Elohim Ministry youth AWALI DENGAN HATI BARU

AWALI DENGAN HATI BARU

Awali Dengan Hati Baru

Renungan Harian Youth, Jumat 31 Desember 2021

Yehezkiel 36:26, Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat.

Syalom rekan-rekan Elohim Youth, bersyukur banget kita sudah tiba di penghujung tahun 2021, dan telah melewatinya dengan keyakinan bahwa Tuhan menyertai kita. Mungkin ada banyak peristiwa buruk atau kesedihan yang melanda kita di tahun ini, namun yakinlah bahwa Tuhan selalu ada dan mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi-Nya.

Banyak orang bersiap menghadapi tahun baru dengan berdoa meminta Tuhan untuk menyertai mereka dan memimpin mereka melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan atas mereka. Semua hal yang berkaitan dengan kehidupan dan kondisi pribadi masing-masing dipastikan mendapat fokus yang lebih untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Kita pasti juga mendoakan hal yang sama terjadi dalam hidup kita. Dan tentunya titik utama yang paling harus kita bangun adalah Hati kita.

Pembacaan kita pagi ini sangat berkaitan dengan Pemulihan akan Hidup. Khususnya terhadap apa yang telah dihadapi oleh bangsa Israel. Umat Israel mungkin berkecil hati dalam mengharapkan pemulihan mereka, bukan hanya karena menyadari ketidaklayakan mereka akan perkenanan seperti itu (yang dijawab, dalam ayat-ayat sebelumnya, bahwa Allah, dalam memulihkan mereka, mengarahkan pandangan-Nya pada kemuliaan-Nya sendiri, bukan pada kelayakan mereka), tetapi juga karena menyadari ketidakpantasan mereka untuk perkenanan seperti itu, sebab mereka masih bobrok dan berdosa. Dan itu dijawab dalam ayat-ayat di atas, dengan janji bahwa Allah dengan anugerah-Nya akan mempersiapkan dan melayakkan mereka untuk menerima rahmat-Nya, baru kemudian menganugerahkan rahmat itu kepada mereka. Allah sendiri yang berinisiatif untuk melayakkan umat-Nya dengan memberikan kepada mereka hati yang baru. Allah akan memberi mereka hati yang baru, kecenderungan pikiran yang sungguh-sungguh unggul dan jauh berbeda dari apa yang sebelumnya. Allah akan mengerjakan perubahan di dalam batin untuk mewujudkan perubahan yang menyeluruh.

Perhatikanlah, semua orang yang mempunyai kepentingan dalam perjanjian baru, dan berhak atas Yerusalem baru, mempunyai hati yang baru dan roh yang baru, dan semuanya ini diperlukan supaya mereka dapat berjalan dalam hidup yang baru. Inilah kodrat ilahi yang di dalamnya orang-orang percaya dibuat ambil bagian melalui janji-janji.

Rekan-rekan youth, hati yang baru yang Tuhan janjikan akan membuat kita meresponi dengan baik segala sesuatu yang terjadi dalam hidup kita. seperti apakah hati itu?

1. Hati yang siap

Hati ini adalah hati yang peka akan tujuan Tuhan dalam segala situasi yang kita hadapi. Kita mungkin pernah meresponi dengan salah beberapa peristiwa yang terjadi di tahun sebelumnya.

Kekeliruan kita dalam memberi respon sebenarnya berawal dari hati yang tidak siap menghadapi proses yang dari Tuhan.

Ingat gak Kisah Abraham ketika ia diminta untuk mempersembahkan Ishak? Dalam Kejadian 22, kepercayaannya diuji, komitmennya diuji, kerendahan hatinya diuji oleh Tuhan. Namun Abraham menunjukkan hati yang siap dibentuk oleh Allah. Abraham berjalan dengan iman walaupun apa yang diminta oleh Allah adalah sesuatu yang telah didoakannya berpuluh tahun lamanya, tapi dia siap memberikannya kembali kepada Allah.

2. Hati yang lembut

Hati yang lemah lembut adalah hati yang terlatih indra-indra rohaninya, yang sadar akan penderitaan-penderitaan dan kesenangan-kesenangan rohani, dan dalam segala sesuatu patuh pada kehendak Allah. Alkitab telah menuliskan Musa sebagai seorang yang lembut hatinya.

Bilangan 12:3, Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi.

Sebagai seorang pemimpin, Musa telah mengalami pembentukan hati yang Tuhan kerjakan melalui masa-masa sulit yang dia hadapi. Ancaman, cacian, keluhan dari satu bangsa yang dia hadapi membuat dia tidak lari dari apa yang Tuhan percayakan kepadanya. Bahkan pada akhir kepemimpinannya, Musa bahkan tidak diijinkan Tuhan masuk ke Tanah Perjanjian. Musa hanya boleh melihatnya dari kejauhan dan itu cukup buat dia. Musa telah menunjukkan respon yang baik dalam situasi berat yang dia hadapi dengan menunjukkan kelembutan hatinya dihadapan Tuhan.

Janji-janji Allah seharusnya mendorong kita pada perintah-perintah-Nya sebagai pedoman kita, dan perintah-perintah-Nya harus membawa kita kembali kepada janji-janji-Nya untuk memberikan kekuatan, sebab tanpa anugerah-Nya kita tidak dapat berbuat apa-apa.

Dan untuk menikmati anugerah yang Tuhan berikan, kita perlu hati yang siap dan hati yang lembut untuk meresponi banyak perkara dengan hikmat yang dari Tuhan.

Selamat menikmati pengalaman baru di tahun 2022. Immanuel, TUHAN PASTI MENYERTAI KITA

Komitmenku hari ini:

Bagian Tuhan adalah memberikan kita hati yang baru. Bagian kita adalah meminta tuntunan Tuhan dalam hidup kita supaya hati yang Tuhan inginkan. Amin Tuhan Yesus Memberkati

RM – AC

https://alkitab.app/v/832321ff8335

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *