Renungan Harian Youth, Jumat 21 Juli 2023
Syalom rekan-rekan Youth yang diberkati Tuhan, gimana kabarnya hari ini? Saya doakan kita semua dalam keadaan sehat dan selalu dalam lindungan Tuhan senantiasa.
Setiap manusia pasti pernah mengalami rasa kuatir, nggak mungkin ada orang yang selama hidupnya tidak pernah mengalami rasa kuatir. Kuatir itu merupakan rasa takut terhadap sesuatu yang belum ada, belum datang dan belum pasti. Tetapi kita harus sadar kalau rasa kuatir sebenarnya adalah salah satu sifat sombong? Lho, kok bisa! Tentu, karena sifat kuatir membuat orang menjadi merasa mampu untuk hidup dengan kekuatannya sendiri. Padahal hidup dengan kekuatan sendiri berarti mengambil alih hak Tuhan untuk memelihara kita. Nah, bukankah kuatir telah membuat kita menjadi sombong?
Tuhan selalu mengajarkan kepada anak-anak-Nya untuk tidak memiliki rasa kuatir dalam menghadapi segala sesuatu.
Itu sebabnya Tuhan Yesus dalam Injil Matius 6:25-34 memberikan perumpamaan bagaimana Dia memelihara ciptaan-Nya dengan begitu luar biasa. Bukan hanya burung di udara, bungan bakung di padang yang Dia pelihara dengan begitu indahnya, tetapi manusia pun Dia pelihara dengan tidak kalah indahnya dengan dua perumpamaan di atas.
Kesanggupan Allah untuk memelihara kita tidaklah terbatas. Apapun yang menjadi kebutuhan kita, Allah sanggup penuhi, asalkan berkenan kepada-Nya. Jadi boleh nggak kita kuatir? Kuatir itu alami, tapi jangan sampai kekuatiran membuat kita menjadi sombong. Bukankah Allah katakan, “Siapakah diantara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?” (ayat 27). Jadi serahkan kepada Tuhan, sebab pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat.
Untuk melawan rasa kuatir, hanya ada satu resepnya yaitu mempercayai Firman-Nya dengan segenap hati. Mudah, bukan? Sebab hanya Allah yang sanggup membaca kekuatiran kita. Rekan-rekan Youth, jangan kuatir terhadap apapun juga, sebab ada Allah yang mengatur segalanya. Lagipula terlalu kuatir berpengaruh pada kondisi fisik. Nah,
daripada fisik kita yang lemah, lebih baik nantikan saja Dia bekerja sesuai dengan waktu-Nya.
Rasul Paulus juga memberikan resep yang harus ada dalam kehidupan kita untuk mengatasi penyakit kuaitir ini
Filipi 4:6-7 Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.
1. Berdoa dengan Ucapan Syukur
Resep pertama untuk mengatasi rasa kuatir adalah dengan berdoa. Ya berdoa, apakah sesederhana itu? Iya … karena didalam doa kita sedang mengarahkan kekuatiran kita, masalah kita dan mengingat akan pribadi Tuhan. Namun pada faktanya meskipun mudah, namun tidak banyak anak Tuhan yang mau untuk tekun berdoa. Sebaliknya mengijinkan kekuatiran itu masuk dan merengkuh hati dan pikirannya.
Tidak hanya berdoa, tetapi juga nyatakanlah dalam doa itu ucapan syukur. Bersyukur kepada Allah adalah sikap hati yang mengakui bahwa Dia berkuasa atas segala hal dan bahwa Dia selalu berbuat baik dalam hidup kita. Saat kita bersyukur, adalah ungkapan Iman dan Kepercayaan bahwa Tuhan sanggup untuk menolong kita. Kebaikan Allah tetap berkarya dalam kehidupan kita senantiasa.
Dengan Mengucap syukur “Terima kasih TUhan” kita sedang mengakui akan karya Tuhan didalam kehidupan kita.
Sederhana tetapi ucapan syukur memiliki dampak yang besar. Ucapan syukur seketika akan membawa kita untuk ingat Kembali akan kebaikan Tuhan dalam hidup kita.
2. Damai Sejahtera Allah
Obat kedua untuk rasa kuatir adalah damai sejahtera Allah. Ketika kita membawa segala kekhawatiran dan permohonan kita kepada-Nya dengan ucapan syukur, Allah menjanjikan bahwa damai sejahtera-Nya yang melampaui segala akal akan melindungi hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus.
Damai sejahtera Allah adalah ketenangan dan kedamaian batin yang diberikan-Nya kepada kita, bahkan dalam tengah-tengah situasi yang menekan. Damai-Nya melebihi pemahaman manusia dan melampaui kondisi kekuatiran kita. Hati dan pikiran yang diliputi oleh damai sejahtera Allah akan mampu mengatasi rasa kuatir dan kecemasan, karena kita tahu bahwa Allah yang berkuasa dan Dia mengasihi diri kita.
Lawan dari rasa kuatir bukan tidak memiliki kekuatiran namun lawan dari rasa kuatir adalah damai sejahtera.
Tidak kuatir bukan kerena masalahnya sudah selesai namun mempercayakan setiap masalah itu kepada Tuhan dan yang menggantikannya adalah DAMAI SEJAHTERA
Kekuatiran apa pun diubah menjadi doa, terlalu kecil untuk dijadikan beban. Kuatir berarti kita lebih percaya pada MASALAH kita dari pada JANJI Tuhan! Jika kita kuatir, kita tidak bisa percaya. Jika kita percaya kita tidak akan kuatir.
Jadikanlah komitmen kita :
Saat aku merasa kuatir dan cemas, ingatkan aku untuk mengucapkan syukur atas segala hal yang telah Engkau lakukan dalam hidupku. Berikanlah damai sejahtera-Mu yang melampaui segala akal untuk menguasai hati dan pikiranku.
Amen
Tuhan Yesus memberkati
YNP – TVP