalu hadir dan bekerja, sekalipun di dalam penderitaan yang terburuk, untuk mendatangkan kebaikan (Rm. 8:28).
Hasilnya, kita tetap memandang masa depan secara positif, meski hari ini semuanya tampak suram.
Roh Kudus memampukan kita berjalan dengan iman, bukan penglihatan.
Apakah hidup Anda terasa rumit? Apakah Anda sedang berada di “titik terendah”? Adakah keresahan menyelimuti Anda? Berdiam dirilah di hadapan Allah. Izinkan Roh Kudus menyampaikan keluh-kesah Anda dan mengubah airmata Anda menjadi doa. Anda akan menjadi lega dan tegar.
DI SAAT KITA BEGITU LEMAH PENDAMPINGAN ROH KUDUS TERASA BEGITU KUAT
Tuhan Yesus Memberkati
TC
terimakasih Firman Tuhanya mguatakan