Kitab Yoel pasal 3 dan Amos 1
Yoel 3 – Penghakiman atas Bangsa-Bangsa dan Pemulihan Israel
Istilah “umat-Ku, milik-Ku, tanah-Ku, perak-Ku, emas-Ku, barang-barang-Ku” menekankan bahwa Allah adalah pemilik Israel dan bahwa Israel berharga di mata Tuhan. Pasal ini menggambarkan penghakiman Tuhan atas bangsa-bangsa yang telah menindas umat Israel. Tuhan akan mengumpulkan semua bangsa di “lembah Yosafat” untuk diadili karena mereka telah memperbudak Israel, menjual anak-anak mereka, dan mencemarkan tanah Tuhan. Di sisi lain, Tuhan berjanji akan memulihkan Yehuda dan Yerusalem, dan hadirat-Nya akan kembali tinggal di Sion.
Kesimpulan:
Allah mengenal kepunyaan-Nya, yaitu Israel. Ia sendiri yang memilih, memanggil, dan mengikat perjanjian dengan mereka. Inilah sebabnya Allah tidak pernah membiarkan umat-Nya binasa. Sekalipun marah, Ia akan selalu memberikan anugerah pengampunan kepada mereka. Allah tidak akan pernah melepaskan umat-Nya.

Amos 1 – Hukuman atas Bangsa-Bangsa Tetangga Israel
Nabi Amos adalah seorang peternak domba dari Tekoa. Ia bernubuat pada masa pemerintahan Uzia-raja Yehuda dan Yerobeam. Amos memulai nubuatnya dengan menyampaikan penghakiman Tuhan atas bangsa-bangsa sekitar Israel, seperti Damsyik, Gaza, Tirus, Edom, Amon, dan lainnya. Tuhan menyatakan bahwa karena kejahatan mereka yang berulang-ulang—seperti penindasan, kekejaman, dan pengkhianatan—maka pengampunan tidak akan diberikan lagi, dan mereka akan mengalami kehancuran melalui api dan peperangan.
Kesimpulan:
Tuhan adalah Allah yang menyatakan kasih serta keadilan kepada semua orang dan atas seluruh bangsa di dunia. Tidak ada seorang pun yang dapat bersembunyi dan terluput dari tindakan keadilan-Nya atas dosa ketidakadilan yang telah dilakukan.