1 Korintus 10 – Peringatan dari Sejarah Israel dan Ajakan Hidup Kudus
Paulus mengingatkan jemaat Korintus akan sejarah Israel di padang gurun yang banyak mengalami kejatuhan karena penyembahan berhala dan ketidaktaatan. Ia menekankan agar orang percaya berhati-hati, jangan merasa diri kuat sehingga jatuh dalam pencobaan. Tuhan setia dan memberikan jalan keluar dari pencobaan. Paulus juga menasihati jemaat untuk tidak terlibat dalam pesta berhala dan mengingatkan bahwa kita hidup untuk kemuliaan Allah.
Kesimpulan:
Sejarah Israel menjadi peringatan bagi kita. Jangan sombong rohani; tetap andalkan Tuhan. Dalam setiap pencobaan, Allah menyediakan jalan keluar.

1 Korintus 11 – Tata Ibadah dan Perjamuan Tuhan
Paulus menasihati jemaat tentang sikap yang pantas dalam beribadah, termasuk soal penutup kepala bagi perempuan dan laki-laki. Ia kemudian menegur jemaat karena ketidakberaturan dan ketidakhormatan dalam merayakan Perjamuan Tuhan. Perjamuan Kudus harus dilakukan dengan penuh penghormatan, mengenang tubuh dan darah Kristus, dan memeriksa diri sebelum mengambil bagian di dalamnya.
Kesimpulan:
Ibadah dan Perjamuan Kudus adalah perayaan kudus yang mengingatkan kita akan pengorbanan Kristus. Kita dipanggil untuk memeriksa diri, menghormati tubuh Kristus (jemaat), dan melakukannya dengan hati yang tulus.
1 Korintus 10–11 mengingatkan kita untuk belajar dari sejarah, menjaga diri dari pencobaan, dan menghormati ibadah. Semua dilakukan untuk kemuliaan Allah dan sebagai wujud kasih kepada tubuh Kristus.
“Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri, hati-hatilah supaya ia jangan jatuh! Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.”(1 Korintus 10:12–13)