Kitab Yeremia pasal 41-42
Yeremia 41 menceritakan tentang Ismael, berkhianat membunuh Gedalya dan yang lainnya, bersama dengan yang tersisa hendak pergi ke bani Amon. Yohanan mendapatkan kembali para tawanan, dan bermaksud pergi ke Mesir. Allah terkadang mengijinkan pekerjaan berdarah dilakukan untuk menyelesaikan kehancuran umat yang tidak rendah hati dan mengisi penuh takaran hukuman mereka. Pekerjaan yang kejam harus membuat kita tercengang akan hukuman Allah, sama seperti akan kemarahan terhadap kejahatan manusia.
Yeremia 42 berisi permohonan Yohanan yang meminta Yeremia untuk bertanya kepada TUHAN, berjanji akan menaati kehendak-Nya. Yeremia menjamin kepadanya keselamatan di Yehuda dan kehancuran di Mesir. Dia menegur kemunafikan mereka, dengan bertanya kepada TUHAN tetapi sesungguhnya mereka tidak mau menurutinya. Di tengah keadaan yang sulit, mata kita harus mengarah kepada Allah, dan hati kita harus sungguh-sungguh ingin menaati suara-Nya. Tuhan menjawab melalui Yeremia bahwa mereka harus tetap tinggal di Yehuda dan tidak pergi ke Mesir, karena Tuhan akan melindungi mereka jika mereka taat. Namun, jika mereka tetap nekat pergi ke Mesir, mereka akan menghadapi kehancuran.

Kesimpulan:
Kekerasan dan pemberontakan terhadap rencana Tuhan membawa kehancuran. Ketidakpercayaan kepada Tuhan membuat orang mencari perlindungan di tempat yang salah, yang sering kali membawa lebih banyak masalah.
Tuhan memberikan perlindungan bagi mereka yang taat kepada-Nya. Namun, jika seseorang mengabaikan perintah Tuhan dan mencari jalan sendiri, mereka akan menghadapi konsekuensi yang lebih buruk. Kepercayaan kepada Tuhan adalah kunci keselamatan sejati.
Lanjutkan di Link Membaca :