Elohim Ministry youth Belajar dari orang bijak

Belajar dari orang bijak



Renungan Harian Youth, Kamis 24 September 2026

Amsal 3:7, “Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan TUHAN dan jauhilah kejahatan.”

Syalom rekan-rekan Youth semuanya … Pernah nggak kita merasa, “Aku sudah tahu kok.” Ketika orang tua menasihati, kita merasa mereka nggak mengerti zaman sekarang. Ketika kakak rohani memberikan masukan, kita berpikir, “Aku punya cara sendiri.” Ketika teman mengingatkan, kita malah merasa, “Hidup kan hidupku, jadi terserah aku.” Apalagi sekarang kita hidup di zaman di mana semua orang bisa memberikan pendapat.

Di TikTok ada yang bilang begini. Di Instagram ada yang bilang begitu. YouTube memberikan berbagai nasihat. Teman punya pendapat. Influencer punya pendapat. Bahkan kadang kita sendiri merasa paling tahu apa yang terbaik untuk hidup kita. Tapi masalahnya, pengalaman kita terbatas. Kita mungkin pintar. Kita mungkin punya banyak informasi. Kita bisa mencari apa saja dalam hitungan detik. Tetapi banyak informasi tidak selalu berarti banyak hikmat.

 1. JANGAN MERASA HARUS MENJALANI SEMUANYA SENDIRI

Ada keputusan-keputusan dalam hidup yang kelihatannya sederhana, tetapi ternyata bisa membawa dampak besar. Memilih pasangan, Memilih pergaulan, Memilih pekerjaan atau pendidikan, Mengatur keuangan, Menggunakan media sosial dan Memutuskan apakah harus bertahan atau pergi dari sebuah lingkungan. Kadang kita berpikir, “Aku bisa handle sendiri.”

Padahal Tuhan tidak pernah merancang kita untuk menjalani kehidupan sendirian. Ada orang-orang yang Tuhan tempatkan dalam hidup kita supaya kita bisa belajar dari pengalaman mereka. Ada Orang tua, Pemimpin rohani, Gembala, Mentor, Kakak rohani dan juga Teman yang dewasa secara iman. Mereka bukan selalu benar dalam segala hal. Tetapi pengalaman mereka bisa membantu kita melihat sesuatu yang mungkin belum pernah kita lihat. Kita tidak harus mengalami semua kesalahan untuk belajar menjadi bijaksana. Kadang kita bisa belajar dari kesalahan orang lain.

 2. BELAJAR MENDENGARKAN SEBELUM BEREAKSI

Salah satu masalah generasi kita adalah kita cepat sekali memberikan respons. Dikasih nasihat mereka langsung defensif. Dikritik dan langsung tersinggung. Atau Beda pendapat langsung unfollow. Bahkan ketika Ditegur merasa tidak dihargai.

Padahal mungkin Tuhan sedang menggunakan seseorang untuk menunjukkan sesuatu yang selama ini tidak kita lihat. Coba mulai belajar bertanya: “Tuhan, apakah ada sesuatu yang ingin Engkau ajarkan kepadaku melalui perkataan orang ini?” Tidak berarti kita harus menerima semua nasihat begitu saja. Tetapi setidaknya, belajarlah mendengarkan sebelum menolak. Orang yang bijaksana bukan orang yang selalu punya jawaban. Orang yang bijaksana tahu kapan harus berkata, “Aku belum tahu. Aku perlu belajar.”

 3. SUMBER HIKMAT KITA ADALAH TUHAN

Namun ada satu hal yang lebih penting. Kita tidak hanya membutuhkan nasihat manusia. Kita membutuhkan hikmat dari Tuhan. Karena manusia bisa salah. Teman bisa salah. Orang tua bisa salah. Pemimpin bisa salah. Bahkan kita sendiri bisa salah.

Tetapi Firman Tuhan menjadi dasar yang menolong kita membedakan mana yang benar dan mana yang tidak. Karena itu, jangan sampai suara media sosial lebih keras daripada suara Firman Tuhan. Jangan sampai kita setiap pagi membuka Instagram sebelum membuka hati kepada Tuhan. Jangan sampai algoritma menentukan bagaimana kita berpikir, sementara Firman Tuhan hanya menjadi sesuatu yang kita dengar ketika sedang ibadah.

Rekan-rekan youth, Mungkin hari ini Tuhan sedang mengingatkan kita: Kamu tidak harus tahu semuanya. Kamu tidak harus menjalani semuanya sendirian. Dan kamu tidak harus belajar dari semua kesalahanmu sendiri. Belajarlah dari orang-orang yang Tuhan tempatkan dalam hidupmu. Dengarkan nasihat, Terima teguran, Belajar dari pengalaman orang lain Dan yang terutama, cari hikmat dari Tuhan. Karena pada akhirnya, tujuan hidup kita bukan menjadi orang yang terlihat paling tahu. Tujuan kita adalah menjadi orang yang semakin mengenal Tuhan dan semakin bijaksana dalam menjalani hidup.

REFLEKSI

Kita perlu menyadari bahwa kita tidak harus mengetahui segala sesuatu dan tidak harus menjalani kehidupan seorang diri. Tuhan dapat memakai orang tua, pemimpin rohani, mentor, kakak rohani, maupun orang-orang yang lebih dewasa dalam iman untuk menolong kita melihat hal-hal yang mungkin belum kita pahami. Karena itu, kita belajar mendengarkan sebelum bereaksi, menerima nasihat tanpa langsung bersikap defensif, dan memiliki kerendahan hati untuk mengakui bahwa kita masih perlu belajar. Namun di atas semua nasihat manusia, kita harus menjadikan Tuhan dan Firman-Nya sebagai sumber hikmat yang utama.

HIKMAT HARI INI

“Orang bijak bukanlah orang yang merasa tahu segalanya, tetapi orang yang rendah hati untuk belajar, mau mendengarkan, dan mencari hikmat dari Tuhan.”

DOA MERESPONI FIRMAN TUHAN HARI INI

Tuhan Yesus, ampuni kami ketika kami merasa sudah tahu semuanya dan merasa mampu menjalani hidup dengan kekuatan sendiri. Berikan kami hati yang rendah hati untuk mau belajar, mendengarkan nasihat, menerima teguran, dan menghargai orang-orang yang Engkau tempatkan dalam kehidupan kami. Tolong kami agar tidak cepat tersinggung atau defensif ketika dikoreksi, tetapi mampu melihat apakah melalui nasihat tersebut Engkau sedang mengajarkan sesuatu kepada kami. Berikan kami hikmat untuk membedakan nasihat yang benar dan menjadikan Firman-Mu sebagai dasar dalam setiap keputusan kami. Ajarlah kami untuk tidak lebih dikendalikan oleh suara dunia dan media sosial daripada suara-Mu. Biarlah kami bertumbuh menjadi pribadi yang semakin mengenal-Mu, semakin bijaksana, dan semakin mampu menjalani hidup sesuai dengan kehendak-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa. Amin.

RM – SCW

JOIN GRUP RENUNGAN HARIAN

Dapatkan Link renungan Harian dari elohim.id setiap hari dengan bergabung kedalam Grup Renungan Harian kami
Silahkan ketik Nama (spasi) Daerah asal (Spasi) No Hp yang anda daftarkan
Kirim ke 0895-1740-1800
Tuhan Memberkati dan tetap bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan
atau Klik tombol dibawah ini :

Anda juga bisa mengikuti saluran Renungan Harian Kristen Elohim.id di WhatsApp dengan klik tautan berikut:
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7dcZJL7UVRcABBMw1f

Atau klik tombol dibawah ini >>>

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *