π Wahyu 3 β Surat kepada Tiga Jemaat Terakhir
Kristus menyampaikan pesan kepada tiga jemaat terakhir: Sardis: ditegur karena hidup secara rohani dianggap mati meski kelihatan hidup; diminta untuk berjaga-jaga dan bertobat. Filadelfia: dipuji karena setia meski kekuatannya kecil; dijanjikan perlindungan dari masa pencobaan yang akan datang dan akan dijadikan tiang dalam Bait Allah. Laodikia: ditegur keras karena suam-suam kukuβtidak dingin dan tidak panas; diminta untuk bertobat, membuka hati, dan membeli dari Kristus emas, pakaian putih, serta minyak untuk matanya.
Kesimpulan:
Kristus memanggil jemaat untuk berjaga, setia, dan bertobat dari sikap suam-suam kuku, karena upah tersedia bagi mereka yang menang.

π Wahyu 4 β Penglihatan tentang Takhta Allah
Yohanes dibawa dalam roh ke surga dan melihat takhta Allah yang dikelilingi pelangi bagaikan zamrud. Di sekeliling takhta ada 24 tua-tua dengan mahkota emas, serta empat makhluk penuh mata yang masing-masing serupa singa, lembu, manusia, dan burung rajawali. Mereka senantiasa memuji Allah yang kudus, yang ada, yang sudah ada, dan yang akan datang. Para tua-tua tersungkur menyembah Allah, meletakkan mahkota mereka di hadapan-Nya, mengakui bahwa hanya Allah layak menerima kemuliaan, hormat, dan kuasa karena Ia menciptakan segala sesuatu.
Kesimpulan:
Penglihatan takhta Allah menegaskan kemuliaan dan kekudusan-Nya, serta mengundang seluruh ciptaan untuk menyembah Dia yang menciptakan segala sesuatu.
Wahyu 3β4 Kristus menegur dan menguatkan jemaat agar tetap setia, berjaga, dan bertobat, sambil menjanjikan upah bagi yang menang. Yohanes lalu diperlihatkan penglihatan tentang takhta Allah yang mulia, pusat penyembahan surga, menegaskan bahwa segala kuasa dan kemuliaan hanya milik Allah.
βLihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membuka pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku.β (Wahyu 3:20)